AKSI NYATA TOPIK 1
MENYEBARKAN PEMAHAMAN MERDEKA BELAJAR
OLEH BUNDA MURYATI (PAUD KB INSAN MULIA)
Apa Itu Kurikulum Merdeka Belajar?
Kurikulum merdeka belajar ialah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Dengan kurikulum ini maka pembelajaran akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya.
Melalui kurikulum ini, maka guru bisa memilih perangkat ajar untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat dari masing-masing peserta didik.
Karakteristik merdeka belajar yang diterapkan, antara lain:
Pembelajaran yang digunakan berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai dengan profil belajar Pancasila.
Fokus terhadap materi esensial sehingga terdapat waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar. Contohnya literasi dan numerasi.
Fleksibilitas guru untuk bisa melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik.
Ki Hajar Dewantara mengartikan manusia merdeka yaitu manusia yang bersandar pada kekuatan dirinya sendri tidak bergantung kepada orang lain. Berikut beberapa hal penting dalam pemahaman merdeka belajar diantaranya:
Mengenali dan memahami Diri sebagai Pendidik
Salah satu langkah awal kita sebagai pendidik adalah bagaimana memaknai dan menghayayi pribadi kita sebagai manusia yang merdeka untuk terus belajar.
Mengutip pernyataan Ki Hadjar Dewantara, "Memberi ilmu demi kecakapan hidup anak dalam usaha mempersiapkannya untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat, maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya".
Mendidik dan Mengajar
Ki Hajar Dewantara mendefinisikan Mendidik adalah sebagai proses menuntun segala kodrat yang ada pada murid agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik itu sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Pendidik tidak dapat menentukan dan berkehendak akan hidup tumbuhnya murid. Yang bisa pendidik lakukan adalah membimbing tumbuh atau hidupnya kekuatan-kekuatan itu
Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh
Ki Hadjar Dewantara mengatakan bahwa segala perubahan yang terjadi pada murid dihubungkan dengan kodrat keadaan, baik alam maupun zaman.
Prinsip dalam melakukan perubahan, Ki Hadjar Dewantara menyebutnya sebagai Asas Tricon : Kontinyu, Konvergen, dan Konsentris. Kontinyu, kemajuan kebudayaan merupakan keharusan lanjutan langsung dari kebudayaan itu sendiri. Konvergensi kebudayaan menuju arah kesatuan kebudayaan dunia atau kemanusiaan. Konsentris kebudayaan harus mempunyai karakteristik dan sifat kepribadian sendiri sebagai pusatnya dalam lingkungan kebudayaan dunia atau kemanusiaan.
Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti
Budi pekerti merupakan bentuk peraduan Antara cipta, rasa dan karsa. Budi pekerti murid tidak hanya dapat dibentuk di lingkungan sekolah namun juga dapat dibentuk melalui lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan
Mohon bantuan Bapak/Ibu untuk mengisi form di link di bawah ini sebagai respon umpan balik tentang "Menyebarkan Pemahaman tentang Mereka Belajar"
https://bit.ly/Topik1_KB-InsanMulia
Terima kasih sudah membaca :)