Untuk mengakses pengumuman kelulusan bisa diliat melalui link:
OPS.COM-Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Malili Melaksanakan Program Penjaringan Kesehatan ditingkat sekolah dasar dengan melibatkan siswa baru didampingi oleh orang tua siswa yang bertempat di SDN 238 Mallaulu Desa Puncak Indah Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur pada pukul 08:30 pagi hari Selasa (16/03/2021).
Program Penjaringan Kesehatan Di Tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk Siswa Baru ditujukan untuk menjaring kesehatan sedini mungkin terhadap masalah-masalah kesehatan pada siswa baru SD tersebut.
Saat ditemui awak media Sinyaltajam Yovita K, S.Tr.Keb. Selaku Pengelola UKS PKM Malili mengatakan bahwa “Program ini merupakan program UKS dari UPTD PKM Malili yang rutin (baca, wajib) dilakukan tiap tahun, hal ini dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin masalah-masalah kesehatan anak usia Sekolah Dasar, Khususnya Siswa kelas 1 sehingga sedini mungkin segera ditangani,” Ungkap Yovita.
Beliau melanjutkan bahwa “kegiatan ini seyogyanya dilakukan ditahun 2020 kemarin namun karena pandemik Covid yang tinggi ditahun lalu itu tidak jadi dilaksanakan, maka pada tahun 2021 ini berdasarkan Buku Panduan Pedoman Pelayanan Anak Usia Sekolah/Remaja di Masa Pandemi Covid-19 dr Kementrian Kesehatan (Kemenkes) kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat, ” Tuturnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan PKM Malili ke Siswa Baru SDN 238 Mallaulu ditemukan hampir seluruh siswa yang diperiksa mengalami masalah Karies (gigi berlubang) dan beberapa diantara siswa tersebut harus dirujuk kepuskesmas untuk pemeriksaan dan penanganan lanjut.
Di tempat yang sama Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 238 Mallaulu Jufri S.Pd M.Si. menyatakan bahwa sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh UKS PKM Malili dan juga memberi apresiasi atas perhatian dan kehadiran orang tua siswa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga mereka dapat tahu apa masalah kesehatan buah hati anaknya sedari dini, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada siswa tersebut ditemukan bahwa gangguan pada gusi dan gigi masih menjadi masalah kesehatan yang dihadapi oleh sebahagian besar siswa kelas 1 tersebut sehingga masalah tersebut dapat diketahui oleh orang tua siswa dan menjadi perhatian mereka.
OPS.COM-Sekolah Dasar Negri (SDN) 238 Mallaulu yang terletak di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili , terpilih mewakili Kabupaten Luwu Timur untuk mengikuti sekolah sehat tingkat Provensi yang diikuti 24 Kabupaten/ Kota di Sulsel pada bulan maret mendatang.
Hanya saja, dalam ajang itu ada kendala yang dihadapi pihak sekolah, salah satunya ketersediaaan Musholah sebagai salah satu Kretria penilaian.
Kepsek SDN 238 Mallaulu, Jufri mengatakan pihaknya sudah melakukan Persiapan untuk lomba sekolah sehat, Diantaranya Pembangunan Mushola.
“Untuk mengikuti Lomba ini harus ada Mushola, saat ini Pembangunan sudah mulai terlaksana, “kata Jufry
Dikatakan Jufri, terlaksananya Pembangunan Mushola ini Hasil swadaya para guru-guru dan bantuan tokoh masyarakat.
“Pembanguan ini sudah habiskan dana sekitar 15 Jutaan,”katanya
Jufri mengatakan, Dalam sela-sela itu, Anggota DPRD Provensi Komisi D, Taqwa muller juga ikut berpartisipasi memberi bantuan berupa dana untuk Pembangunan mushola.
“Alhamdulillah , ada bantuan dari pak Dewan juga , Dana , matrial timbunan, dan tehel, “tandas Jufry
Jufri mengatakan penilaian Lomba sekolah sehat Tingkat Provensi diluwu timur dijadwalkan pada bulan maret mendatang.
Adapun Keriteria Penilainya yaitu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) , Kanting sehat, dan Toilet sesuai Rasio Siswa.
Sementara jumlah Siswa di SDN Mallaulu mencapai 450 Siswa, terdiri dari laki 225 orang dan Perempuan 225 orang.
Jufri berharap sekolahnya mendapat juara lomba tingkat provensi, sehingga dapat mewakili Provensi ke Tingkat Nasional.
“Mudah-mudahan Lolos, untuk kemudian bisa mewakili provensi ke tingkat Nasional,”tutupnya.
OPS.COM-Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Arif Prasodjo dan DR. Agus Dina dari Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan, menyambangi SDN 238 Mallaulu pada hari kedua penilaian Adipura sebagai salah satu titik Pantau yang ada di Kabupaten Luwu Timur, Selasa (10/12/2019).
Tim Penilai Adipura mengapresiasi Kepala Sekolah dan Guru-Guru di SDN 238 Mallaulu atas kerjasama dan Kinerja yang dilakukan sehingga sekolah tersebut terlihat bersih dan tertata dengan baik setiap pokja.
Selain itu, Tim Adipura juga memeriksa pembukuan sampah di Bank Sampah Melati SDN 238 Mallaulu serta memeriksa pecatatan TPS dan Pengomposan. Disamping memberikan penilaian, tim juga menyempatkan memberikan beberapa masukan bagi sekolah agar semakin baik dalam mengelola kebersihan.
Arif Suprojo menjelaskan bahwa, sampah yang dihasilkan sekolah harus dikelola dengan baik, sehingga sampah tersebut ada yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan daur ulang di 3R, Ecobrice dan dikelola menjadi pupuk kompos sebagaimana yang dilakukan oleh guru-guru dan siswa di SDN 238 Mallaulu selama ini.
“Jika semua sekolah di Luwu Timur bisa menerapkan dan melakukan hal demikian, maka niscaya sampah reduce akan berkurang ke TPA sehingga timbulan sampah akan berkurang dan lingkungan menjadi bersih dan nyaman,” ujar Arif Suprojo.
Kepala SDN 238 Mallaulu, Jufri mengatakan, selama penilaian berlangsung respon positif dari tim penilai cukup baik. Ini semua berkat Antusias guru-guru dan murid-murid untuk menata lokasi di wilayah sekolah demi mendukung pemerintah daerah kembali meraih piala adipura.
“Semoga dengan penilaian ini, daerah kita bisa kembali memenangkan Piala Adipura,” harap Jufri.
Dalam kunjungan ini, Tim Penilai Adipura didampingi Muhammad Safaat selaku Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kab. Luwu Timur.
OPS.COM-SDN 238 Mallaulu, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili menjadi pilot project pengembangan kantin sehat di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kantin sehat hasil kerjasama Bank Sulselbar Malili dan komite sekolah diresmikan pemanfaatannya oleh Bupati Luwu Timur, Thorig Husler.
Husler mengatakan inovasi berupa kantin sehat patut diparesiasi karena berdampak positif bagi siswa di sekolah.
Kantin sehat menjaga kesehatan murid agar tidak jajan sembarangan yang cendrung tidak sehat bagi kesehatannya.
Tepatnya, jajanan yang banyak menggunakan zat pengawet dan perwarna makanan.
"Ini bisa mengganggu kesehatan dan kecerdasannya,"
Ia berpesan agar pengelola kantin dapat memperhatikan pengelolaan bahan makanan maupun kondisi kebersihan kantin.
Kantin harus sesuai standar pengelolaan kantin sehat yang dianjurkan oleh Dinas Kesehatan Luwu Timur.
Seperti tersedianya sumber air bersih, tempat sampah tertutup, higienis, ventilas serta tanda larangan merokok.
Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Malili, Hamdan mengatakan, kantin sehat SDN 238 Mallaulu saat ini dijadikan sebagai pilot project.
"Semoga kedepan akan ada lagi sekolah bisa bekerjasama dengan Bank Sulselbar untuk kegiatan yang sama," tutur Hamdan.
Kepala SDN 238 Mallaulu, Jufri mengatakan, kantin sehat adalah salah satu indikator dan ttik pantau penilaian adiwiyata.
"Artinya, keberadaan kantin sehat menunjukkan bahwa sekolahnya juga sehat," kata Jufri.
OPS.COM-Kepala Perpustakaan SD Negeri 238 Mallaulu, Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur, Jeniet melakukan kunjungan studi tiru tentang pengelolaan perpustakaan Sekolah Dasar (SD) di Kota Makassar. Pustakawan Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tulus Wulan Juni memberikan 2 titik lokasi sebagai lokus kunjungan studi tiru, yakni Perpustakaan SAM Ratulangi SD Negeri Percontohan PAM Makassar dan Perpustakaan Purnama SD Inpres Paccerakkang Makassar.
Kedua perpustakaan sekolah yang direkomendasikan tersebut telah berkesesuaian dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dan telah terakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Perpustakaan (LAP) Perpustakaan Nasional RI. Keduanya juga adalah sekolah penerima program Sentuh Pustaka dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar.
Selama 2 hari, Janiet menyambangi 2 perpustakaan sekolah secara bergantian untuk belajar. Hari Senin, (8/2/2021) ke Perpustakaan SAM Ratulangi SD Negeri Percontohan PAM Makassar. Di sekolah ini, Janiet diterima langsung Kepala Sekolah, Burhanuddin Talib yang juga penasehat Forum Inspirasi Guru Unggul dan Religius (FIGUR) yang didampingi Kepala Perpustakaan, Syamsidar dan Tenaga Perpustakaan, Dini Nurul Dhini Nazhifah.
Hari Kedua, Selasa (9/2/2021) berkunjung ke Perpustakaan Purnama SD Inpres Paccerakkang Makassar. Kunjungannya juga diterima langsung oleh Kepala Sekolah Muhammad Yunus Sunusi yang didampingi oleh Kepala Perpustakaan, Melati Syahrir yang juga Ketua Kelompok Kerja Pustakawan Sekolah (KKPS) Kota Makassar. Janiet melihat langsung penggunaan aplikasi perpustakaan digital ePurnama. SD Paccerakang adalah sekolah SD pertama di Kota Makassar yang telah memiliki aplikasi perpustakaan digital.
Saat melakukan konsultasi dan melaporkan hasil kunjungan ke Pustakawan di Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Selasa (9/2/2021), Janiet mengungkapkan rasa puasnya dan ingin segera mengimplementasikan hasil dari studi tiru yang diperolehnya di dua sekolah tersebut.
“Luar biasa Pak pengelolaan perpustakaan sekolah di Kota Makassar dan saya akan menyampaikan ke kepala sekolah saya, dan saya akan segera berbenah termasuk bagaimana bisa mengajak sekolah lain di Luwu Timur agar bisa seperti perpustakaan sekolah di Kota Makassar. Kepala Sekolah saya juga sangat merespon dan ingin segera memiliki perpustakaan sesuai standar dan kemungkinan akan juga berkunjung ke Kota Makassar,” papar Janiet dengan semangatnya.