Permainan panjatan dapat dibuat dalam bermacam bentuk, misalnya panjatan lengkung, panjatan kubah, panjatan fleksibel, panjatan spiral dan bentuk panjatan lainnya.
Desain permainan panjatan sebaiknya memenuhi pertimbangan secara umum sebagai berikut:
Jika panjatan merupakan bagian yang menyatu dari perabotan bermain maka tingkat kesulitan dan cara pencapaian menuju panjatan tersebut harus sesuai dengan tingkat keramaian sirkulasi anak dari bagian permainan yang lain termasuk ruang gerak yang dibutuhkan.
Radius minimum ruang bebas untuk tiap jenis perabotan bermain adalah sekitar 1,80 cm.
Jarak minimum antar perabotan bermain adalah sekitar 180 cm jika tinggi permukaan perabotan bermain yang letaknya berdekatan sekitar 100 cm.
Jarak minimum antar perabotan bermain adalah sekitar 270 cm jika tinggi permukaan perabotan bermain yang letaknya berdekatan sekitar 100 cm.
Panjatan lengkung sebaiknya tidak digunakan sebagai bagian sirkulasi ke perabotan bermain lain terutama perabotan bermain untuk anak usia pra sekolah.
Panjatan lengkung yang berdiri sendiri tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh balita dan anak usia pra sekolah.
Diameter pipa panjatan bagian dan pipa luar mengikuti ketentuan dalam tabel 3.3 Contoh Jenis Sarana Pencapaian Menurut Klasifikasi Usia.
Panjatan fleksibel umumnya terbuat dari ikatan tali, rantai, kabel atau susunan roda. Bentuknya dapat berupa bentuk dua dimensional atau tiga dimensional
Panjatan fleksibel harus terpasang dengan kuat pada bagian-bagian ujungnya.
Bagian panjatan fleksibel yang berhubungan dengan tanah, alat pengikat sebaiknya terpasang dibawah permukaan tanah dan terletak diantara bagian dasar dari permukaan pelindung.
Sambungan antara tali, kabel, rantai atau antara ban harus dipastikan terpasang kuat dan aman.
Jarak antar bagian horizontal dan vertikal dari panjatan sebaiknya tidak memungkinkan anak terjepit.
Jarak bukaan dalam panjatan yang berbentuk jaring sebaiknya memiliki jarak lebih kecil dari 43 cm dan lebih besar dari 71 cm.
Panjatan horizontal didesain agar anak dapat berpindah dari satu titik ke titik yang lain dari panjatan horizontal hanya dengan menggunakan tangan. Umur minimum anak yang direkomendasikan alat ini adalah anak yang berumur antara 4 tahun hingga 12 tahun.
Posisi mulai dan akhir dari panjatan horizontal tidak boleh berada langsung di atas anak panjatan untuk menghindari cedera jika anak terjatuh saat berpindah ke anak panjatan setelahnya.
Jarak horizontal dari titik mulai sebaiknya minimal 20 cm dan tidak lebih dari 25 cm.
Ruang antara anak panjatan yang berdekatan harus lebih dari 23 cm untuk mencegah anak terjepit.
Tinggi maksimum panjatan horizontal terhadap permukaan dibawahnya sebaiknya adalah 152 cm untuk anak usia pra sekolah dan sebaiknya 213 cm untuk anak usia sekolah.
Jarak as ke as panjatan anak sebaiknya maksimal 30,5 cm untuk anak usia pra sekolah dan maksimal 38 cm.
Posisi mulai dan akhir dari panjatan horizontal tidak boleh berada langsung diatas anak panjatan untuk menghindari cedera jika anak terjatuh saat berpindah ke anak panjatan setelahnya.
Jarak horizontal dari titik pegangan awal maksimal sekitar 25 cm tapi tidak tepat berada diatas platform.
Jarak horizontal dari titik pegangan awal minimal sekitar 20 cm tapi tidak lebih dari 25 cm jika dicapai dari climbing rungs.
Overhead rings serupa dengan panjatan horizontal dalam cara penggunaannya. Tidak tepat untuk balita dan anak berumur 3 tahun.
Tinggi maksimum overhead rings diukur dari pusat cincin terhadap permukaan pelindung adalah sekitar 152 cm untuk anak pra sekolah dan sekitar 213 cm untuk anak usia sekolah.
Jika overhead rings di gantung dengan rantai, maka maksimum panjang rantai yang diperkenankan sekitar 18 cm.
Sliding Poles adalah tiang yang dipasang horizontal bisa dipanjat, tetapi lebih sering digunakan sebagai media untuk meluncur ke bawah. Sliding Poles biasa kita temukan pada kantor pemadam kebakaran.
Sliding Poles tidak direkomendasikan untuk balita dan anak usia pra sekolah.
Sliding Poles sebaiknya dibuat menerus tanpa sambungan las atau sambungan lainnya.
Sliding Poles tidak boleh berganti arah pada bagian yang digunakan untuk meluncur.
Jarak horizontal antara Sliding Poles dan bagian yang digunakan untuk mencapai Sliding Poles sebaiknya antara 46 cm dan 51 cm.
Tinggi Sliding Poles sebaiknya dibuat minimal 152 cm dari permukaan yang digunakan untuk mencapai Sliding Poles tersebut.
Diameter Sliding Poles sebaiknya tidak lebih dari 4,8 cm.
Sliding Poles sebaiknya diletakkan pada lokasi yang aman, tidak bercampur dengan sirkulasi anak dari permainan lainnya sehingga tidak mengganggu anak yang sedang menggunakan Sliding Poles.
Track Ride sebaiknya tidak digunakan oleh balita dan anak usia pra sekolah.
Track Ride sebaiknya bebas dari gangguan selama penggunanya meluncur hingga mendarat di tempat pendaratan.
Jarak minimum antara Track Ride yang saling berdekatan adalah sekitar 120 cm.
Bagian yang bergerak dari Track Ride harus tertutup dan tidak boleh diikat dan/atau ditempelkan benda apapun.