Egrang adalah salah satu permainan tradisional yang berasal dari Indonesia. Permainan Egrang ini terdiri dari dua potong bambu yang tingginya antara 2-3 meter dan tempat buat pijakan kaki yang juga terbuat dari bambu. Cara membuatnya yaitu, kita memotong dua buah bambu yang masing-masing panjangnya kira-kira 2-3 meter. Kemudian memotong dua buah bambu lagi untuk membuat pijakan kaki nantinya yang masing-masing panjangnya kira-kira 20-30 cm. Kemudian bambu yang panjangnya 2-3 meter tadi diberi lubang kira-kira 30 cm dari bawah untuk memasukkan bambu yang berukuran pendek yang nantinya sebagai pijakan kaki. Setelah bambu untuk pijakan kaki terpasang Egrang siap untuk digunakan. Egrang ini biasanya digunakan untuk perlombaan lari (adu kecepatan) atau saling menjatuhkan dengan cara memukulkan kaki-kaki bambu.
Apabila bermain Egrang ini hanya bertujuan untuk mengadu kecepatan, maka diawali dengan 3 anak atau lebih dari garis start. Jika sudah ada aba-aba mulai maka para pemain akan berlari dengan menggunakan Egrang tersebut. Pemain yang lebih dulu sampai ke garis finish maka itulah yang dijadikan sebagai pemenangnya.
Cara bermainnya yaitu dilakukan oleh 2 orang. Setelah 2 orang tersebut sudah menaiki Egrang dan saling berhadapan serta sudah ada aba-aba mulai maka mereka akan saling menjatuhkan dengan memukulkan kaki-kaki bambu lawan. Pemain yang bisa menjatuhkan lawan maka itulah yang di jadikan pemenang.
Permainan Egrang ini juga membutuhkan kerja keras, keuletan, dan sportifitas. Para pemain bekerja keras untuk mengalahkan lawan mereka. Membutuhkan keuletan dan ketekunan dalam proses pembuatan Egrang ini agar dapat seimbang ketika digunakan. Sikap sportifitas yang dimiliki oleh seorang pemain saat bermain yaitu tidak berbuat curang dan mau menerima kekalahan.
Sebelum perlombaan dimulai, para peserta diteliti usianya untuk menentukan umurnya masing-masing.
Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masingmasing 5 (lima) orang yang sesuai dengan jumlah lintasan.
Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan.
Perkelompok diperlombakan dalam seri, dan garis star sampai garis finish dipimpin oleh juri start dan waktu dicatat oleh petugas di garis finish.
Sebelum perlombaan dimulai para atlet berdiri di belakang garis start dengan memegang engrang f. Aba-aba perlombaan oleh wasit/juri start adalah bersedia, siap, „‟YA‟'.
Para atlet dinyatakan gugur apabila :
menginjak garis
kaki jatuh menyentuh lantai/ lintasan
dengan sengaja mengganggu atlet lain
Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3 orang) berhak mengikuti seri berikutnya
Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang.
Atlet yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur.
Dengan bermain Egrang kita akan banyak sekali memperoleh manfaat, yakni:
Melatih ketrampilan motorik.
Melatih keseimbangan tubuh.
Melatih sportifitas.
Melatih kerja keras, keuletan.