Kasus penayangan konten pada program acara Xpose Uncensored oleh stasiun televisi Trans7 yang dinilai menyinggung, melecehkan, dan memberikan narasi negatif terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, khususnya terkait pengasuhnya, KH. Muhammad Anwar Manshur. Konten tersebut menimbulkan kecaman luas dari santri, alumni, Nahdlatul Ulama (NU), hingga anggota DPR.
Penayangan program Xpose Uncensored menggunakan narasi yang dianggap tidak beretika, tidak mendidik, dan melecehkan martabat ulama serta pesantren. Salah satu narasi menyinggung kekayaan kiai dan mobil mewah dengan membandingkannya dengan sumbangan santri, tanpa upaya klarifikasi atau sumber yang kredibel, yang memicu kemarahan publik dan komunitas pesantren.
Pihak Trans 7 membuat pernyataan klarifikasi melalui tayangan stasiun televisi dan youtube. "Pada kesempatan kali ini,kami ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Kyai Haji Anwar Manshur beserta keluarga besar. Juga para pengasuh,para santri, dan para alumni Pondok Pesantren Lirboyo", Andi Chairil, Productin Director (14 Oktober 2025). Trans7 mengakui adanya kelalaian karena tidak melakukan sensor mendalam terhadap materi dari pihak luar (rumah produksi).