Banyak siswa merasa dirinya “nggak punya kelebihan”, “nggak sepintar teman lain”, atau “nggak tahu mau jadi apa setelah lulus”. Perasaan seperti ini wajar banget, apalagi di masa remaja ketika kamu sedang membandingkan diri dengan banyak orang. Tapi kenyataannya, setiap orang punya potensi besar — hanya saja, tidak semua potensi terlihat di permukaan.
Artikel ini akan bantu kamu menemukan bakat dan kekuatan yang selama ini mungkin tersembunyi di balik kebiasaanmu sehari-hari. Kamu akan belajar mengenali apa yang membuatmu berbeda dan cara mengembangkan hal itu menjadi skill masa depan yang bermanfaat.
1. Potensi Tidak Selalu Datang dari Nilai Pelajaran
Banyak yang berpikir potensi itu cuma tentang akademik: nilai bagus, ranking tinggi, atau cepat paham materi. Padahal, potensi bisa muncul dari banyak hal — bahkan dari sesuatu yang kamu anggap sepele.
Coba perhatikan:
Kamu suka bantu teman menjelaskan materi? Itu tanda kamu punya kemampuan komunikasi yang bagus.
Suka mengatur jadwal kelompok? Kamu punya bakat manajemen.
Suka edit video buat konten kelas? Itu kemampuan kreatif.
Mudah akrab dengan orang baru? Kamu punya potensi di bidang pelayanan atau public relation.
Potensi sering muncul dari aktivitas kecil yang kamu lakukan tanpa sadar.
2. Perhatikan Apa yang Bikin Kamu Lupa Waktu
Potensi biasanya berhubungan dengan flow state, yaitu kondisi ketika kamu fokus mengerjakan sesuatu sampai lupa waktu.
Coba ingat:
Apa kegiatan yang bikin kamu betah berjam-jam?
Apa hal yang bikin kamu semangat meski capek?
Aktivitas apa yang tertarik kamu pelajari dari YouTube tanpa disuruh?
Bisa jadi:
Coding
Desain grafis
Masak
Editing video
Kerja praktik di lab
Bermain musik
Berorganisasi
Jika suatu kegiatan bikin kamu betah tanpa paksaan, itu petunjuk kuat bahwa ada potensi di sana.
3. Dengarkan Komentar Orang Lain tentang Dirimu
Kadang, orang lain lebih cepat melihat potensi kita daripada diri sendiri.
Pertanyaan sederhana:
Apa yang sering orang puji dari kamu?
Apa yang orang lain minta tolong ke kamu lebih sering?
Apa kalimat “kamu tuh cocok banget jadi…” yang paling sering kamu dengar?
Misalnya:
“Kamu itu sabar banget.” (Potensi: konselor, guru, HR)
“Presentasi kamu enak didengar.” (Potensi: presenter, sales, pembicara)
“Desain kamu bagus!” (Potensi: UI/UX, desain grafis)
“Kamu selalu rapi dan teratur.” (Potensi: administrasi, manajemen)
Itu bukan kebetulan — itu petunjuk.
4. Tantang Dirimu untuk Mencoba Hal Baru
Potensi bukan hanya ditemukan, tapi juga dibuka lewat pengalaman baru.
Mulai dari:
Ikut panitia acara
Bergabung dengan kelompok belajar
Coba kompetisi kecil
Ikut ekstrakurikuler baru
Coba buat konten kreatif
Magang kecil-kecilan (kalau ada kesempatan)
Dengan mencoba hal baru, kamu memperluas area eksplorasi potensi yang mungkin selama ini terkunci.
5. Jangan Bandingkan Perjalananmu dengan Orang Lain
Kamu dan temanmu punya jalur berkembang yang berbeda.
Ada yang cepat menemukan passion, ada yang baru paham potensi setelah lulus. Dua-duanya normal.
Yang penting:
Kamu terus mencoba,
Tidak menyerah saat gagal,
Terbuka dengan pengalaman baru.
Pengembangan diri bukan lomba lari. Kamu punya waktu untuk menemukan jalurmu sendiri.
Potensi Besar Sering Berawal dari Hal Kecil
Kamu tidak harus langsung tahu tujuan hidupmu hari ini. Tidak apa-apa kalau masih bingung atau belum yakin. Yang penting, kamu mulai menjelajahi diri dan memberi kesempatan untuk tumbuh.
Langkah kecil yang kamu mulai hari ini bisa jadi masa depan besar di waktu yang akan datang.
Kalau kamu ingin mengenali potensi diri dengan lebih mendalam, kamu bisa daftar sesi konseling pengembangan diri melalui LAKTOSA. Guru BK akan membantu kamu menemukan bakat, minat, dan arah pengembangan diri yang cocok untuk masa depanmu.