Cemara laut adalah salah satu spesies tumbuhan berbentuk pohon dari famili Casuarinaceae. Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis basah. Cemara laut juga dikenal dengan sebutan lain yaitu eru. Nama ilmiah Casuarina equisetifolia pertama kali dipublikasikan oleh botanis Carolus Linnaeus dalam Species Plantarum tahun 1759 (plantamor.com).
Nama Lokal : Cemara Udang
Nama Latin : Casuarina equisetifolia
Ordo : Casuarinales
Famili : Casuarinaceae
Genus : Casuarina
Karakter Umum
Cemara udang (Casuarina equisetifolia) merupakan pohon berkayu dengan bentuk tajuk rimbun dan percabangan menyerupai jarum halus. Tanaman ini memiliki batang tegak berwarna cokelat, daun berbentuk sisik yang tersusun rapat seperti jarum, serta mampu tumbuh pada kondisi lingkungan yang kering dan berpasir. Cemara udang memiliki sistem perakaran kuat yang membantu menahan erosi, sehingga banyak ditemukan di kawasan pantai dan digunakan sebagai tanaman peneduh maupun penghijauan.
Akar: Akar banir dengan sistem perakaran menyebar dan kuat.
Batang: Batang tegak, bertekstur licin, berwarna cokelat kelabu, dengan pola percabangan simpodial.
Daun: Daun majemuk, panjang hingga 70 cm, terdiri atas 20–30 anak daun berbentuk bulat telur, berbulu, dengan tulang daun menyirip.
Bunga: Bunga berwarna merah hingga jingga, berukuran sekitar 10 cm, dengan mahkota bunga bertepi bergerigi.
Buah: Buah berbentuk seperti pedang, berwarna hijau cerah saat muda dan berubah menjadi cokelat kehitaman saat tua.
Biji: Biji berbentuk polong kecil, berwarna hitam, berukuran besar, dan bertekstur padat.
Ciri khas lainnya yaitu berupa ranting yang lentur dan menjuntai menyerupai ekor udang, berbeda dengan cemara lainnya yang umumnya memiliki bentuk tajuk lebih tegak. Daunnya berupa sisik kecil yang menyatu pada ranting hijau sehingga tampak seperti jarum halus. Tanaman ini juga memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap lingkungan pantai dengan tanah berpasir dan kadar garam tinggi.
Cemara udang (Casuarina equisetifolia) banyak ditemukan di daerah pesisir, pantai berpasir, dan kawasan terbuka dengan paparan cahaya matahari tinggi. Tanaman ini tersebar luas di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Asia Tenggara, Australia, serta beberapa wilayah kepulauan Indonesia. Kemampuannya beradaptasi terhadap angin kencang, tanah miskin hara, dan kadar garam tinggi menjadikannya cocok sebagai tanaman pelindung pantai.
Sebagai tanaman hias untuk memperindah taman, halaman, dan ruang terbuka.
Digunakan sebagai tanaman peneduh dan penghijauan karena memiliki tajuk yang rimbun.
Membantu mengurangi erosi serta menahan angin di kawasan pesisir.
Daunnya mengandung senyawa seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Ekstrak daun dapat digunakan sebagai bahan campuran minyak esensial untuk membantu relaksasi dan meningkatkan kenyamanan emosional.