Baca Selengkapnya
Kader BKB Yonif 712 Ikuti TAMASYA Kelas Orangtua Hebat Seri 2 Bahas Pentingnya ASI dalam 1000 HPK
Baca Selengkapnya
Kader BKB Yonif 712 Ikuti TAMASYA Kelas Orangtua Hebat Seri 2 Bahas Pentingnya ASI dalam 1000 HPK
Manado — Kader Bina Keluarga Balita (BKB) Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS LV Yonif 712 kembali memperkuat kapasitasnya melalui keikutsertaan dalam kegiatan TAMASYA Kelas Orangtua Hebat Seri 2 yang diselenggarakan oleh BKKBN pada Rabu, 10 Desember 2025. Kegiatan yang menghadirkan para ahli ini mengusung tema besar “Pentingnya ASI dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)” dan diikuti oleh Wakil Ketua Persit KCK Cabang BS LV Yonif 712 bersama seluruh Kader BKB.
Acara dipandu oleh Edmondo Bawinto, S.AK sebagai moderator dan menghadirkan narasumber dr. Lydia Wangke, SpA, Subdp. TKPS (K), yang memberikan penjelasan komprehensif mengenai manfaat ASI dan peran vital 1000 HPK bagi tumbuh kembang anak.
Dalam pemaparannya, dr. Lydia menjelaskan bahwa 1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode mulai dari janin terbentuk hingga anak berusia dua tahun. Masa ini dikenal sebagai “periode emas” atau window of opportunities yang menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan perkembangan anak di masa depan. Asupan gizi serta perawatan yang tepat dalam fase ini terbukti berdampak besar dalam mencegah stunting dan berbagai gangguan tumbuh kembang.
Narasumber juga menekankan bahwa ASI memiliki komposisi paling kaya dan lengkap dibandingkan sumber nutrisi lain. Tidak hanya mengandung makro dan mikronutrien, ASI juga dilengkapi zat bioaktif, antibodi, sel hidup, faktor antimikroba, serta Human Milk Oligosaccharides (HMO) yang berperan penting membangun sistem kekebalan tubuh bayi. Selain itu, ASI turut mengandung hormon, enzim, vitamin, dan mineral yang membantu perkembangan seluruh fungsi tubuh bayi secara optimal.
dr. Lydia menyampaikan bahwa ASI sangat penting dalam fase 1000 HPK karena mampu memenuhi 100 persen kebutuhan nutrisi bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Setelah usia enam bulan hingga dua tahun, ASI tetap menjadi sumber nutrisi pendamping MPASI yang berperan besar dalam mendukung perkembangan otak, mencegah infeksi, dan menurunkan risiko stunting. Bagi ibu, menyusui juga memberikan banyak manfaat, seperti mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium, membantu pemulihan pascapersalinan, serta membantu menjarangkan kehamilan secara alami.
Pada sesi lanjutan, peserta juga mendapatkan panduan praktis terkait keberhasilan ASI eksklusif. Mulai dari pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dalam satu jam pertama kelahiran, menyusui on demand, menjaga perlekatan dan posisi yang benar, hingga menghindari penggunaan dot yang dapat menyebabkan nipple confusion. Materi juga mencakup anjuran penyimpanan ASI perah bagi ibu bekerja serta pentingnya dukungan keluarga dan pengelolaan stres agar produksi ASI tetap optimal. Narasumber mengingatkan agar ibu segera mencari bantuan tenaga ahli jika mengalami masalah menyusui seperti puting lecet, produksi ASI menurun, atau bayi tidak mengalami kenaikan berat badan.
Menutup kegiatan, dr. Lydia menggarisbawahi pesan penting bahwa ASI merupakan fondasi utama kesehatan dan perkembangan anak. Asupan gizi yang tepat dalam 1000 HPK tidak hanya menjamin tumbuh kembang optimal, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi bangsa.
Program TAMASYA Kelas Orangtua Hebat ini merupakan bagian dari upaya BKKBN dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya 1000 HPK sebagai strategi nasional pencegahan stunting dan peningkatan kualitas SDM. Melalui kegiatan ini, para kader BKB Yonif 712 diharapkan semakin siap memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga binaan, khususnya dalam mendukung praktik pemberian ASI yang benar.
Dengan meningkatnya kapasitas kader, Persit KCK Cabang BS LV Yonif 712 terus berkomitmen mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia melalui upaya pencegahan stunting sejak dini dan pemenuhan hak tumbuh kembang anak secara optimal.