Disarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan secara luring atau tatap muka guna meminimalisasi potensi bias akibat intervensi eksternal, seperti bantuan dari individu lain maupun aplikasi tertentu, yang sering kali terjadi dalam pengisian kuesioner daring. Keterbatasan jumlah responden juga menjadi catatan penting, khususnya kurangnya partisipasi dari kelompok usia remaja tertentu. Oleh karena itu, pemetaan sampel yang lebih sistematis sangat diperlukan agar data yang diperoleh lebih representatif. Selain itu, pendekatan metode campuran (mixed methods) dapat dipertimbangkan untuk memperkaya data, melalui kombinasi kuesioner dan wawancara mendalam, agar diperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap fenomena yang diteliti.