Susi Ani
Nama saya Susi, dan saya lahir di Banyuwangi. Keluarga saya orang Jawa biasa, jadi saya dibesarkan dlm suasana seperti itu.
Saya menikah waktu saya berumur 14 tahun, kemudian saya merantau ke Bali tahun 1982.
Saya mulai tertarik dengan Tuhan Yesus pada waktu banyak saudara saya ngomong tentang Yesus dan saya mulai nonton program di televisi.
Kemudian pada Hari Natal 2020, saya diajak ikut piknik di pantai Bali Beach, untul merayakan Hari Natal. Di situ ada orang dari luar. Dia memberitakan padi kami semua tentang Tuhan Yesus, dan dia menjelaskan jalan keselamatan. Baru saya mulai mengerti bagaimana dosa saya dapat diampuni.
Sebelum Hari Natal itu, sudah lebih dari setahun saya menderita sakit maag. Kalau saya makan, perut saya bengkak dan merasa keras, sampai saya takut makan. Penyakit tersebut sangat mengganggu hidup saya. Untuk sejangka waktu lebih dari setahun, walaupun saya sering kali diobati Doktor, dan mimum banyak obat yang mahal, saya tetap sakit. Sakit tersebut begitu berat, saya sampai pinsang di rumah.
Pada Hari Natal di pantai, saya didoakan oleh Bapak yang memberitakan Firman, dan saya langgsung merasa sesuatu yg terjadi dalam perutku. Setelah saat itu, saya tidak perna mengalami sakit maag lagi. Saya bisa makan seperti biasa, dan saya sembuh secara total!
Jadi, mulai dari situ saya mulai percaya sama Tuhan Yesus, dan mulai mengikuti pelajaran Alkitab di Rumah Pembaruan Hidup, Sanur.
Yang saya alami sejak Hari Natal 2020, adalah pelepasan dari rasa marah. Dulu saya agak gampang tersinggung, dan sering marah pada apa saja dan siapa saja juga, sampai saya berteriak pada orang.
Tetapi setelah saya menerima Tuhan Yesus saya jauh lebih sabar, dan merasa sukacita ganti dari rasa marah! Hatiku jauh lebih senang karena Yesus tinggal berdiam dalam hatiku! Puji Tuhan.