True Positives vs False Positives
Dalam sebuah Security Operations Center (SOC), berbagai peristiwa dari perangkat yang berbeda dikirimkan ke Security Information and Event Management (SIEM), yang menjadi pusat kebenaran di mana semua informasi dan peristiwa dikumpulkan. Detection Engineering rules atau aturan pendeteksian digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan atau berbahaya berdasarkan peristiwa-peristiwa tersebut.
Jika suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa memenuhi kondisi yang ditetapkan dalam aturan tersebut, maka akan memicu alert. Alert ini kemudian dianalisis oleh seorang analis SOC untuk menentukan apakah alert tersebut termasuk:
True Positive (TP): Jika alert tersebut benar-benar menunjukkan aktivitas berbahaya.
False Positive (FP): Jika alert tersebut dipicu oleh aktivitas yang sebenarnya tidak berbahaya.
Mengidentifikasi TP dan FP
Secara teori, memisahkan True Positive dari False Positive terdengar sederhana. Namun, dalam praktiknya, proses ini sering kali menjadi pekerjaan yang melelahkan dan membingungkan. Salah satu tantangan utamanya adalah membedakan antara aktivitas seorang penyerang dengan tindakan rutin seorang administrator sistem.
Contohnya:
Jika seorang administrator melakukan perubahan konfigurasi jaringan yang terlihat seperti perilaku tidak biasa, SIEM mungkin memicu alert. Jika analis menentukan bahwa ini adalah tindakan yang sah, maka ini diklasifikasikan sebagai False Positive.
Sebaliknya, jika seorang penyerang menggunakan alat yang memanfaatkan kerentanan dalam jaringan dan ini terdeteksi, maka ini adalah True Positive.
Untuk meningkatkan efisiensi analisis, SOC biasanya melakukan optimasi aturan dan melatih deteksi agar dapat meminimalkan FP dan fokus pada TP, sehingga tim dapat merespons ancaman nyata dengan lebih cepat dan efektif.