Halo, nama saya Arista dari kelas IX-B. Ini cerita menarik saya tentang lebaran kemarin.
Pada saat malam lebaran warga desa mengadakan pembagian zakat fitrah sekaligus takbir keliling naik mobil bak terbuka. Semangat yang menggebu rupanya perlahan luntur oleh hujan lebat. Saya bersama rombongan terpaksa menunda kedua agenda tadi hingga hujan reda. Setelah lama menunggu ternyata solusi terbaik adalah membagi zakat dengan berjalan kaki dari rumah ke rumah. Ini dilakukan karena hujan tidak juga reda. Setelah pembagian zakat selesai, hujanpun reda. Menarik bukan?. Agenda takbir keliling yang sempat tertunda akhirnya terlaksana meski agak khawatir juga nanti hujan turun kembali saat rombongan di tengah perjalanan.
Seorang teman cewek, sebut saja namanya si RY rupanya mengajak saya berjalan-jalan ke Cepu alih-alih mengikuti agenda takbir keliling. Astaghfirullah, kok bisa-bisanya agenda takbiran menjadi belok 90 derajat. Tapi, bukan malam hari raya jika tidak takbiran. Saya memberitahu RY bahwa siap ke Cepu tapi setelah takbiran di musholla dulu. RY mengiyakan. Jam menunjukan pukul 21.00, saatnya berganti kostum. Setelah salim muter dengan jamaah lainnya, saya meluncur ke Cepu dengan RY. Uniknya, ternyata malam hari raya saya temui banyak pasangan muda-mudi yang membuat perjalanan sedikit tersendat. Bayangkan saja, malam hari raya kok dimanfaatkan untuk berduaan. Beloknya tidak sekadar 90 derajat, tapi 180 derajat.
Sesampai di Cepu kita hanya duduk-duduk di taman melihat lalu lalang lalu lintas yang semakin malam semakin ramai. Yang terjadi berikutnya cukup membuat saya terkejut. Ternyata si RY didatangi cowoknya. Ya ampun... RY mengajakku ke Cepu hanya untuk dijadikan obat nyamuk?. Untuk mengantisipasi saya kabur, maka RYpun membelikan saya banyak makanan dan minuman. Mau-tidak mau, kalau seperti ini obat nyamuk akan tetap di tempat hingga acara selesai. Dasar si RY!. Dalam perjalanan pulang, untuk meredam amarah saya RY kembali mengajak mampir ke warung bakso. Okelah, obat nyamuk mana yang tidak luluh dengan tumpukan jajan ditambah kuah bakso? Makasih RY, tapi jangan diulangi lagi janjian dengan mengajak gadis lugu ini. Sedangkan untuk urusan makan-makan, bolehlah diulangi lagi kapan-kapan.
Setengah satu dini hari sampai rumah. Langsung kurobohkan badan ini ke kasur karena tak sabar menikmati lebaran besok, dengan baju baru tentunya. Besoknya jam 05.10 saya dibangunkan dan langsung disuruh mandi oleh ayah. Bayangkan, istirahat hanya 4,5 jam langsung disuruh mandi. Jadinya berangkat ke kamar mandi dengan mata tertutup. ”Ritual” setelah mandi dan salat subuh masih seperti hari-hari biasa: bersih-bersih rumah. Mudah-mudahan hasilnya benar-benar bersih mengingat semua dilakukan dengan mata setengah terbuka. Mata perlahan kembali terbuka normal saat kaki melangkah ke musholla terdekat untuk melaksanakan salat Idul Fitri. Meski sudah benar-benar melek, jangan tanya tentang isi khutbahnya. Ampuni saya ya Allah, ternyata mengantuk itu cobaan terberat untuk pendengar khutbah.
Ye! waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Saatnya berkeliling ke sanak saudara dan para tetangga untuk meminta amplop, eh meminta maaf. Kalau sudah seperti ini, sarapan jadi nomer sekian, yang penting dandan dulu untuk persiapan keliling. Semalam sudah memanjakan perut, sekarang saatnya memanjakan hati. Supaya jiwa tetap bersih, dan fikiran menjadi segar. Rutinitas setahun sekali di keluarga saya adalah pelaksanaan foto keluarga setelah bermaaf-maafan. Rupanya di saat sesi foto keluarga saya penasaran dengan pemberian maaf, eh amplop dari para tetangga. Setelah diintip-intip dan dihitung berulang-ulang ternyata dapat 30 juta, maaf 30 ribu. Lumayan untuk nyicil bayar perpisahan sekolah.
Pukul 10.00 setelah acara keluarga selesai gantian teman-teman yang datang ke rumah. Semua tampak gembira saat ayah menyajikan bakso. Katanya ”enak sekali!”, meski statusnya gagal produk. Apapun itu, terima kasih ayah, karena telah menyambut baik teman-teman yang main ke rumah. Tidak cukup hanya bakso, rupanya kue lebaran di meja dihabiskan juga sama teman-teman. Saya berpikir, ini mungkin balasan untuk saya atas kejadian tadi malam, mengisi penuh perut ini dengan jajan dan bakso.
Sekian dulu cerita dari saya, mohon maaf jika kurang seru. Jika ingin mendapat cerita yang detail, datang saja ke rumah. Nanti pasti dapat cerita yang lengkap.