TAPAK TILAS
P E S A N T R E N
P E S A N T R E N
TAPAK TILAS
PONDOK PESANTREN AL-QUR`AN NURUL HUDA
Lokasi & Berdirinya Pondok Pesantren Al-Qur`an Nurul Huda
Pondok Pesantren Al-Qur`an Nurul Huda (PPANH) adalah salah satu lrmbaga pendidikan islam di Indonesia. Tidak luput dari Kota Pendidikan yakni Malang. Lebih tepatnya di Jalan Kramat No. 71 Kel. Pagentan-Singosari.
Pada tahun 1967 Masehi pondok pesantren ini mulai tumbuh, seorang Ulama yang Hamilul Qur`an yaitu Romo KH. Abdul Mannan Syukur bin KH. Abu Syukur merintis PPQ. Nurul Huda hingga saat ini.
Ciri Khas yang beliau bawa adalah Pengajian Al-Qur`an Metode Qiroaty hingga Menghafalkan Qur`an. Serta pengajian Kitab-kitab ulama salaf (Pendidikan Madrasah Diniyah selama 6 tahun).
PPANH (PPQNH) yang kala itu terkenal angker tanahnya berbau harum. Ini satu indikasi bahwa Nurul Huda memiliki prospek cerah dimasa mendatang dalam misi Syi`ar Islam. Kini semua menjadi kenyataan, bahkan diusianya yang hampir 49 tahun eksitensinya tidak diragukan lagi, Nama Nurul Huda menggema di berbagai daerah dan memiliki tempat tersedniri di masyarakat. Nurul Huda juga salah satu pesantren yang bernuansa Qur`ani yang masih kokoh berdiri di era Globalisasi ini.
Nurul Huda juga gigih dalam upaya mencetak kader-kader pemimpin islam yang Qur`ani serta berwawasan luas. Maka tak heran apabila alumnus di Jawa Timur kebanyakan dari pondok pesantren ini. Ini merupakan fenomena yang menggembirakan sebagai sumbangsih PPQ. Nurul Huda dalam memberikan corak baru di tengah masyarakat.
Perkembangan Sarana Fisik Pondok Pesantren
Semula Nurul Huda ini berupa surau kecil dari papan kayu yang disertai tumpukan-tumpukan sisa bambu yang masih terkesan sangat Tradisional. Namun semua itu penuh dengan makna. Kemudian selang beberapa bulan berikutnya pesantren diramaikan dengan 40 santri yang seacara berbondong dan sorogan mengaji Al-Qur`an. Dengan metode yang sangat mudah diterima dan sangat menarik itu, pengajian yang akan diadakan di pesantren (Jalan Kramat No. 23 yang mana sekarang berubah menjadi No. 71) ini mengundang antusias ratusan masyarakat dari berbgai daerah untuk ikut serta mengjadi di Nurul Huda. Saat itu pengajaran langsung diampu oleh Bapak Pengasuh (Romo KH. Abdul Mannan Syukur) dengan di bantu oleh santri yang sudah mampu untuk membagi ilmunya. Materi yang diberikan mulai dari baca tulis huruf arab sampai bagaimana santri dapat memahami, menghafalkan Al-Qur`an dengan baik.
Lahir pada Bulan Mei 1973 M. Diresmikanlah pesantren ini dengan diberi nama oleh Bapak Pengasuh PPANH. Dan peresmiannya dengan mengadakan Khotmil Qur`an yang pertama. Pesantren mengalami peningkatan santri setiap tahunnya. semakin bertambahnya santri kapasitas asrama yang berada di Barat Pasar Singosari kurang lebih 200 meter tidak cukup menampung santrinya beliau.
Pada Tahun 1977 m. Di bangunlah gedung dengan ukuran 12x15 m² yang dibagi menjadi 6 kamar. Ada 2 kamar yang berukuran 3,5x3,5 m²
merangkap menjadi Mushollah Putri yang mana pada saat itu terhitung lebih banyak, sehingga tahun berikutnya makin banyaklah santri beliau dari berbagai daerah. Maka dilakukan pengembangan dengan membangun peningkatan gedung asrama. Dengan total luas 2,5 hektar pengembangan di Nurul Huda masih di lanjutkan hingga saat itu.
Lokal Gedung 3 Lantai berfungsi sebagai ; Lantai 1 Kantor dan Kamar dewan asatidz, Lantai 2 & 3 Kamar Santri.
Lokal Gedung 3 Lantai berfungsi sebagai ; Lantai 1 Kamar Santri, Lantai 2 & 3 Kelas Madrasah Diniyah serta Aula.
Lokal Gdeung 4 Lantai berfungsi sebagai ; Lantai 1 Musholla Putra, Lantai 2 & 3 Kamar Santri, Lantai 4 sebagai jemuran pakaian.
Gedung untuk Putri, Lokal Gedung berlantai 4 dengan fasilitas sama dengan Putra, Sekitar 30 kamar dan beberapa ruangan untuk kantor serta Kelas Diniyah dan Musholla Putri.
Bahkan pada saat itu Nurul Huda mulai merintis Pondok yang berbasis ramah untuk anak yang sekarang di beri nama Pondok Pesantren Al-Qur`an Nurul Huda II. Nurul Huda hingga saat ini masih tampak mewah dan megah bangunannya apabila di lihat dari arah barat Lapangan Tumapel Singosari, yang berdampingan dengan PP. Al-Islahiyah Putri dan PP. Miftahul Falah atau yang lebih dikenal dengan Pondok Bungkuk).