Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan individu yang berkualitas. Salah satu metode yang menarik dan efektif dalam menghasilkan individu yang memiliki budi pekerti yang baik di tengah kehidupan masyarakat adalah melalui konsep Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
Membiasakan diri dengan 5S merupakan anjuran yang harus dan perlu dilakukan individu ketika berkomunikasi dengan orang lain dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Perilaku ini menunjukkan bahwa seluruh warga sekolah mampu bersikap sopan dan santun kepada yang lebih tua, lebih muda, maupun ke sesama. Dalam penerapannya, tidak ada siswa yang tidak menerapkan 5S di pagi hari. Hal tersebut membuktikan bahwa seluruh siswa di SMA Negeri 8 Kota Malang memiliki karakter dan budi pekerti yang baik.
Setiap pagi pada hari Senin-Jumat seluruh mahasiswa PPL Informatika Universitas Negeri Malang turut berpartisipasi dalam melaksanakan piket 5S mulai pukul 06.15-06.45 WIB. Dengan mengikuti budaya tersebut di sekolah, kami menyadari betapa pentingnya senyum dalam berinteraksi sehari-hari. Dengan memberikan senyuman di pagi hari sama dengan mengirimkan sinyal positif kepada siswa maupun rekan mahasiswa yang kita temui. Dengan memberikan sapaan dan mengucapkan salam menunjukkan rasa hormat dan pengakuan terhadap keberadaan mereka. Tidak lupa sikap sopan dan santun menjadi penting untuk menjaga profesionalisme dan kerja sama yang harmonis di lingkungan kerja.
Dalam refleksi ini, kami menyadari bahwa praktik-praktik sederhana seperti senyum, sapaan, salam, serta sikap sopan dan santun dapat memiliki dampak yang besar pada penerapan budi pekerti di lingkungan kerja. Kami berkomitmen untuk terus mempraktikkan dan mendorong budaya ini di lingkungan kerja kami nantinya, karena kami yakin bahwa hal tersebut akan menghasilkan hasil yang positif bagi seluruh civitas.