MULAI DARI DIRI
Mendidik dan mengajar sebenarnya tidak dapat dipisahkan, secara naluri kita sebagai guru ingin sekali menghasilkan produk yang sangat memuaskan artinya siswa yang kita didik berhasil baik dalam pembelajaran pengetahuan, karakter, keterampilan dan lainnya
menurut Ki Hajar Dewantara mendidik dan mengajar adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental, jasmani dan rohani. Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti(kekuatan batin,karakter), pikiran (intellek) dan tubuh anak. Dalam pengertian taman siswa tidak boleh dipisah-pisahkan bagian itu, agar supaya kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik selaras dengan dunianya.
Pendidikan di Indonesia diatur dalam pasal-pasal yang tertera pada Undang-Undang dasar 1945. Pasal 1 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Fungsi pendidikan adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
poin penting mengenai tujuan pendidikan dan relevansinya dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yaitu:
1. Keimanan dan ketaqwaan
Disekolah, pendidikan tentang keimanan dan ketaqwaan dapat di wujudkan dengan adanya kegiatan- kegiatan keagamaan seperti kegiatan rutin jumat yaitu yasinan, ceramah dan kegiatan-kegiatan memperingati hari-hari besar islam. Dengan harapan bahwa ada nya kegiatan ini dapat meningkatkan iman dan taqwa peserta didik dan menghasilkan karakter yang diinginkan.
2. Pembentukan karakter dan akhlak
Pembentukan karakter ini biasa dilakukan dikelas dan dilingkungan sekolah. Namun karakter ini tidak dibentuk di lingkungan sekolah saja melainkan dilingkungan rumah dan orang tua. Karakter yang dibentuk dimulai dari kebiasaan kecil seperti ketika ketemu orang tua peserta didik akan menghargai dan menghormati siapapun orangtua yang ditemuinya, sedang disekolah tentu saja pengganti orangtua adalah guru. Dari mulai menghormati guru, berkata sopan santun, jujur dan baik budi bahasanya. Hal ini tentu saja harus dimulai dari suasana hati yang bahagia dan menyenangkan bagi peserta didik yangberpengaruh sekali dengan tingkah dan sikapnya
3.  Pembentukan jiwa mandiri dan merdeka
Saat ini di lingkungan sekolah sedang mengimlementasikan kurikulum merdeka yang berpihak pada peserta didik, peserta didik harus merdeka, tidak ada rasa ketakutan, keterpaksaan dari dalam dirinya sehingga mereka dapat menuangkan isi fikiran dan hatinya secara bebas.
Alhamdulillah pada saat ini saya sebagai pendidik dan pengajar mulai mengimlementasikan dan melaksanakan pemahaman merdeka belajar pada peserta didik, dengan memulai dari hal terkecil seperti membuat peserta didik merasa nyaman ketika bersama kita, ketika siswa merasa nyaman, kebagiaan siswa juga akan mudah mendapatkan pengetahuan yang diberikan kepada mereka, berusaha membuka minset baru bahwa guru adalah fasilitator bagi peserta didik.
Harapan besar pada pada diri sendiri adalah dapat merubah dunia pendidikan kedepan di lingkungan sekolah pada khususnya agar bisa lebih baik lagi dan bisa berbagi ilmu pada rekan-rekan sejawat sehingga mampu mengemnbangkan sekolah sesuai tujuan pendidikan yang ingin dicapai
Harapan besar yang ingin dilihat dari peserta didik tidak jauh dari harapan pendidik yang lain, mengharapkan peserta didik yang merdeka, berkualitas, berkarakter serta siap menghadapi tantangan era abad 21 dengan keterampilan yang dimiliki
kegiatan, materi dan modul yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bagaimana best practise yang dapat menghasilkan peserta didik sesuai harapanÂ
by.Rini Hidayati,ST, CGP Angkatan 8 Tahun 2023
Penjelasan pemikiran reflektif kritis Anda dalam memaknai dan menghayati pemikiran KHDÂ
Mendiskusikan pemikiran KHD yang dapat diimplementasikan pada konteks lokal sosial budaya daerah asalÂ
Strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD - 'Pendidikan yang Berpihak pada Murid' - sesuai dengan Konteks Diri Murid dan Sosial Budaya di daerah asalÂ
Kesimpulan dan refleksi pengetahuan dan pengalaman baru yang dipelajari dari pemikiran Ki Hadjar DewantaraÂ
Jurnal Refleksi dwimingguan dibuat denganÂ
model 1 4- FCopyRight@RiniHidayati2023