Riset Ramadhan Hari-29
Kalimat minal aidin fal faizin selalu diikuti mohon maaf lahir dan batin. Ini merupakan slogan keramat hasil kearifan lokal Nusantara. Perpaduan cuplikan syair Irak milik Shafiyuddin Al-Hilli (677-752 H.) dengan bahasa Indonesia ini sejatinya tidak ada keterkaitan makna. Selain tidak terdapat di dalam kitab suci maupun kitab hadits, bangsa Arab di negaranya sana juga kurang lazim menggunakan kalimat tadi. Baik kalimat yang awal, lebih-lebih kalimat kedua. Apapun itu, kearifan lokal semacam ini perlu tetap dilestarikan. Untuk sementara, mari kesampingkan dulu tata bahasa saat tiba hari raya.
#mohonmaaflahirdanbatin
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-28
Lebih dari seribu kata dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari bahasa Arab (1.172 kata) (1). Banyaknya kata serapan tersebut rupanya memunculkan istilah baru yang sebenarnya tidak ada di negara Arab. Sebut saja istilah halal bihalal. Pada masa pasca kemerdekaan, istilah ini dipopulerkan oleh K.H. Wahab Hasbulloh (2). Saat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung, kiai Wahab diminta presiden Soekarno untuk mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat konflik politik pada tahun 1948. Namun presiden masih bingung tentang nama dan konsep acara yang dimaksud. Kemudian tercetuslah konsep acara halal bihalal dari kiai Wahab, yaitu saling bermaaf-maafan antar semua pihak yang terlibat konflik.
Sumber:
(1) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (halaman 1-43).
#salahsatuversisejarah
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-27
Sampai sekarang masih tidak habis pikir. Ketika menemukan cap halal di kemasan salah satu sabun detergen. Timbul pertanyaan: "Mengapa cap halal dicetak untuk produk yang bukan makanan?", kemudian menyusul "Apa makna kata halal pada cap tersebut?'". Selama ini saya memahami dua makna kata halal. Pertama, barang yang boleh dimakan. Ini sesuai dengan kaidah ilmu fiqih. Kedua, barang itu gratis. Ini sesuai kebiasaan para pedagang di Arab saat menawarkan sedekah barang secara cuma-cuma kepada jamaah haji dari luar wilayah Arab. Lantas, sabun deterjen tadi masuk kategori halal yang mana? Jauh dari makna dapat dimakan, jauh juga dari makna gratis. Kalaupun bahan bakunya terdiri dari benda-benda suci atau tidak mengandung najis, seharusnya kata yang digunakan bukan halal tetapi thohir.
#halalversi3.0
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-26
Menjelang ramadhan tahun ini masih saja ditemukan, anjuran meminta maaf kepada semua orang melalui pesan berantai sosmed. Anjuran itu disertai terjemahan "hadits" yang mengada-ada alias palsu. Bukan haditsnya yang palsu, tetapi terjemahannya. Isinya: Rasulullah mengucap amin tiga kali karena mendengar doa malaikat Jibril. Karenanya, sebelum berpuasa setiap muslim wajib meminta maaf kepada: kedua orang tua, suami-istri, dan orang-orang sekitar. Setelah dicari ternyata terjemahan "hadits" tersebut tidak sesuai dengan teksnya.
Silakan lihat teks dan terjemahan hadits yang seharusnya di sini.
Sumber:
-Imam al-Bukhari. 2000. al-Adabul Mufrad. Edisi-2. Beirut: Dar ash-Shodiq (halaman 222 dan 223).
-Imam al-Bukhari. 2008. Adabul Mufrad: Kumpulan Hadits-hadits Akhlak. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar (halaman 272 dan 273).
#stoppenyebaranhaditspalsu
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-25
Jika umumnya orang menggunakan istilah seminggu untuk rentang hari dari Minggu ke Minggu (Ahad), maka seharusnya disebut apa rentang hari dari Selasa ke Selasa, seselasa? Karena kurang sesuai jika menyebut rentang hari dalam satu putaran dengan salah satu nama hari saja, mungkin lebih baik jika menyebutnya dengan pekan atau sepekan. Dengan demikian kita memiliki istilah yang jelas dan baku. Sebagaimana usbu' dalam bahasa Arab, serta week dalam bahasa Inggris.
#sepekan
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-24
Setiap pertanyaan random ini muncul, selalu menghasilkan 100% jawaban yang tidak tepat. "Apa nama hari pertama dalam satu pekan?". Sekali waktu 99% responden menjawab Senin, sedangkan 1% menjawab Minggu. Pada beberapa kesempatan yang lain 100% menjawab Senin. Jika dikaji secara bahasa, sebenarnya Senin adalah hari kedua. Berasal dari bahasa Arab itsnaini yang bermakna dua. Kembali ke pertanyaan awal, jawaban yang tepat dari pertanyaan hari pertama adalah hari Ahad. Dilihat dari bahasa asal yang sama dengan Senin, Ahad berarti satu/mono. Untuk legalitas nama hari pertama ini, Anda dapat melihat kalender Sultan Agungan yang berlaku di kraton Jogja sejak tahun 1600an hingga sekarang. Dalam kalender tersebut, hari pertama tertulis Ngahad. Pertanyaannya: Akhir pekan Anda jatuh pada hari apa, jika hari ketujuh disebut Setu?.
#ahad
#bersambung
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-23
Seorang petualang asal Lumajang sengaja pergi ke negara Suriname untuk meneliti kehidupan keturunan suku Jawa di benua Amerika. Satu hal yang mengherankan adalah ditemukannya dua kelompok besar masyarakat muslim di negara ini. Dua kelompok yang dimaksud adalah: kelompok kiblat barat (Islam madep ngulon) dan kelompok kiblat timur (Islam madep ngetan). Setelah dicari penyebabnya, ternyata kelompok kiblat barat merupakan masyarakat muslim yang meyakini bahwa arah salat mereka masih menghadap ke barat sebagaimana para pendahulu mereka saat tinggal di Jawa. Para pendatang periode awal (tahun 1890) tidak berpikir bahwa Suriname letaknya di sebelah barat kota Makkah, dengan demikian arah kiblat seharusnya menghadap ke timur. Meskipun para pendatang periode awal sudah tiada, ternyata eksistensi kelompok kiblat barat masih bertahan hingga sekarang. Selebihnya, adalah kelompok kiblat timur. Ini merupakan kelompok masyarakat modern yang telah menerima kenyataan bahwa mereka sekarang sudah berada di tempat lain yang "jauh di barat". Meskipun banyak aspek dari budaya Jawa "di timur" masih lestari.
#kiblatdisuriname
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-22
Setiap tahun terjadi dua kali, peristiwa matahari berada tepat di atas Ka'bah. Peristiwa ini dinamakan rashdul qiblah. Saat itu adalah waktu yang sesuai untuk mengevaluasi arah kiblat salat di seluruh dunia. Pada tahun kabisat seperti 2024, rashdul qiblah untuk waktu Indonesia barat bertepatan pada tanggal 27 Mei (16:17:52 WIB) dan 15 Juli (16:26:42 WIB). Sedangkan untuk tahun nonkabisat/tahun basithoh terjadi pada tanggal 28 Mei (16:17:59 WIB) dan 16 Juli (16:26:48 WIB). Selama 15 tahun ke belakang, baru sekali dapat memantau arah kiblat dengan metode ini. Kendala utamanya adalah faktor tutupan awan.
#semogatidakmendung
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-21
Faqudza adalah seorang lelaki salih dari Palestina. Dia memiliki dua orang putri yang salihah: Isya dan Hamnah (1). Setelah berusia cukup, Isya dinikahkan dengan Zakariya sedangkan Hamnah dengan Imran. Zakariya seorang tukang kayu (2) yang disegani kaumnya karena dia seorang pemuka agama. Imranpun demikian, seorang ulama yang sangat alim. Kelak, Imran memiliki seorang putri yang diberi nama Maryam (3). Namun, sebelum Maryam lahir, Imran sudah meninggal. Sejak kecil Maryam diasuh Zakariya, pamannya (4). Maryam dididik dengan ilmu agama. Di usia yang sangat senja, Zakariya belum juga memiliki momongan (5). Ketika Hamnah (Istri Imran) mendapatkan cucu laki-laki dari Maryam, pada masa yang hampir bersamaan Isya (istri Zakariya) melahirkan bayi laki-laki. Bayi Maryam diberi nama Isa, sedangkan bayi Isya diberi nama Yahya.
Sumber:
(1) Wahbah Az-Zuhaili. 2016. Tafsir Al-Munir. Jilid-8. Jakarta: Gema Insani (halaman 338).
(2) Muslim, A.H. 2006. Shahih Muslim. Riyadh: Daar Thoyyibah li an-Nasyir wa at-Tauzi’ (halaman 1116).
(3) "Terjemah Shahih Muslim". Hadits nomor 4458 dan 4459.
(4) al-Mahally & as-Suyuthi. 2015. Tafsir Jalalain wa Ma'ahu Hasyiyah Hidayatul Muwahhidin. Riyadh: Madarul Wathan Lin Nasyir (halaman 54).
(5) Abi Fida Ismail bin Katsir. 2010. Al-Bidayah wa al-Nihayah. Jilid-3. Beirut: Daru Ibnu Katsir (halaman 218).
#ali_imrandanceritatiganabi
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-20
-Mahasiswa: "Sebenarnya masyarakat atheist dengan yang beragama hidup rukun di negeri ini. Seperti di keluarga saya, meski saya atheist tetapi nenek saya beragama Buddha."
-Saya: "Lalu, bagaimana dengan konsep pahala? Kalau dalam agama kami, pahala adalah skor positif dari Tuhan karena kita telah melakukan kebaikan."
-Mahasiswa: "Pada keyakinan kami ada yang namanya 'hukum tabur-tuai'. Siapa yang menabur kebaikan, suatu saat pasti menuai kebaikan pula. Begitu juga dengan keburukan."
-Saya: "Bagaimana dengan agama Kong Hu Chu?"
-Mahasiswa: "Di negeri ini, Kong Hu Chu bukanlah agama. Itu merupakan nama seorang tokoh filsafat sosial yang ahli tata negara dan strategi perang".
-Saya: "Di negeri kami, Kong Hu Chu dikenal sebagai agama yang dianut sebagian kawan keturunan Tionghoa."
-Mahasiswa: "Kong Hu Chu memang seorang tokoh pendidikan klasik, ajarannya tentang tata negara hingga sekarang dijadikan soal tes masuk pegawai negara. Namun dia bukan agamawan."
-Mahasiswa: "Saya mengerti Anda heran mengapa kami tidak memilih agama apapun. Sebenarnya kami juga heran, mengapa Anda memilih beragama?"
Responden: David Lee (15810160983)
#dialogdenganatheist
#untukkalangansendiri
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-19
Sepuluh tahun yang lalu saya pernah bertemu mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di Tiongkok. Ada satu percakapan yang menarik untuk disimak. Sebelum itu, sesuai data dari Pew Research Center (2012), lebih dari setengah populasi warga Tiongkok (52,24%) memilih tidak meyakini agama apapun alias atheist.
-Saya: "Kalau memang mayoritas warga negara ini atheist, lantas banyaknya kuil yang kita temui di sepanjang perjalanan tadi digunakan untuk menyembah siapa?"
-Mahasiswa: "Tempat ibadah yang ada dipakai untuk berdoa pada nenek moyang."
-Saya: "Dosa dalam agama adalah saat pemeluknya melanggar aturan Tuhan, bagaimana pandangan dosa menurut Anda sebagai atheist?"
-Mahasiswa: "Menurut kami, dosa adalah saat seseorang melanggar aturan negara. Karena itu, untuk pengampunan orang itu wajib membayar denda ke negara."
-Saya: "Bagaimana kalau kita tidak membayarnya?"
-Mahasiswa: "Hidup kita akan sulit di kemudian hari. Melalui 'eKTP', semua dapat terpantau. Mulai data kependudukan hingga data pelanggaran-pelanggaran yang pernah kita lakukan."
-Mahasiswa: "Misalnya kita pernah mencuri, lantas suatu saat kita akan membeli rumah. Maka kita tidak akan dilayani hingga bersedia mengakui dan membayar denda atas pencurian yang mungkin kita sudah melupakannya".
#dialogdenganatheist
#bersambung
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-18
Riset berikut berawal dari rencana pemanfaatan air kamar mandi mushala untuk mengairi taman sekolah. Tiga tahun yang lalu terbentuklah tim riset yang bertugas mengamati perkembangan enam jenis tanaman uji coba. Keenam tanaman yang dimaksud adalah: kenikir, jagung, kacang hijau, bunga pukul empat, pacar air, dan padi. Tanaman-tanaman uji coba yang masih berupa biji disiram dengan empat jenis air, yaitu: air murni, air bekas wudhu, air najis, dan air bekas cuci tangan (tanpa sabun). Tahap penyiraman dilakukan selama dua pekan dengan takaran yang seragam. Hasil riset: tanaman uji coba paling cepat tumbuh dan berkembang jika disiram dengan air bekas wudhu. Setelah itu diikuti tanaman yang disiram dengan air najis, air murni, dan yang terakhir air bekas cuci tangan. Rupanya hasil riset ini sesuai dengan penelitian Dr. Masaru Emoto dalam bukunya The Secret Life of Water. Kata Masaru, air yang diperdengarkan doa kualitasnya lebih baik dari air biasa.
#khasiatairmengandungdoa
#belumdiujikanpadahewan
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-17
Bagaimana mungkin kata kafuro/kapur muncul dalam Al-Quran yang turun pada abad ke-7? Jika ditelisik dari sejarah, memang bangsa kita sudah lama menjalin hubungan dagang dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tidak terkecuali dengan bangsa Arab. Sejak puluhan abad yang lalu, komoditas kapur dari Barus sudah dikenal dunia. Bahkan tempat yang bernama Barus sudah dikenal oleh Claudius Ptolemaeus (Mesir/Yunani) pada abad ke-2 M (1). Selain itu catatan dari Arab berjudul Ahbar as-Sin wa al-Hind atau Catatan Mengenai Cina dan India yang ditulis pada tahun 851 M mengungkapkan bahwa kapur dari Barus merupakan kamper bermutu tinggi (2). Dengan demikian bangsa Arab sudah mengenal baik kapur barus sejak ratusan tahun yang lalu. Sejak pohon kamper (Dryobalanops aromatica) masih banyak ditemui di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Dalam surah Al-Insan: 5 diceritakan bahwa minuman ahli surga adalah campuran air kafur. Kata kafur digunakan untuk menggambarkan sifat air yang berwarna putih dan beraroma seperti kapur barus (3), yang dipancarkan oleh salah satu mata air surgawi (4).
Sumber:
(1) Azhari, I. Politik Historiografi Sejarah Lokal: Kisah Kemenyan dan Kapur Dari Barus, Sumatera Utara. Jurnal Sejarah dan Budaya. vol. 11 no.1. 2017 (halaman 9-23).
(2) Nurfaizal. Barus dan Kamper Dalam Sejarah Awal Islam Nusantara. Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies. vol. 14 no.2. 2018 (halaman 76-92).
(3) Al-Jawi, N. Marahu Labid: Li Kasyfi Ma'ani al-Quran al-Majid. Beirut-Libanon: Darul Kutub al-Ilmiyah. 1316 H (halaman 587).
(4) Lihat surah Al-Insan: 6
#bahasakitadalamqur'an
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-16
Di dalam Al-Quran terdapat sebuah kata yang cukup aneh menurut saya. Aneh secara bahasa maupun maknanya. Setelah sekian lama, penjelasan tentang makna kata yang dimaksud menemukan titik terang. Yaitu ketika mendengarkan kajian seorang ustadz millenial. Sang Ustadz menyampaikan bahwa kata itu tidak berasal dari bahasa Arab, namun berasal dari bahasa kita (bahasa Indonesia). Setelah mengecek beberapa kamus bahasa Arab, ternyata 7 dari 12 kamus memang tidak mengenal kata itu. Tetapi lima diantaranya menerjemahkannya sebagai 'kapur barus' alias 'kamper' (1). Pencarian makna berlanjut hingga menemukan 21 hadits dari berbagai riwayat, diantaranya hadits riwayat Bukhari (2) dan riwayat Muslim (3). Nabi menyebut kata itu dalam pembahasan cara memandikan jenazah. Kata yang dimaksud adalah kafuro, yang terdapat pada ujung surah Al-Insan ayat 5. Untuk mendukung penafsiran kata tersebut, Anda dapat membuka tafsir Jalalain. Dalam kitab tafsir ini kata kafuro ditafsirkan sebagai kapur, campuran minuman surgawi yang berbau harum (4). Terkait hal ini kata kafur tidak berhubungan dengan makna kapur gamping maupun batu kapur. Karena keduanya di dalam bahasa Arab dikenal dengan nama al-Jiiru dan kalsiyyu (5).
Sumber:
(1) Salah satu kamus: https://tradukka.com/
(2) al-Bukhari, A.A. 2002. Shahih Bukhari. Beirut: Daar Ibnu Katsir (halaman 304).
(3) Muslim, A.H. 2006. Shahih Muslim. Riyadh: Daar Thoyyibah li an-Nasyir wa at-Tauzi’ (halaman 416).
(4) Jalaludin Al Mahally & Jalaluddin As Suyuthi. Tafsir Jalalain wa Ma'ahu Hasyiyah Hidayatul Muwahhidin. Riyadh: Madarul Wathan Lin Nasyir. 1436 H/2015 M (halaman 579).
(5) Munawwir, A.W. 1997. Kamus Al Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap. Edisi-2. Surabaya: Pustaka Progressif. (halaman 227 dan 238).
#bahasakitadalamqur'an
#bersambung
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-15
Ada dua pendapat mengenai asal usul penamaan bulan Ramadhan. Pendapat pertama menyebutkan bahwa penamaan Ramadhan terkait dengan fenomena geografis negeri Arab. Ramadhan merupakan bulan kesembilan dari bulan-bulan di Arab. Saat pemberian nama bulan kesembilan ini, Arab dalam kondisi sangat panas sehingga muncul kata romdho'i yang bermakna sangat panas. Sedangkan pendapat kedua menyebutkan bahwa ramadhan berasal dari kata yarmidhu yang bermakna membakar/menghanguskan dosa.
Sumber: Hasan bin Ahmad bin Muhammad Al Kaff. 2003. At Taqrirotus Sadidah fi Masail al-Mufidah. Edisi-1. Tarim: Darul Ilmi Wad Da'wah (halaman 433).
#berawaldarikondisigeografis
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-14
"Kata tarawih merupakan bentuk jamak dari tarwiihah yang bermakna istirahat. Di awal pelaksanaannya dulu, salat sunnah malam ramadhan ini selalu diselingi istirahat setiap selesai dua kali salam/dua salat. Jika salat ini dilakukan berkali-kali, tentu banyak pula istirahatnya. Istirahat dalam jumlah banyak inilah yang disebut sebagai tarawih."
Sumber: al-Asqalani, I.H. 2005. Fathul Baari: Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari. Edisi-11. Jakarta: Pustaka Azzam (halaman 474).
#salatistirahat
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-13
Dalam hadits riwayat Bukhari nomor 6227 (1) dan hadits riwayat Muslim nomor 2841 (2), Nabi Muhammad mengatakan bahwa tinggi nabi Adam adalah 60 hasta. Jika dikonversi ke dalam satuan pengukuran modern maka angka tersebut setara dengan 27,43 meter (3). Di sisi lain, dunia peleontologi pernah menemukan fosil dinosaurus yang dianggap paling besar sekaligus menakutkan: Tyrannosaurus Rex (t-rex). Fosil t-rex berukuran panjang 12 meter dan tinggi mencapai 6,5 meter (4). Dengan asumsi tinggi manusia saat ini 169 centimeter, maka perbandingan ukuran tubuh nabi Adam dengan t-rex setara dengan ukuran tubuh kita dengan seekor ayam (tinggi = 40 cm).
Sumber:
(1) al-Bukhari, A.A. 2002. Shahih Bukhari. Beirut: Daar Ibnu Katsir (halaman 1554).
(2) Muslim, A.H. 2006. Shahih Muslim. Riyadh: Daar Thoyyibah li an-Nasyir wa at-Tauzi’ (halaman 1303)
(3) https://citizenmaths.com/id/length/cubit-to-meter
(4) https://www.britannica.com/animal/Tyrannosaurus-rex
#t-rexyangmini
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-12
"Suatu hari khalifah Umar memeriksa dokumen kenegaraan yang bertanda bulan Sya'ban, tanpa tanggal dan tahun. Umar kemudian bertanya kepada pejabat lainnya, 'bulan Sya'ban yang mana?'. Ternyata tidak ada yang mengetahui secara pasti. Jika dibiarkan, permasalahan semacam ini akan mengakibatkan kebingungan dan kesalahan fatal, pikir Umar. Akhirnya Sang khalifah mengadakan rapat pembentukan tahun. Hasil rapat tersebut adalah: penentuan perhitungan awal tahun didasarkan pada awal hijrahnya Rasulullah ke kota Yatsrib/Madinah. Karenanya tahun yang baru dinamakan tahun Hijriyah. Rapat tersebut dilaksanakan pada tahun ke-17 setelah peristiwa hijrah terjadi. Sebelum adanya tahun Hijriyah, bangsa Arab menandai tahun-tahun dengan peristiwa-peristiwa penting atau luar biasa. Misalnya 'tahun gajah' untuk menandai kelahiran Rasulullah."
Sumber: Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. 2002. Ensiklopedi Islam. Jilid-5. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve (halaman 68-69).
#membuattahun
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-11
Saat menyusun lini masa/timeline kerajaan kuna Nusantara, saya menemukan jawaban dari pertanyaan ‘mengapa negara kita yang penduduknya mayoritas muslim ini zaman sejarahnya diawali dengan munculnya kerajaan-kerajaan beraliran Hindu dan bukan kerajaan beraliran Islam?’. Jawabannya: 'Karena saat kerajaan tertua Martapura (dikenal dengan nama Kutai) berdiri pada abad ke-4 (sekitar tahun 400 M) (1), Islam di Arab belum muncul'. Menurut astronom Mahmud al-Falaki dari Mesir, Nabi Muhammad sebagai pembawa ajaran Islam dilahirkan pada abad ke-6 (571 M). Dengan kata lain, kelahiran Nabi terjadi jauh setelah berdirinya kerajaan tertua pertama atau sezaman dengan pemerintahan raja Kertawarman, penguasa ke-8 dari kerajaan Tarumanagara (561-628 M) (2). Tarumanagara sendiri merupakan kerajaan tertua kedua di Nusantara yang beraliran Hindu.
Sumber:
- Sarip, M. Kajian Etimologis (Kutai) Martapura di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Yupa: Historical Studies Journal. vol.4 no.2. 2020 (halaman 50-61).
- Ristiningsih, R. 2023. Sejarah Kerajaan-Kerajaan Jawa Kuno: Dari Abad 4 - 5 Masehi. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia (halaman 112).
#bedaruangsatuwaktu
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-10
Seorang raja pernah berupaya memadukan penanggalan Saka (menggunakan dominasi sistem edar matahari) dengan penanggalan Hijriyah (menggunakan sistem edar rembulan). Upaya ini dilakukan karena di kerajaannya masih menggunakan perhitungan tahun Saka, sedangkan dia merupakan raja sekaligus pemikir Islam. Dengan kondisi demikian tentu saja perayaan adat di kerajaannya tidak selaras dengan perayaan hari besar Islam. Dibuatlah sistem penanggalan baru yang merupakan perpaduan dua penanggalan tadi yang kemudian dikenal dengan penanggalan Jawa. Penanggalan Jawa melanjutkan tahun Saka namun menggunakan siklus peredaran rembulan. Sejak itu, semua perayaan adat di kerajaan menjadi selaras dengan perayaan hari besar Islam. Raja yang dimaksud adalah Sultan Agung, penguasa ketiga kerajaan Mataram Islam antara tahun 1613 hingga 1645 M.
#berpadunyasakadanhijriyah
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-9
Sistem penanggalan rembulan dan matahari memiliki selisih 10,88 hari. Sistem rembulan (dipakai dalam kalender Hijriyah) berusia 354,37 hari dalam setahun. Sedangkan sistem matahari (dipakai dalam kalender Masehi) berusia 365,25 hari. Maka tidak perlu heran jika Idul Fitri pada kalender Masehi maju 11 hari setiap tahunnya atau maju 3 tahun tiap satu abad (1).
(1) Lihat juga tafsir surah al-Kahfi ayat 25 pada Tafsir Jalalain wa Ma'ahu Hasyiyah Hidayatu al-Muwahhidin karya al-Mahally & as-Suyuthi terbitan Madaru al-Wathan li an-Nasyir 1436 H/2015 M. halaman 296.
#rembulanlebihdahulu
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-8
Dengan asumsi bulan Ramadhan ini 29 hari, maka di tahun 2025 kita hanya memerlukan 391,5 jam (4,46%) waktu untuk berpuasa. Itu jika kita hanya menjalankan puasa wajib. Di sisi lain, jika durasi rata-rata tidur kita setiap harinya adalah 6 jam maka dalam satu tahun kita menghabiskan waktu 2196 jam (25%) untuk tidur. Kesimpulannya: durasi berpuasa dalam satu tahun ini belum mencapai seperlima dari lamanya waktu tidur kita.
#puasaitusingkat
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-7
Saat tiba bulan Ramadhan, masyarakat muslim di sekitar kutub utara bumi harus lebih pandai mengatur waktu. Sebut saja kota Longyearbyen, Norwegia. Di bulan April, durasi puasa di kota ini tidak menentu. Kadang bisa mencapai 23 jam karena jarak antara maghrib dan subuhnya hanya 1 jam. Di saat yang lain malah "tidak ada puasa" karena waktu salat Subuh, Dzuhur, Maghrib, dan Isya tiba pada waktu yang bersamaan. Beruntung tahun 2025 ini Ramadhan tidak bertepatan dengan bulan April. Sehingga durasi puasanya rata-rata 'hanya' 13 jam.
Sumber: muslimpro.com
#bersyukurkitadiequator
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-6
Jika Anda bangun kesiangan dan tidak sempat makan sahur, mungkin cara ini bisa dicoba: Silakan ambil penerbangan jam 8 pagi dari Jakata ke Sydney pada bulan Maret ini. Dengan durasi penerbangan 7 jam 14 menit, maka Anda dapat berbuka puasa tepat saat mendarat pukul 19.14 atau maghrib waktu Sydney. Lumayan, dapat diskon 3 jam dari durasi puasa biasanya.
#ketimursemakincepat
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-5
Sampai kapanpun kita harus mendahului Arab Saudi dalam penentuan waktu awal Ramadhan jika menggunakan metode rukyatu al-hilal. Bukan karena mengesampingkan sunnah Nabi namun karena posisi kita di sebelah timur Arab Saudi. Artinya, kita lebih dulu melihat bulan, sebagaimana kita lebih dulu melihat matahari terbit.
#posisimenentukanprestasi
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-4
Secara bahasa imsak dalam puasa bermakna menahan, yang waktunya antara subuh hingga maghrib tiba. Secara tradisi imsak bermakna persiapan, sebelum semua larangan berpuasa mulai dihindari. Pada umumnya imsak secara tradisi tiba 10 menit sebelum subuh.
#tradisiberhatihati
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-3
Secara tekstual tidak ada hadits Nabi yang menganjurkan berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang berasa manis. Kalimat/anjuran tersebut bukan berasal dari hadits, tetapi persepsi para ulama', salah satunya adalah Al Hattab Ar Ru'aini. Beliau menafsirkan berbagai makanan manis sama dengan kurma melalui kitabnya Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil. Dalam kitab tersebut Al Hattab menuliskan "... dengan kurma atau apa yang semakna dari yang manis-manis..."
Sumber: Al-Hattab Ar-Ru'aini. 2003. Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil, Jilid 3. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah. (halaman 306).
#tehbotolnumpangiklan
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-2
Makan sahur dengan nasi goreng dapat mengakibatkan rasa haus yang berlebihan di pagi hari. Karena nasi goreng bersifat hidrofilik (suka air). Dia akan menyerap semua cairan di mulut dan kerongkongan.
#dahagaberlipat-lipat
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Riset Ramadhan Hari-1
Makan malam setelah jam 12, dapat menyebabkan sahur tidak enak dan kurang nyaman, karena makanan di perut belum sepenuhnya tercerna.
#sahurcukupsekali