BAB 1 Menggambar Rumah di Lingkungan Sekitar
Prinsip dasar seni rupa yang digunakan dalam menggambar rumah tetangga adalah sketsa objek, perspektif, dan warna.
Sketsa merupakan suatu gambar pendahuluan atau pra rancang yang masih kasar, ringan, dan sifatnyasementara yang digunakan sebagai dasar dalam membuat karya lukisan.
Perspektif merupakan tampilan objek berdasarkan sudut dan jarak padang. Dalam pembuatan gambar rumah tetangga, perspektif biasanya dibuat dari depan.
Warna memiliki peran yang sangat penting. Melalui warna akan menambah keindahan karya dan memunculkan berbagai macam suasana.
Metode yang sesuai untuk diterapkan dalam menggambar rumah tetangga yaitu meniru secara sederhana.
Sudut pandang yang baik saat menggambar rumah tetangga adalah dari arah depan
Dalam menggambar rumah tetangga, ada beberapa tahapan yang dilalui, yaitu :
Mengenal lingkungan alam dan sosial sekitar
Menentukan perspektif yaitu sudut dan jarak pandang rumah yang digambar atau dilukis
Membuat sketsa
Mewarnai.
Menggambar rumah tetangga memerlukan alat- alat- pensil atau pena- kertas- pewarna (spidol, krayon atau cat air)
Tetangga kita memiliki rumah, pekerjaan, etnis dan agama yang beragam.
Adapun jenis-jenis rumah yaitu rumah tradusional dan rumah modern
Jika kita menggambar rumah dari jarak jauh, gambar rumah akan terlihat kecil, sebaliknya jika kita menggambar rumah dari jarak dekat, gambar rumah akan terlihat besar.
Peran pewarnaan dalam menggambar rumah tetangga untuk menciptakan berbagai macam susana.
BAB 2 Membuat Kerajinan dari Plastik Bekas
Dirumah, kalian pasrti sering menjumpai sampah plastik yang digunakan untuk membungkus makanan ringan maupun untuk membungkus detergen dan benda-benda lainnya. Sampah plastik tidak dapat terurai oleh bakteri pengurai di dalam tanah. Salah satu cara untuk mengatasi sampah plastik, yaitu dengan mendaur ulang.
Plastik bekas rumah tangga seperti gelas air mineral, bekas bungkus makanan, botol bekas minuman, serta bahan plastik lainnya. Bahan-bahan bekas tersebut terlebih dahulu dibersihkan, kemudian diubah menjadi bentuk kerajinan yang bermanfaat.
Contoh kerajinan yang dapat dibuat dari beberapa bahan ini yaitu seperti vas bunga yang terbuat dari gelas plastik bekas air mineral. Kemudian pot bunga yang terbuat dari kaleng plastik bekas cat, bunga dari sedotan dan lain sebagainya.
BAB 3 Bereksperimen dengan Tekstur
Tekstur dan Jenisnya
Kalian pernah meraba sebuah benda seperti meja, kursi, tembok, batu, wajah kalian dan lain-lain. Setiap benda memiliki tekstur, ada yang teksturnya lemebut dan ada yang kasar.
Tekstur merupakan permukaan setiap benda yang dapat diketahui coraknya dengan cara diraba.
Jenis-jenis tekstur berdasarkan proses terbentuknya :
Tektur alami
Tekstur buatan
Tektur primer
Tekstur sekunder
Jenis-jenis tekstur berdasarkan wujud :
Tektur Kasar Nyata, tekstur yang dapat dilihat dan diraba menunjukan kesan atau hal yang sama.
Tekstur Semu, ketika diraba terasa halus atau tidak dapat dirasakan.
Teknik dan bahan pembuatan tekstur
Teknik frottage
Teknik grattage
Tektur frottage dengan cara meletakan kertas diatsa permukaan benda bertekstir, lalau kertas ditekan dan diarsir dengan menggunkana pensil atau pastel.
Tekstur grattage dengan cara menguaskan cat minyak warna gwlap pada papan sampai kering, lalau ditimpa warna terang selanjutnya digores-gores menggunakan benda runcing seperti paku, sisir, atau sendok garpu.
Tekstur teknik tempel dengan cara kertas ditempelkan pada lem secara merata diatas permukaan benda.
Tektur nyata dari lempengan tanah liat dengan cara dipikul-pukul atau ditekan-tekan menggunakan batu bertekstur
Tekstur semu dengan teknik ebru/swirling (cat minyak sebanyak dua atau tiga warna dituang dalam wadah ember atau nampan lalau dicampur dengan minyak dan air.
BAB 4 Membuat Bendera Hias
Adapun unsur seni rupa yang diperkenalkan adalah komposisi, warna, rancangan dan ragam hias dekoratif.
Warna dalam seni rupa adalah pantulan cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Singkatnya, warna adalah pigmen dari sebuah benda. Dalam seni rupa terdapat warna primer yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain merah, biru, dan kuning.
Warna primer bisa juga disebut sebagai warna pokok, warna dasar ataupun warna pertama.
Warna sekunder sebagai hasil pencampuran warna-warna primer.
Warna tersier sebagai campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.
BAB 5 Menggambar Taplak Meja dan Teralis
Gambar dekoratif merupakan gambar dengan corak dekor atau hias. Corak dari gambar dekoratif biasanya menggayakan objek sehingga tidak mirip dengan aslinya. Corak gambar dekoratif dapat berupa tumbuhan, hewan, dan manusia.
Jenis Seni Dekoratif
1. Seni Dekoratif Figuratif
Seni dekoratif figuratif merupakan jenis seni menghias yang meniru bentuk-bentuk atau figur dari alam. Bentuk- bentuk ini dapat berupa manusia dengan ragam jenis dan kegiatannya, binatang dengan berbagai wujudnya, tumbuhan atau tanaman, atau pemandangan - pemandangan alam seperti laut, gunung, bukit, dan lain sebagainya.
Seni dekoratif figuratif memiliki ciri khas menggambarkan suatu figur atau bentuk-bentuk di alam yang kita kenali. Misalnya pemandangan, hewan, kota, pasar dan lukisan kehidupan sehari-hari. Dalam penciptaan ragam hias ini dilakukan deportasi terhadap bentuk-bentuk asli dengan cara penyederhanaan dari motif aslinya, menstilir atau menggayakan, dan menggabungkan dengan bentuk lain sehingga menjadi motif baru
2. Seni Dekoratif Geometris
Seni dekoratif geometris. Jenis ini lebih cenderung tidak terikat pada bentuk-bentuk alam dan realita yang nyata melainkan pada bidang-bidang geometris yang dilipatgandakan hingga membentuk motif dan pola.
Seni dekoratif geometris adalah karya-karya seni rupa yang bebas dari peniruan alam, perwujudannya merupakan susunan motif, bentuk, atau pola tertentu ditata sedemikian rupa. Seni rupa ini mempunyai ciri khas menggambarkan suatu figur atau bentuk-bentuk di alam yang kita kenali.
Indonesia memiliki banyak sekali seni dekoratif dengan motif yang sangat kaya. Setiap daerah memiliki ragam hias dengan motif yang beragam pada benda- benda hasil karya seperti ukiran, hiasan pada bangunan, gerabah, mebel, hiasan pada kain dan taplak.
Melalui seni dekorasi, manusia akan memiliki kecakapan untuk mendekorasi suatu ruangan, bangunan, objek lainnya untuk memperindah atau mempercantik ruangan.
BAB 6 Membuat Stempel dari Kentang dan Ketela
Seni cetak grafis
Seni grafis adalah seni dua dimensi yang diciptakan melalui teknik cetak. Misalnya cetak sablon (silkscreen), cetak tinggi (seperti stempel), cetak datar (lithography), dsb.
Seni grafis adalah membuat cetakan yang dapat digunakan untuk mentransfer gambar atau tulisan dari cetakan ke media karya (misalnya di atas kertas).
Sejarah seni grafis
Terdapat dua pendapat mengenai berawalnya seni ini di dunia. Pertama, merunut pada penemuan seni cetak grafis tertua yang ditemukan di timur dunia, tepatnya negeri Tiongkok. Di negara tersebut seni grafis digunakan untuk menggandakan tulisan-tulisan yang beraroma religius. Naskah-naskah keagamaan tersebut ditatah atau diukir di atas bidang kayu, kemudian di cetak di atas kertas.
Membuat seni grafis dari kentang
Alat dan Bahan
Kentang
Ketela
Jarum
Cutter
Paku
Kertas
Cat air/tinta
Kuas
Cara Membuat
Siapkan umbi yang diperlukan, kentang dan ketela.
Kentang dan ketela dikupas dan dipotong rata pada sebuah sisi
Buat sketsa dengan pisau cutter, paku atau jarum
Lubangi dengan cara dicukil bagian yang tudak terkena tinta
Taruh tinta atau cat pada bidang yang rata
Tempelkan stempel kentang atau ketela pada tinta, tekan
Tempelkan tinta pada kertas terang untuki melihat hasilnya
Buat berkali-kali hingga membentuk sebuah pola