SMA Negeri 1 Slawi menjalin koordinasi dan kerja sama dengan Puskesmas setempat dalam pelaksanaan penjaringan kesehatan peserta didik. Sekolah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan penjaringan kesehatan minimal satu kali dalam satu tahun sebagai upaya pemantauan kondisi kesehatan peserta didik secara menyeluruh. Kegiatan ini dilaksanakan secara terencana dengan dukungan sarana, prasarana, serta keterlibatan guru dan petugas terkait.
Pelaksanaan penjaringan kesehatan meliputi penilaian status gizi melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pengisian kuesioner kesehatan, pemeriksaan ketajaman penglihatan menggunakan Snellen Chart atau metode tumbling, serta pengukuran lingkar perut bagi seluruh peserta didik. Seluruh kegiatan dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan dari Puskesmas dan mengikuti prosedur pemeriksaan yang berlaku.
Dalam kondisi khusus, seperti pembelajaran jarak jauh maupun masa adaptasi kebiasaan baru, sekolah tetap berupaya memfasilitasi kegiatan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala sesuai dengan protokol kesehatan. Sekolah bekerja sama dengan Puskesmas dalam melakukan pemantauan kesehatan peserta didik serta deteksi dini permasalahan kesehatan. Hasil penjaringan kesehatan digunakan sebagai dasar tindak lanjut untuk mendukung terwujudnya peserta didik yang sehat dan siap mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
SMA Negeri 1 Slawi menindaklanjuti hasil penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala secara sistematis dan bertanggung jawab. Sekolah menyampaikan informasi kepada orang tua atau wali peserta didik yang memiliki indikasi masalah kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan. Penyampaian informasi dilakukan secara tertutup dan komunikatif sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap kesehatan peserta didik serta untuk mendorong peran aktif orang tua dalam penanganan lanjutan.
Selain itu, sekolah melaksanakan rekomendasi yang diberikan oleh Puskesmas terkait hasil penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala. Rekomendasi tersebut menjadi dasar dalam pengambilan langkah tindak lanjut di sekolah, baik melalui penyesuaian kegiatan pembelajaran, pembiasaan hidup sehat, maupun penguatan layanan kesehatan sekolah. Sekolah juga mengembangkan inovasi kegiatan kesehatan yang disesuaikan dengan permasalahan kesehatan terbanyak yang ditemukan, sebagai upaya preventif dan promotif yang berkelanjutan.
Apabila ditemukan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut, sekolah menerapkan mekanisme rujukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Rujukan dilakukan melalui kerja sama dengan Puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan terkait. Seluruh proses tindak lanjut dan rujukan didokumentasikan sebagai bagian dari komitmen SMA Negeri 1 Slawi dalam menjaga kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman.
Berdasarkan hasil penjaringan kesehatan dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) berdasarkan umur yang dilaksanakan secara berkala, minimal 60% peserta didik di sekolah memiliki status gizi baik. Pengukuran ini dilakukan sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang peserta didik serta deteksi dini permasalahan gizi.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program kesehatan sekolah berjalan dengan efektif, didukung oleh penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, edukasi gizi, serta kerja sama yang baik antara sekolah, Puskesmas, dan orang tua peserta didik. Sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan untuk menjaga dan meningkatkan status gizi peserta didik secara berkelanjutan.