PUCUK MERAH
(Syzygium oleana)
(Syzygium oleana)
Tanaman Pucuk Merah.
Sumber : Dokumen Pribadi
Oleh Nabila Wardah
Kingdom :Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Genus : Syzygium
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Mytales
Famili : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Spesies : Syzygium oleana
Lokal : Pucuk merah
Tanaman Pucuk Merah.
Sumber : dokumen pribadi.
Syzygium oleana atau yang biasa dikenal dengan tanaman pucuk merah merupakan salah satu tanaman perdu. Pucuk merah memiliki kolaborasi warna daun yang indah sehingga menarik perhatian banyak orang. Ujung daun pucuk merah berwarna merah menyala saat baru tumbuh, kemudian berubah menjadi coklat, dan kemudian berubah lagi menjadi hijau. Daun pucuk merah berupa daun tunggal berbentuk lancip dengan pertulangan daun menyirip yang memiliki panjang ± 6 cm dan lebar ± 2 cm. Pucuk Merah membutuhkan sinar matahari yang cukup agar tunasnya berwarna merah dan bentuk tajuk tumbuhan tetap terjaga. Tinggi pucuk merah dapat mencapai 6 meter jika tumbuh di tempat yang subur. Suhu ideal untuk pertumbuhannya adalah antara 24 dan 36 derajat Celcius pada siang hari dan 28 hingga 36 derajat Celcius pada malam hari.
Akar tanaman pucuk merah.
Sumber: dokumen pribadi.
Tanaman pucuk merah memiliki akar tunggang. Akar tunggang (tap roots) adalah akar lembaga (radicula) yang bercabang-cabang lebih kecil dan tumbuh terus menjadi akar utama. Akar dengan sistem percabangannya berfungsi untuk memperkuat berdirinya tumbuhan, menyerap air, dan zat-zat hara yang terlarut di dalam air. Akar memiliki beberapa bagian, antara lain: leher akar atau pangkal akar (collum), yaitu bagian akar yang bersambungan dengan pangkal batang; ujung akar (apex radicis), bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan-jaringan yang masih dapat mengadakan pertumbuhan; batang akar (corpus radicis), bagian akar yang terdapat antara leher akar dan ujung akar; Cabang-cabang akar (radix lateralis), bagian-bagian akar yang tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang tetapi keluar dari akar pokok dan masing-masing bisa bercabang lagi; serabut akar (fibrilla radicalis), cabang-cabang akar yang halus dan berbentuk serabut; rambut-rambut akar (pilus radicalis), bagian akar yang sesungguhnya hanya merupakan penonjolan sel-sel kulit akar yang panjang; dan tudung akar (calyptra), yaitu bagian akar yang letaknya paling ujung (Herliani, 2020).
Batang tanaman pucuk merah.
Sumber: dokumen pribadi.
Tanaman pucuk merah memiliki percabangan batang simpodial, yaitu batang pokok sukar ditentukan karena dalam perkembangan selanjutnya menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dengan cabangnya. Batang tanaman pucuk merah tumbuh tegak lurus ke atas (erectus) dan berkayu (lignosus) yang berfungsi untuk jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan, serta hasil asimilasi, pendukung bagian tumbuhan yang ada di atas tanah yaitu daun, bunga, dan buah, dan menjadi tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan (Herliani, 2020).
Daun tanaman pucuk merah.
Sumber: dokumen pribadi.
Tanaman pucuk merah memiliki warna daun yang sangat menarik, yaitu warna hijau dengan daun warna merah diujungnya. Tanaman ini memiliki morfologi yang spesifik, yaitu bagian pucuk daun (daun muda) berwarna merah, dan bagian bawahnya (daun dewasa) berwarna hijau (Haryati et al., 2015; Putri, 2019). Perbedaan warna ini menunjukkan kandungan senyawa kimia yang dominan pada daun tersebut. Warna merah pada bagian pucuk menunjukkan bahwa daun tersebut tinggi akan antosianin. Antosianin adalah pigmen yang berperan memberi warna merah, ungu, atau biru pada tumbuhan. Warna daun hijau menunjukkan kadar klorofil yang tinggi pada daun tersebut. Klorofil adalah pigmen hijau yang berperan dalam fotosintesis. Umumnya, semakin tua umur daun, maka warna hijau akan semakin tua. Hal ini menunjukkan kadar klorofil yang semakin tinggi (Martín et al., 2017; Putri, 2019). Daun pucuk merah berupa daun tunggal berbentuk lancip dengan pertulangan daun menyirip yang memiliki panjang ± 6 cm dan lebar ± 2 cm. Pucuk merah membutuhkan sinar matahari yang cukup agar tunasnya berwarna merah.
Bunga tanaman pucuk merah.
Sumber: dokumen pribadi.
Bunga tanaman pucuk merah bunga majemuk yang tersusun dalam malai berkarang terbatas. Bunga pucuk merah memiliki tangkai yang panjang dan berwarna putih, dengan lima kelopak dan lima mahkota. Kelopaknya hijau, dan mahkotanya putih. Bunga pucuk merah biasanya mekar pada musim kemarau. Putiknya berada di tengah bunga dan dikelilingi oleh benang sari (Surya, dkk., 2022). Untuk membantu proses penyerbukan, bunga pucuk merah dapat menarik perhatian serangga, seperti lebah dan kupu-kupu, karena aromanya yang harum dan manis. Bunga pucuk merah juga dapat digunakan untuk membuat parfum atau obat-obatan tradisional dan digunakan untuk menghias rumah atau taman.
Buah tanaman pucuk merah berbentuk bulat, ungu kehitaman, dan biasanya menjadi makanan burung. Buah biasanya terletak di ujung daun pada tumbuhan pucuk merah. Susunan kulit biji yang memiliki dua lapisan adalah biji tertutup (Angiospermae), yaitu: (1) Lapisan kulit luar (testa). Lapisan ini mempunyai sifat yang bermacam- mcam ada yang tipis ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti kayudanbatu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagi biji yang ada didalamnya. (2) Lapisan kulit dalam (tegmen). Biasanya tipis seperti selaput sering kali jugadinamakan kulit ari (Herliani, 2020).
Tanaman pucuk merah memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah dapat digunakan sebagai pembersih udara alami karena menyerap karbondioksida lebih banyak daripada tanaman lainnya. Selain itu, daunnya dapat diolah menjadi teh herbal, yang mengandung antioksidan alami yang membantu melawan radikal bebas. Pucuk merah juga dapat mencegah diabetes dan beberapa penyakit lainnya karena kandungan flavonoid, polifenol, senyawa aktif steroid, dan terpenoidnya. Karena struktur akar tunggangnya yang besar, pucuk merah dapat menyerap dan menyimpan banyak air selama musim kemarau. Akar yang kokoh juga dapat menghentikan longsor. Karena itu, tanaman ini tidak hanya dapat digunakan sebagai tanaman hias tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan (Surya, dkk., 2022).
Pucuk merah merupakan tanaman asli Asia Tenggara yang tersebar di negara Indonesia, semenanjung Malaya, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Thailand. Tanaman pucuk merah cocok ditanam di negara yang memiliki iklim tropis. Tanaman ini cocok di tanam di wilayah dengan suhu udara 28-36º C pada siang hari, sedangkan pada malam hari 24-30º C (Surya, dkk., 2022).
Gambar Buah. https://images.app.goo.gl/bW8tqAPmSHBbuLpp8. Diakses pada 12 November 2023.
Haryati, N., Saleh, C., dan Erwin. (2015). Uji Toksisitas dan Aktivitas Anti bakteri Ekstrak Daun Merah Tanaman Pucuk Merah (Syzygium Myrtifolium Walp.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Kimia Mulawarman, 13(1), 35-40.
Herliani. (2020). Plant Morphology. Universitas Mulawarman.
Martín, J. dkk. (2017). Anthocyanin Pigments: Importance, Sample Preparationand Extraction. Phenolic Compounds - Natural Sources, Importance and Applications.
Putri, O.N.E. 2019. Analisis Kandungan Klorofil dan Senyawa Antosianin Daun Pucuk Merah (Syzygium oleana) Berdasarkan Tingkat Perkembangan Daun yang Berbeda. Skripsi, UIN Raden Intan, Lampung.
Surya, Ageung. dkk. (2022). Pelestarian Tanaman Pucuk Merah (Syzygium Paniculatum) di Taman Gongseng Desa Ngunut Kabupaten Karanganyar. Proceeding Biology Education Conference, 19 (1), 174-177.
Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Jalan Pramuka No. 156, Ronowijayan, Siman, Tonatan, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63474, Indonesia. (0352) 481277
Email : ipa@iainponorogo.ac.id