Pemenang Kompetisi seni Colorado State Fair menjadi kontroversi setelah pemenangnya mengaku bahwa karyanya dibuat menggunakan AI ( Artificial Intelligence ). Jason Allen dengan karyanya yang berjudul “Théâtre D'opéra Spatial” berhasil mejadi juara satu dalam lomba seni dalam kategori seni digital. Karya dan kemenanganya ini menjadi kontroversi di kalangan seniman dan peserta lainnya. Banyak yang mempertanyakan apakah karya yang dibuat dengan AI bisa diikutkan dalam kompetisi tersebut. Banyak seniman yang menanggapi bahwa itu bukanlah karya seni buatanya dan Allen bukanlah seniman. Apalagi kemudian di ikutkan dalam kompetisi seni dan menjadi juara satu. Sebagian seniman juga khawatir dengan hadirnya AI. Hal ini dikarenakan sulitnya untuk mengidentifikasi manakah karya yang dihasilkan oleh manusia atau AI. Meskipun begitu juri tetap memenangkan karya Allen tersebut. Mereka berpendapat bahwa nilai utama dari penilainan karya seni adalah bagaimana karya seni tersebut menyampaikan sebuah pesan dan membangkitkan semangat atau nilai.
Jason Allen mengakui bahwa dia menggunakan Midjourney dan dikombinasikan dengan AI Gigapixel. AI Gigapixel adalah aplikasi untuk mempertajam gambar atau resolusi dan menambahkan detali alami. Sementara Midjourney adalah program yang menjalankan kecerdasan buatan atau AI untuk mengolah visual. Pengguna hanya perlu mengetikan kata – kata kemudian AI akan memvisualisasikan kata tersebut. Pengguna akan disajikan beberapa hasil gambar untuk dipilih. AI kemudian akan mengembangkan gambar dan gaya yang sudah dipilih oleh pengguna menjadi beberapa gambar. Kemudian pengguna hanya tinggal memilih gambar untuk diunduh.
Cara kerja AI pada dasarnya mirip text-to-speech (TTS) pada smartphone. Text-to-speech (TTS) merupakan sebuah proses sistem pemodelan bahasa yang mengubah teks menjadi satuan suara atau audio dan bisa sebaliknya menjadi voice to text atau speech to text. Dengan prinsip yang sama AI menggunakan Text-to-Image atau mengubah kata menjadi gambar. Lantas bagaimana dengan teks yang bersifat ambigu atau memiliki makna lebih dari satu. Berikut hasil variable yang saya masukan untuk di uji menggunakan Midjourney.
Semisal kita masukan kata "sangkar burung" (Birds cage). Hasilnya adalah seperti yang tampak pada gamabar diatas. AI membuat desain sangkar burung yang memiliki atap atau bagian atasanya tertutup. Hanya model “C” yang tidak memiliki atap meskipun begitu gambar tersebut tidak menunjukan keseluruhan sangkar demikian dengan jenis burung yang ditampilkan terkesan tidak jelas. Apakah itu ayam (jenis burung yang tidak bisa tebang) atau jenis burung yang lainnya.
Kata “sangkar burung” (Birds cage) dipilih karena kata "burung" dalam kalimat "sangkar burung" adalah kalimat yang ambigu. Kata “burung” tidak merujuk satu jenis burung saja. Burung Unta, Pinguin dan Ayam juga termasuk dalam kategori burung. Pinguin dan Burung Unta tidak bisa terbang sehingga tidak memerlukan desain sangkar burung yang memiliki atap atau sepenuhnya tertutup.
Variabel yang di uji selanjutnya adalah kalimat yang ambigu secara struktural (Structural ambiguity). Kata yang dipilih adalah “The Boy saw a man with telescope” (seorang anak melihat seorang pria dengan teleskop). Kalimat tersebut memiliki dua makna yang berbeda. Pertama bisa bermakna seorang anak yang melihat pria membawa (sedang menggunakan) teleskop atau seorang anak menggunkan teleskop untuk melihat seorang pria.
Untuk mempersempit cakupan kata “The Boy” dalam kalimat tersebut kita ganti dengan kata “pinocchio” sehingga lebih subjektif. Demikian dengan kata “The Man” kita ganti dengan kata “Astronout” sehingga lebih objective. Hal ini dilakukan bukan karena ingin menghilangkan kata tersebut akan tetapi agar mempermudah pengujian yang akan dilakukan. Karena pengujian ini bertujuan untuk menganalisa struktur kalimat atau makna kalimat mana yang akan dipilih oleh AI.
Hasilnya terdiri dari empat versi gambar yang tidak jelas. Versi “A” menunjukkan Pinocchio dengan helm astronauts dan warna pada bajunya mirip dengan warna boneka Pinocchio. Versi “B” menunjukkan gambar Astronaut raksasa dengan penyanga mirip dengan penyanga boneka Pinocchio dengan memakai semacam topi yang tidak jelas berwarna merah mirip topi dari boneka Pinocchio. Versi “C” menunjukan gambar astonauts dengan wajah Pinocchio. Sementara versi “D” menampilkan Pinocchio raksasa dan kepala mirip teleskop. Pengembangan pengujian kemudian dilanjutkan dengan mengembangkan versi “D” dikarenakan hanya versi “D” yang paling mendekati dengan kalimat yang dimasukan. Indikasinya adalah tangan dari Pinocchio yang seolah - oleh menunjuk seuatu yang dilihatnya.
Dari pengembangan versi “D” menghasilkan empat pilihan gambar lagi. Dari ke empat pilihan gambar hanya versi “B” dan “C” yang menunjukkan adanya object tambahan yang sepertinya saling berinteraksi. Gambar “B” menunjukkan boneka Pinocchio yang mengulurkan tangan kearah sesuatu berukuran kecil. Kepala dari Pinocchio tidak begitu jelas untuk dikenali. Apakah itu helm astronout atau sebuah ujung teleskop. Gambar “C“ menunjukkan Pinocchio yang sedang memegang sesuatu Dan mengunakan helm astronouts.
Dari dua Variable yang di ujikan menunjukkan AI untuk saat ini (artikel dibuat 3 November 2022 ) masih belum bisa menginterpretasikan kalimat ambigu. Meskipun begitu AI sudah bisa mengidentifkasi dan memilih gambar. AI juga sudah bisa menampilkan gambar yang paling relevan dengan kata yang dimasukan dan mengeliminasi hasil atau gambar yang relevan akan tetapi tidak umum untuk ditampilkan. Contohnya ketika memasukan kata “Sangkar Burung” maka yang ditampilkan adalah gambar sangkar burung yang memiliki atap pada sangkarnya (sangkar yang tidak berlubang pada atapnya) sama seperti bayangan kebanyakan orang. Meskipun kata yang dimasukan tadi tidak secara spesifik menyebutkan kata burung yang bisa terbang. Sementara untuk kata yang memiliki dua makna atau ambigu secara struktur AI cenderung hanya menampilkan kata yang bisa ditampilkan saja. Semisal kelas kata “Noun” atau kata yang masuk dalam kelas “kata benda” saja dari kata yang dimasukan “Pinocchio melihat astronaut dengan telescope” ( Pinocchio saw the Astronaut with the telescope ). AI hanya menampilkan Pinocchio, astronaut dan object kecil seperti manusia tetapi sulit untuk di indentifikasi. Bahkan AI cenderung mencampurkan kedua kata benda tersebut. Pinocchio yang menggunkan baju astronaut atau astronout dengan warna atau corak seperti Pinocchio.
Inovasi dalam dunia seni ataupun dunia kreatif sejatinya bukanlah hal yang baru. pada masa lalu pada abad ke-19 Louis-Jacques-Mandé Daguerre memperkenalkan kamera untuk fotografi. Beberapa seniman menyambut hal tersebut dan memanfaatkanya sebagai alat bantuan untuk produksi artistik mereka, Sementara beberapa seniman lain mengkritik penemuan ini dan menganggapnya tak bermanfaat bagi seniman, seperti yang dilakukan Gustave Courbet (Bapak aliran seni Realisme). Sebagian seniman juga menolak pada masa itu. Alasannya fotografi dan foto hanyalah produk seni imitasi dari industrialisasi dan hanya mementingkan tujuan komersilnya saja. Akan tetapi tetap saja kemampuan fotografi yang mampu menangkap gambar secara detali membuat seniman beralih dari seni yang dulu menampilkan relaitas kini menjadi berfokus pada sisi emosi dan impressi saja. Kemudian lahirlah seni baru yaitu impressionisme, abstrak, surealisme, cubisme dan photomontage.
Lantas bagaimana dengan kehadiran A.I dalam dunia karya seni. Sejak artikel ini ditulis, Shutterstock adalah salah satu market place jual beli karya fotografi yang berencana mengimplementasikan A.I sebagai fitur di dalam market placenya. Di mana hal ini akan mengantikan para photographer yang mengantungkan hidup dari menjual hasil karya seni fotografi nya di shutterstock. Demikian dengan perusahaan softaware pengolah grafis ternama Adobe dengan Generative Artificial Intellegence dan NVIDIA’s.
Di Photoshop, Generative AI akan memungkinkan Anda menambahkan objek baru ke gambar, membuat variasi berdasarkan gambar yang ada, atau bahkan menambahkan bagian baru ke komposit Anda hanya dengan menjelaskan apa yang Anda inginkan.
Dengan AI Generatif di Lightroom, Anda akan dapat mengubah pemandangan siang hari ke malam hari, mengubah bayangan dan detail lainnya, dan bahkan memperluas foto di luar pemandangan yang Anda potret.
Menarik untuk disimak bagaimana nasib seni lukis dan seniman - seniaman lain seperti, desainer grafis, fotografer kedepannya. Budaya masa atau popular culture memang tidak bisa dipisahkan dari dunia modern. di mana segalanya yang cepat dan instan akan lebih banyak di sukai. Perubahan inipun mungkin akan melahirkan inovasi - inovasi baru dari seniman - seniman. Melahirkan kemungkinan gaya - gaya baru dalam berkarya. Atau mungkin melahirkan profesi - profeai baru. apa pun itu seperti kata Herakleitos “panta rhei kai uden menei” yang bermakna "semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tetap." Yang di interpretasikan bahwa di dunia ini tidak ada yang tetap dan yang tetap adalah perubahan itu sendiri. Demikian gambaran nyata tentang dunia modern yang terus berubah dengan cepat, kitapun akan berubah dan perubahan ini suatu saat juga akan berubah. Adanya pertentangan akan perubahan juga menjadi tanda akan adanya kesadaran kita yang baru. Maka seperti Herakleitos yang menghargai penyakit agar mengerti hadirnya sehat. Demikian dengan menghargai hadirnya perubahan agar hadir kesadaran yang baru.