Lempuyang, juga dikenal sebagai lempuyang emprit atau lempuyang gajah, adalah tanaman umbi-umbian yang sering digunakan sebagai bahan baku dalam masakan dan pengobatan tradisional di Indonesia. Lempuyang termasuk dalam keluarga jahe dan memiliki beberapa varietas yang umum digunakan, yaitu lempuyang emprit (Zingiber aromaticum) dan lempuyang wangi (Zingiber amaricans).
Lempuyang memiliki bentuk dan tekstur yang mirip dengan jahe, tetapi dengan kulit yang lebih kasar dan warna yang lebih terang. Umbi lempuyang umumnya berwarna kuning atau cokelat keemasan. Tanaman lempuyang tumbuh dengan batang yang pendek dan daun hijau yang lebar.
Lempuyang digunakan dalam masakan Indonesia sebagai bumbu untuk memberikan rasa dan aroma khas. Lempuyang emprit biasanya digunakan dalam masakan berkuah seperti sup dan gulai, sementara lempuyang wangi sering digunakan dalam masakan ayam atau ikan. Rasa lempuyang cenderung pedas dan sedikit pahit, memberikan kompleksitas pada hidangan.
Selain digunakan dalam masakan, lempuyang juga memiliki nilai pengobatan tradisional. Di Indonesia, lempuyang sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi masalah pencernaan, meredakan kram, mengurangi peradangan, dan meningkatkan sirkulasi darah. Beberapa senyawa aktif yang terkandung dalam lempuyang, seperti gingerol dan zingiberena, diketahui memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba.
Lempuyang dapat digunakan dalam bentuk segar, di mana umbinya diparut atau diiris tipis untuk dimasak dalam hidangan. Selain itu, lempuyang juga dapat ditemukan dalam bentuk bubuk atau ekstrak yang digunakan sebagai bumbu atau dalam pengobatan tradisional.
Secara keseluruhan, lempuyang adalah tanaman umbi-umbian yang digunakan dalam masakan dan pengobatan tradisional di Indonesia. Rasa dan aroma khas lempuyang memberikan keunikan pada masakan, sementara manfaat kesehatannya menjadi nilai tambahan dalam pengobatan tradisional.