Gunung Argopuro adalah salah satu gunung berapi kerucut yang sudah tidak aktif di Jawa Timur, dengan ketinggian mencapai 3.088 meter di atas permukaan laut (mdpl). Terletak di wilayah Kabupaten Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso, Gunung Argopuro dikenal sebagai bagian dari Pegunungan Iyang dan memiliki jalur pendakian terpanjang di Pulau Jawa. Gunung ini merupakan surga tersembunyi bagi para pendaki yang mendambakan keheningan alam liar, lanskap yang megah, dan kekayaan flora-fauna yang menakjubkan.
Keistimewaan Argopuro tidak hanya terletak pada ketinggiannya, tetapi juga pada panjang jalur pendakiannya yang mencapai lebih dari 40 km, menjadikannya trek terpanjang dibanding gunung-gunung lain di Jawa. Jalur yang umum digunakan adalah dari Desa Baderan (Situbondo) ke Desa Bremi (Probolinggo) atau sebaliknya. Sepanjang jalur ini, pendaki akan melewati berbagai ekosistem: hutan hujan tropis, padang rumput luas, dan danau alami.
Salah satu titik paling terkenal adalah Cikasur, sebuah padang sabana luas di ketinggian yang dulunya merupakan lapangan terbang peninggalan Belanda. Tempat ini sering menjadi lokasi berkemah favorit karena pemandangannya yang dramatis dan terbuka. Di atasnya lagi, terdapat Danau Taman Hidup, danau alami yang tenang dan eksotis yang sering diselimuti kabut, menciptakan suasana magis dan mistis.
Gunung Argopuro sendiri memiliki beberapa puncak, dengan yang tertinggi adalah Puncak Rengganis dan Puncak Argopuro. Puncak Rengganis memiliki nilai sejarah tersendiri, karena dipercaya sebagai tempat pertapaan atau petilasan Dewi Rengganis, tokoh legendaris dalam cerita rakyat Jawa Timur. Pendaki bisa menemukan situs berupa reruntuhan batu, susunan altar, hingga prasasti sederhana yang menambah nuansa spiritual saat mencapai puncak ini.
Pendakian Argopuro bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga perjalanan batin. Jalurnya yang panjang dan sepi membuat para pendaki lebih terhubung dengan alam, apalagi dengan kemungkinan bertemu fauna langka seperti merak hijau, kijang, lutung jawa, dan berbagai jenis burung endemik yang hidup di kawasan konservasi ini. Suasana sunyi, vegetasi yang liar, dan keberagaman hayati membuat Gunung Argopuro lebih mirip taman purbakala yang terlupakan daripada jalur pendakian biasa.
Tantangan utama pendakian Argopuro adalah stamina dan logistik. Karena rutenya panjang dan sedikit sumber air, persiapan yang matang sangat krusial. Namun semua itu sebanding dengan pengalaman luar biasa yang ditawarkan gunung ini: kesunyian yang menyembuhkan, hamparan alam tak berujung, serta sensasi berada di salah satu tempat paling liar dan mistis di Pulau Jawa.
Pendakian via Bremi memiliki panjang sekitar 19‑20 km one‑way, yang biasanya ditempuh 2 hari (camp) atau 11–12 jam nonstop. Jalur ini memiliki kontur sangat beragam—meliputi hutan lembab, sabana, semak, dan bebatuan di puncak
Basecamp Bremi (Batas Aspal) : Start dari area belakang Basecamp Bremi, melewati kebun warga dan masuk ke hutan sekunder.
Danau Taman Hidup : Tempat istirahat pertama sekaligus sumber air. Estimasi waktu perjalanan: ±4 jam dari start.
Cemara Lima : Setelah Danau Taman Hidup, pendakian melalui Hutan Lumut dan melintasi beberapa tepian bukit untuk sampai ke Cemara Lima estimasi waktu ±2 jam. Cemara Lima merupakan area bukit cukup terbuka, sering jadi camp awal sebelum summit. Tersedia 1 titik sumber mata air di di bawah Cemara Lima ini.
Sabana Lonceng : Kamu bisa langsung ke Sabana Lonceng dari Cemara Lima, ini adalah jalur yang populer. Estimasi waktu tempuh: ±1–1,5 jam menuju Sabana Lonceng. Atau bisa juga dengan potong kompas ke puncak hyang, dengan memilih jalur kiri simpangan ke sabana loncen di bawah puncak hyang seperti pada peta di atas. dengan jalur yang sangat amat ekstrim sekali dan tidak di rekomendasikan.
Summit ke Tiga Puncak : Rute puncak bisa dilakukan berurutan dari Sabana Lonceng dalam waktu singkat (total perjalan untuk summit kurang dari 1 jam)
Puncak Rengganis : ±15–20 menit ke kiri dari Sabana Lonceng, jalur agak menanjak dan padang, dengan situs petilasan dan arca.
Puncak Argopuro (3.088 mdpl) : ±15 menit ke kanan/belok atas dari Sabana Lonceng, treknya lebih terjal.
Puncak Arca (Hyang) : Turun sedikit dari Argopuro lalu menyusuri punggungan sekitar 10 menit menuju puncak ini.