Bingka Dolu
Bingka dolu merupakan kue basah berbahan dasar tepung, gula merah, dan santan. Kue satu ini memiliki tekstur lembut yang akan terasa sejak gigitan pertama. Rasa manis dari santan kelapa dan gula merahnya akan menciptakan rasa manis yang legit.
Dahulu, kue ini menjadi hidangan favorit para Sultan Bima. Bingka Dolu kerap disuguhkan pada saat menyambut tamu-tamu kesultanan. Saat ini, kue basah ini kerap dijumpai di beberapa perhelatan budaya seperti penobatan Sultan, penobatan Jena Teke dan bahkan Festival Keraton Nusantara.
2. Pangaha Bunga
Pangaha bunga adalah jajanan khas Bima yang terbuat dari tepung beras, yang digoreng dalam minyak panas. Bentuk jajanan ini mirip seperti alen-alen, makanan khas Trenggalek. Perbedaannya, Pangaha Bunga biasanya bentuknya bulat dan memiliki tekstur sedikit bergerigi di bagian luarnya.
Ketika masuk ke dalam mulut, Anda akan menemukan sensai renyah dan gurih dari jajanan satu ini. Rasa gurih ini muncul dari rempah yang digunakan, seperti bawang putih, bawang merah, dan ketumbar.
3. Jame
Jame merupakan kuliner berbahan dasar teri basah yang sudah difermentasi dengan berbagai bumbu dan racikan. Adanya peran teri dan bumbu rempah menimbulkan cita rasa gurih, pedas, dan asam yang menyegarkan.
4. Range
Range menjadi salah satu makanan khas Bima yang wajib Anda cicipi. Hidangan satu ini memiliki bentuk yang unik. Range berbahan dasar beras ketan, kelapa, dan gula, sehingga akan memunculkan rasa manis dan gurih.
Anda bisa mencoba hidangan ini di berbagai toko oleh-oleh maupun pasar tradisional. Akan tetapi, Anda harus berhati-hati dalam pengucapan namanya. Sebab, kata 'Range' memiliki arti yang dianggap tabu oleh masyarakat lokal Bima.
5. Uta Sepi Tumis
Hidangan ini seringkali diburu oleh wisatawan yang berkunjung ke NTB. Makanan ini biasanya dihidangkan dengan rasa yang pedas dan gurih. Uta Sepi Tumis terbuat dari udang-udang kecil yang ditumis dengan asam muda, cabai, tomat, dan daun kemangi.
Anda dapat menjumpai bermacam sensasi rasa dalam hidangan ini. Rasa gurih dari udang dan aroma wangi dari daun kemangi akan menggugah selera makan Anda.
"Setiap gigitan makanan khas adalah perjalanan waktu, membawa kita kembali ke masa lalu, saat kearifan lokal masih begitu kental. Mari kita jaga warisan ini agar generasi mendatang juga bisa merasakannya."