Beasiswa Lentera Nusaindah adalah program bantuan biaya dana pendidikan untuk mahasiswa D4 dan S1 aktif yang berprestasi di seluruh Indonesia.
Untuk Periode III, penerima beasiswa akan mendapatkan 1 (satu) kali bantuan biaya pendidikan di awal semester Genap 2025/2026.
Pendaftar Beasiswa Lentera Nusaindah harus memenuhi persyaratan berikut:
Mahasiswa D4 dan S1 aktif di seluruh Indonesia
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 atau memiliki prestasi non-akademik (misalnya di bidang kesenian, olahraga, teknologi, dll.)
Menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) tidak lebih dari Rp 6.000.000,00 per semester
Foto atau pindaian Kartu Tanda Mahasiswa
Foto atau pindaian Kartu Tanda Penduduk
Bukti IPK terbaru dan/atau prestasi non-akademik (misal: sertifikat)
Bukti tagihan UKT semester akan datang atau bukti pembayaran UKT semester berjalan/lalu
"Proposal Mimpi"
Mengikuti akun instagram @satulentera.official
Sebelum mendaftar, calon pelamar beasiswa bisa menggunakan ceklis yang tersedia di bagian bawah laman ini untuk memeriksa kesiapan data dan berkas pendaftaran.
"Proposal Mimpi" adalah salah satu dokumen pelengkap pendaftaran di mana pelamar beasiswa dapat memperkenalkan diri serta mimpinya secara verbal dan visual. Proposal ini harus ditulis sesuai dengan panduan yang ada serta dengan menggunakan templat yang disediakan.
Berikut adalah panduan penulisan "Proposal Mimpi":
Unduh templat "Proposal Mimpi" di bagian bawah laman ini.
Tuliskan nama lengkap di bawah judul "Proposal Mimpi".
Pada bagian "Profil Diri"
Sertakan minimal satu visualisasi yang sangat mewakili jati diri pelamar beasiswa.
Visualisasi ini bisa berupa gambar, foto, atau ilustrasi yang menggambarkan diri pelamar, orang terdekatnya, hobi, kegiatan, atau kesibukannya. Visualisasi ini adalah kesempatan pelamar untuk menunjukkan siapa dirinya, hal penting dalam hidupnya, atau hal-hal yang menjadi fokus dalam hidupnya.
Sertai juga visualisasi ini dengan sebuah takarir (keterangan gambar). Misalnya, pelamar beasiswa bisa menyertakan foto diri dan kemudian memberikan takarir, “Aku di hari pertama masuk kuliah.”
Catatan: Jika gambar yang disertakan di sini bukan milik atau hasil karya pelamar beasiswa, sumbernya harus ikut disertakan (misal dalam bentuk tautan). Mari hargai karya intelektual orang lain!
Perkenalkan diri pelamar beasiswa.
Pelamar beasiswa perlu menggambarkan diri dan kehidupanmu, baik di dalam maupun di luar kampus. Pelamar bisa menjelaskan tentang siapa dirinya, (perjalanan) studinya, motivasinya, kesibukannya, lingkup pertemanannya, dan juga keluarganya. Bisa juga diceritakan tentang pengalaman, prestasi, keprihatinan sosial, atau hal-hal lain yang menjadi perhatian pelamar.
Sub-bagian ini membantu Tim Penilai untuk mengenal pelawar beasiswa, minat, dan latar belakangnya.
Panjang sub-bagian ini sebaiknya antara 200 hingga 300 kata.
Pada bagian "Profil Mimpi"
Sertakan Diagram Mimpi yang memvisualisasikan mimpi pelamar beasiswa dan langkah-langkah yang harus ditempuh.
Pada sub-bagian "Deskripsi Mimpi"
Pelamar beasiswa perlu mendeskripsikan mimpi.
Yang dimaksud dengan mimpi di sini adalah sesuatu yang ingin dicapai di masa depan, tetapi bukan sebuah target yang perlu dicapai dalam waktu dekat. Misalnya, “lulus S1 di semester depan” tidak dianggap sebagai mimpi, sementara “bekerja di perusahaan multinasional/instansi pemerintahan daerah” adalah contoh mimpi yang bisa digambarkan.
Penting juga untuk dijelaskan kenapa pelamar ingin mencapai mimpi tersebut.
Sub-bagian ini membantu Tim Penilai untuk mengenal visi pelamar beasiswa dan motivasi di baliknya.
Panjang sub-bagian ini sebaiknya antara 150 hingga 250 kata.
Pada sub-bagian "Langkah menuju Mimpi"
Pelamar beasiswa perlu menjabarkan setidaknya 7 langkah konkret yang harus ia lewati agar mimpinya bisa tercapai. Rangkaian langkah ini mencakup hal-hal yang sudah pelamar upayakan maupun hal-hal yang pelamar pikir masih perlu diusahakan.
Langkah terakhir dalam rangkaian ini seharusnya adalah mimpi yang sudah dijelaskan di sub-bagian sebelumnya, sementara pelamar bisa memilih titik manapun sebagai langkah pertama. Misalnya, “Masuk jurusan X”, “Mengambil mata kuliah Kewirausahaan”, dan “Mencari informasi mengenai kampus luar negeri” adalah contoh-contoh langkah pertama yang bisa digunakan.
Pelamar beasiswa juga perlu menjelaskan posisinya saat ini dan potensi kontribusi Beasiswa Lentera Nusaindah. Artinya, perlu dijelaskan di langkah keberapa pelamar sekarang berada. Misalnya, mungkin pelamar masih ada di langkah pertama karena ia baru mulai merencanakan mimpi yang dimiliki, atau mungkin juga pelamar ada di langkah keempat karena ia sudah merealisasikan langkah pertama hingga ketiga. Kemudian, yang dimaksud dengan potensi kontribusi Beasiswa Lentera Nusaindah adalah seberapa jauh Beasiswa Lentera Nusaindah bisa membantu pelamar menempuh langkah-langkah menuju mimpinya itu. Mungkin beasiswa ini bisa membawa pelamar satu langkah lebih maju atau bisa juga sekedar membantunya untuk menyelesaikan langkah yang sedang dijalani dengan lebih baik.
Langkah-langkah inilah yang perlu divisualisasikan dalam Gambar 2.
Sub-bagian ini adalah kesempatan pelamar beasiswa untuk menunjukkan kepada Tim Penilai bahwa ia sudah betul-betul mempertimbangkan mimpi yang ingin ia kejar dan bahwa pelamar menganggap mimpinya sebagai sebuah target yang nyata, bukan sekedar angan-angan.
Panjang sub-bagian ini sebaiknya antara 250 hingga 350 kata.
Pada Bagian "Analisis Mimpi"
Pada sub-bagian "Kekuatan dan Dukungan"
Pelamar beasiswa perlu menjabarkan hal-hal yang ia miliki dan bisa membantunya untuk mewujudkan mimpi yang sudah dijelaskan di bagian sebelumnya. Hal-hal ini bisa mencakup kekuatan pribadi (misal, prestasi akademik atau sikap rajin) maupun faktor eksternal yang mendukung mimpinya (misal, keluarga yang selalu mendukung atau lingkup pertemanan yang baik).
Dengan sub-bagian ini, pelamar bisa meyakinkan Tim Penilai bahwa ia memiliki modal dan potensi untuk mewujudkan mimpinya.
Panjang sub-bagian ini sebaiknya antara 200 hingga 300 kata.
Pada sub-bagian "Tantangan dan Risiko"
Pelamar beasiswa perlu menjabarkan hal-hal yang mungkin bisa menghambat langkahnya untuk mewujudkan mimpinya. Hal-hal ini bisa meliputi kelemahan pribadi (misal, sikap perfeksionisme atau kemampuan Bahasa Inggris) dan faktor lain di luar diri pelamar (misal, kondisi ekonomi keluarga atau persaingan ketat di industri yang ingin dimasuki).
Dengan sub-bagian ini, pelamar bisa menunjukkan kepada Tim Penilai tentang hambatan-hambatan yang harus ia lalui agar bisa mencapai mimpinya.
Panjang sub-bagian ini sebaiknya antara 200 hingga 300 kata.
Pada sub-bagian "Rencana Anggaran"
Sub-bagian ini hanya berisikan tabel dan tidak perlu disertai dengan deskripsi apapun.
Dengan tabel rencana anggaran ini, Tim Penilai bisa melihat bagaimana pelamar berencana untuk menggunakan dana beasiswa yang akan ia terima.
Pada bagian "Deklarasi Penggunaan Akal Imitasi Generatif"
Pelamar beasiswa diminta untuk memberikan pernyataan terkait dengan penggunaan alat Akal Imitasi Generatif (Generative Artificial Intelligence/GenAI] seperti ChatGPT dan Copilot.
Penggunaan bantuan GenAI dalam penulisan esai ini tidak dilarang. Pelamar Beasiswa hanya diminta untuk bersikap transparan dan akuntabel dalam memanfaatkan teknologi. Namun, esai yang sepenuhnya dibuat oleh GenAI tidak dapat dibenarkan.
Simpan "Proposal Mimpi" dalam format .docx atau .pdf.
Unggah "Proposal Mimpi" ketika mengisi formulir pendaftaran.
Proses seleksi beasiswa meliputi tahapan berikut:
Tahap I:
Verifikasi kelengkapan berkas dan pemenuhan syarat beasiswa
Penilaian prestasi dan "Proposal Mimpi"
Tahap II:
Wawancara substantif
PERIODE III
SENIN, 22 DESEMBER 2025 - Pembukaan pendaftaran
MINGGU, 1 FEBRUARI 2026 - Penutupan pendaftaran
2 - 8 FEBRUARI 2026 - Seleksi Tahap I
9 - 22 FEBRUARI 2026 - Seleksi Tahap II
JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 - Pengumuman penerima beasiswa
Di Periode II ini, dua (2) orang penerima beasiswa akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:
Satu (1) kali bantuan dana pendidikan sebesar Rp 5.000.000
Pelatihan pengembangan diri
Lihat laporan tentang periode sebelumnya di sini.