Home > Wawasan Global
ALL EYES ON RAFAH
Home > Wawasan Global
ALL EYES ON RAFAH
Rafah adalah sebuah kota yang terletak di perbatasan Jalur Gaza dan mesir yang merupakan kota paling selatan di Gaza. Penyerangan Israel ke kamp pengungsian di Rafah, Gaza, baru-baru ini menambah daftar panjang konflik yang terjadi di wilayah tersebut. Pada tanggal 26 Mei 2024, serangan ini menewaskan sekitar 200 orang dan menyebabkan banyak warga mengalami luka bakar yang serius . Peristiwa ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak internasional, termasuk dari Badan Bantuan dan Turki yang menyuarakan keras untuk Pengungsi Palestina di Timur
Dekat (UNRWA). "All Eyes on Rafah" adalah sebuah kampanye yang muncul di media sosial untuk menarik perhatian dunia terhadap situasi krisis yang sedang terjadi di Rafah, sebuah kota di Jalur Gaza, Palestina. Tagar ini menggema di berbagai platform media sosial, seperti Twitter, Instagram, dan Facebook, untuk menyuarakan dukungan dan solidaritas terhadap warga Rafah yang terkena dampak serangan Israel. Kampanye ini bukan hanya sebuah tren sesaat, tetapi sebuah gerakan global yang bertujuan untuk menggugah kesadaran dan memobilisasi aksi bantuan kemanusiaan.
Di balik tagar ini, ada berbagai cerita pilu dari penduduk Rafah. Banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat serangan udara, anak-anak yang tumbuh dalam ketakutan, dan orang-orang yang berjuang untuk bertahan hidup setiap harinya. Kampanye "#AllEyesOnRafah" bukan hanya sekadar tren di media sosial, melainkan sebuah seruan untuk keadilan dan perdamaian. Rafah merupakan kota di bagian selatan Jalur Gaza yang berbatasan langsung dengan Mesir. Wilayah ini sering menjadi pusat konflik antara militer Israel dan kelompok milisi Palestina seperti Hamas. Pada awal Mei 2024, militer Israel mengklaim telah melakukan serangan yang ditargetkan terhadap milisi Hamas di Rafah bagian timur . Namun, serangan pada akhir Mei ini lebih merusak dan mematikan, menargetkan kamp pengungsian yang penuh dengan warga sipil.