Prosedur Evakuasi Tanggap Darurat di Kapal
Kondisi Darurat Dikenali (Deteksi Awal)
Situasi darurat bisa berupa:
• Kapal bocor/tenggelam
• Kebakaran di kapal
• Tabrakan atau kandas
• Mesin mati total di tengah laut
• Cuaca ekstrem tiba-tiba
Tindakan:
• Nahkoda segera mengumumkan kondisi darurat kepada seluruh awak dan penumpang.
• Kru melakukan pemeriksaan lokasi kejadian dan melaporkan kondisi terakhir.
• Hubungi pihak berwenang (KSOP, Basarnas, VTS, radio pantai) melalui alat komunikasi.
Penumpang Dikumpulkan dan Diarahkan
Tindakan:
• Penumpang diarahkan ke titik kumpul darurat (muster station).
• Awak kapal membagikan life jacket dan membantu memasangnya.
• Pastikan tidak ada penumpang yang tertinggal di kabin, toilet, atau ruang mesin.
• Tetap tenang dan tidak panik.
Penggunaan Alat Keselamatan
Tindakan:
• Pastikan semua penumpang dan kru mengenakan life jacket dengan benar.
• Siapkan ring buoy, sekoci, dan alat komunikasi darurat.
• APAR (Alat Pemadam Api Ringan) digunakan jika terjadi kebakaran lokal.
• Siapkan dokumen penting dan emergency kit (air, obat, senter, peluit).
Evakuasi ke Sekoci / Air Laut (jika diperlukan)
Tindakan:
• Evakuasi dilakukan sesuai urutan:
1. Lansia
2. Anak-anak
3. Ibu hamil
4. Penumpang umum
5. Awak kapal terakhir
• Turun ke sekoci menggunakan tangga darurat atau tali evakuasi.
• Jangan melompat langsung ke laut kecuali benar-benar darurat.
Kirim Sinyal SOS dan Tunggu Bantuan
Tindakan:
• Gunakan radio VHF, HP satelit, atau sinyal darurat untuk menghubungi:
• KSOP
• SAR (Basarnas)
• Kapal terdekat
• Nyalakan lampu darurat, peluit, atau suar untuk memperjelas posisi.
• Tunggu bantuan sambil menjaga keselamatan diri dan orang sekitar.
Catatan Penting Selama Prosedur:
• Jangan panik, tetap ikuti instruksi nahkoda dan kru kapal.
• Prioritaskan keselamatan jiwa, bukan harta benda.
• Gunakan alat keselamatan dengan benar – jangan dilepas selama proses evakuasi.
• Saling bantu antar penumpang – terutama anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas
✅ WAJIB DILAKUKAN:
• ✔ Gunakan jaket pelampung (life jacket) sebelum kapal berangkat
• ✔ Ikuti arahan awak kapal saat kondisi darurat
• ✔ Patuhi kapasitas kapal – Jangan naik kapal yang kelebihan muatan
• ✔ Cek cuaca sebelum berlayar
• ✔ Pastikan kapal memiliki izin dan laik laut
❌ DILARANG:
• ❌ Membawa barang mudah terbakar tanpa izin
• ❌ Duduk di pinggir kapal tanpa pelindung
• ❌ Melompat ke laut tanpa perintah
• ❌ Menyepelekan tanda bahaya atau aba-aba
⚠️ JIKA TERJADI DARURAT:
1. Tetap tenang dan dengarkan perintah nahkoda
2. Gunakan life jacket
3. Arahkan diri ke titik kumpul (muster point)
4. Evakuasi sesuai urutan yang ditentukan
5. Kirim sinyal bantuan (SOS) jika diperlukan