Artikel
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Fase F : Berbeda itu Indah
Penulis: Lalu Muhammad Kasim, S.Pd. - 10 Oktober 2023
Artikel
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Fase F : Berbeda itu Indah
Penulis: Lalu Muhammad Kasim, S.Pd. - 10 Oktober 2023
Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun bangsa. Di era globalisasi ini, pendidikan tidak hanya dituntut untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus mampu membentuk karakter generasi muda yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa.
Kurikulum Merdeka yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada tahun 2022 menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Salah satu terobosan dalam kurikulum ini adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). P5 merupakan kegiatan pembelajaran intrakurikuler yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Projek ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk "mengalami pengetahuan" sebagai proses penguatan karakter, sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkualitas, tidak hanya dalam aspek akademis, tetapi juga dalam kehidupan sosial.
SMA Negeri 1 Praya sebagai salah satu sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka sejak tahun ajaran 2022/2023 telah mengangkat beberapa tema dalam melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pada tahun pertama, kelas X (Fase E) mengangkat tema tentang Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, dan Kewirausahaan. Dan pada tahun kedua, kelas XI ( Fase F ) Mengangkat tema tentang Bhineka Tunggal Ika dan Bangunlah Jiwa dan Raganya. Perencanaan dalam pemilihan tema pada tiap fase mempertimbangkan ekosistem yang ada di lingkungan sekolah.
Kegiatan P5 di SMA Negeri 1 Praya Fase F kelas XI pada semester Gajil mengangkat tema Bhineka Tungggal Ika dengan Topik Berbeda itu Indah. Latar Belakang mengangkat topik ini karena Indonesia adalah bangsa yang dianugerahi beranekaragam suku, agama, dan budaya. Keragaman budaya ini berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 1.300 suku bangsa. Dalam perkembangan sejarah bangsa, keragaman budaya tersebut diikat dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai alat pemersatu bangsa, penerapan Bhinneka Tunggal Ika perlu dilakukan dan ditumbuhkan terus-menerus sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Warga sekolah dan peserta didik juga mempunyai kewajiban untuk melestarikan keberagaman tersebut baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Pada kenyataannya, keberagaman suku dan budaya yang ada seringkali menimbulkan gesekan yang dapat merusak kehidupan sosial masyarakat. Gesekan tersebut apabila dibiarkan akan merusak kehidupan yang harmonis di tengah-tengah masyarakat.
Projek ini dimulai dengan tahap pengenalan, peserta didik diajak mengenali dan menggali lebih dalam tentang berbagai keragaman individu dan budaya, serta mengenal berbagai peran individu dalam demokrasi serta mengenal konsep inklusi sosial. Setelah tahap pengenalan, peserta didik masuk dalam tahap kontekstualisasi dengan melakukan riset terpadu dan mandiri, serta melihat konteks lingkungan sekitar yang berkaitan dengan keragaman dan inklusi sosial. Selama proses projek ini berjalan, peserta didik tidak hanya membentuk pengetahuan, namun juga membangun kesadaran dan melakukan penyelidikan secara kritis sehingga pada akhirnya dapat merencanakan solusi aksi dari situasi yang telah mereka ketahui dan pahami. Pada tahap aksi, peserta didik menuangkan aksi nyata mereka dengan membuat rancangan fasilitas publik yang inklusif bagi komunitas sekolah maupun masyarakat sekitar. Aksi nyata yang harus diselesaikan oleh peserta didik berupa hasil karya seperti poster, makalah, cerpen, komik, dan film pendek.
Dalam pelaksanaan Program Penguatan Pendidikan Pancasila (P5) di SMA Negeri 1 Praya pada Fase F kelas XI dengan tema "Bhineka Tunggal Ika" dapat disimpulkan bahwa pendekatan ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pembentukan karakter dan kesadaran kebangsaan para pelajar. Melalui pembelajaran nilai-nilai Pancasila yang mendalam dan integrasi tema kebhinekaan, diharapkan dapat membentuk pribadi peserta didik secara holistik. Dengan demikian, pelaksanaan P5 dengan tema Bhineka Tunggal Ika di sekolah tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga membentuk karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan semangat kebhinekaan, yang menjadi pondasi kuat untuk keberlanjutan dan kemajuan bangsa.
Refrensi:
https://kurikulum.kemdikbud.go.id/file/1679308669_manage_file.pdf
Yuniyanti, Sry. dan Renny Marissa Sofia. 2022. Modul: Bhineka Tunggal Ika. Berbeda itu Indah. SMAN 1 Praya.