Home>Artikel
Kader BKB Posyandu Alamanda Yonif 712 Ikuti Pelatihan Nasional Peningkatan Kapasitas untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Balita
Home>Artikel
Kader BKB Posyandu Alamanda Yonif 712 Ikuti Pelatihan Nasional Peningkatan Kapasitas untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Balita
Manado — Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS LV Yonif 712/WT kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas layanan Posyandu melalui keikutsertaan Wakil Ketua Persit KCK Cabang BS LV Yonif 712 bersama Seksi Sosial dan seluruh Kader Bina Keluarga Balita (BKB) Posyandu Alamanda dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas BKB Se-Nusantara 2025. Pelatihan yang digelar secara daring oleh Tim Revitalisasi Posyandu Persit Pusat ini berlangsung selama dua hari, pada 19–20 November 2025, dan diikuti oleh kader BKB dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pelaksanaan pelatihan diawali dengan sesi pra-ujian untuk mengukur pemahaman awal para kader mengenai deteksi pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui pre-test ini, peserta diharapkan lebih siap menerima materi yang akan disampaikan para narasumber selama dua hari penuh.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai deteksi gangguan tumbuh kembang balita usia 0–24 bulan. Narasumber utama, Dr. Ernie C. Siregar, S.Psi., M.Pd., Psikolog, menekankan pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa emas yang menentukan kualitas perkembangan seorang anak. Menurutnya, lebih dari 80 persen struktur dan fungsi otak terbentuk pada periode ini, sehingga stimulasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak di masa depan.
Dalam pemaparannya, Dr. Ernie juga mengenalkan penggunaan Buku Saku Kartika School yang berisi indikator perkembangan anak usia 0–2 tahun. Kader dilatih menginterpretasikan Formulir Deteksi Perkembangan Anak dan Formulir Periksa Pemahaman Orang Tua, serta memahami jenis-jenis media stimulasi yang sesuai untuk dua tahun pertama kehidupan seorang anak. Menutup pelatihan hari pertama, Dr. Ernie memberikan pesan penting mengenai penggunaan gawai pada balita.
Pelatihan memasuki hari kedua dengan fokus pada stimulasi perkembangan anak usia 0–24 bulan melalui dua sesi yang diisi oleh narasumber profesional. Pada sesi pertama, dr. Tri Sondang Kartikawati Situmorang, M.Sc., Sp.A, membahas stimulasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan kognitif anak usia 0–12 bulan. Ia menjelaskan bagaimana sentuhan, komunikasi, permainan sederhana, hingga pengenalan suara dan warna dapat memberi dampak besar terhadap perkembangan bayi. Interaksi tanpa layar kembali menjadi pesan penting untuk memastikan perkembangan otak anak berlangsung optimal.
Sesi berikutnya menghadirkan dr. Lilik Wahyuni yang membahas stimulasi perkembangan anak usia 12–24 bulan. Pada usia ini, anak mulai aktif mengeksplorasi lingkungan sekitar. Melalui latihan seperti berjalan mengejar mainan, mencoret dengan jari, belajar melepas pakaian sederhana, hingga meniup peluit atau lilin, orang tua dan kader dapat membantu memperkuat kemampuan motorik dan bahasa anak. Pemberian makanan padat juga menjadi bagian penting untuk melatih kekuatan motorik oral.
Selama pelatihan, para narasumber menekankan bahwa perkembangan optimal anak sangat dipengaruhi oleh tiga pilar utama: stimulasi yang tepat, pola asuh yang sesuai, dan lingkungan yang mendukung. Karena itu, kader BKB memegang peranan penting dalam memantau perkembangan anak-anak di lingkungan satuannya. Jika ditemukan anak yang tidak mencapai tugas perkembangan sesuai usia atau menunjukkan tanda keterlambatan, kader diharapkan segera melaporkan kepada Istri Komandan Satuan dan mengarahkan orang tua untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli terkait.
Keikutsertaan Kader BKB Posyandu Alamanda Yonif 712/WT dalam pelatihan berskala nasional ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas kader di lapangan. Melalui peningkatan kompetensi ini, kader diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih efektif kepada orang tua dan memastikan setiap anak mendapatkan stimulasi terbaik untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Pelatihan ini sekaligus menjadi bukti nyata dukungan Persit Kartika Chandra Kirana dalam mewujudkan generasi emas Indonesia melalui penguatan kualitas layanan Posyandu dan pendidikan pengasuhan anak. Dengan bekal yang diperoleh selama dua hari, kader BKB Posyandu Alamanda siap menerapkan ilmu dalam pelayanan sehari-hari dan berkontribusi pada peningkatan kualitas tumbuh kembang balita di lingkungan Yonif 712/WT.