Narkotika: Nikmat Sesaat, Hancur Selamanya
Itu benar, narkotika adalah jebakan. Narkotika terlihat sebagai pilihan mudah untuk melarikan diri, tetapi sebenarnya merusak masa depanmu. Banyak remaja mengira bahwa mencoba narkotika adalah permainan atau keinginan, tetapi dampaknya akan membekas seumur hidup. Dulu, saya pikir narkotika itu "Ahh paling gak terlalu berbahaya, hanya di lebihkan saja" ternyata saya salah besar. Narkotika sangat berbahaya karena saat kamu mencicipi gigitan kegembiraan, sulit untuk keluar dari situ.
Menurut CNN Indonesia, Badan Narkotika Nasional melaporkan bahwa 3,6 juta orang di Indonesia menggunakan narkoba, dan besar kemungkinan sebagian besar dari mereka adalah anak di bawah umur. Ini adalah fenomena lagi yang membuktikan bahwa narkoba tidak dapat dianggap sebagai masalah pribadi. Sebaliknya, itu adalah ancaman eksistensial bagi masa depan nusa bangsa dan negara.
Di sisi lain, menurut Kompas: menulis bahwa menurut beberapa pakar, remaja lebih sering menjadi target narkoba. Survei telah dilakukan dan mengkonfirmasi premis tersebut, karena hal ini mudah saja dilakukan oleh "bandar" mengedarkan narkoba ketika remaja mencari jati dirinya.
Menurut saya, salah satu penyebab terbesar adalah kurangnya perhatian dari orang tua. Banyak teman sebaya saya yang akhirnya mencari "pelarian" ke hal-hal berbahaya karena merasa tidak didengar di rumah. Kementerian Kesehatan RI (2023) juga menyebutkan bahwa remaja yang menggunakan narkoba lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan mental dan fisik. Data ini Jelas faktanya karena di lingkungan saya sendiri banyak siswa yang mencari pelarian lewat narkoba. Ini juga menunjukkan bahwa perhatian keluarga adalah benteng pertama agar remaja tidak jatuh ke dalam narkoba.
Solusinya sederhana. Kita tidak hanya perlu mendidik dan memberikan sanksi tegas, tetapi kita juga harus memperbaiki komunikasi antara orang tua dan anak-anak, memberikan kesempatan bagi remaja untuk berorganisasi dan memperbanyak acara, serta sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan sekolah. Saya percaya bahwa remaja yang sudah punya kegiatan positif akan lebih kuat untuk menolak sesuatu yang negatif. Itulah mengapa saya meminta seluruh warga negara ikut bergabung dengan kegiatan positif bukan hanya remaja saja. Narkoba itu tidak hanya merusak badan tapi juga merusak masa depan. Apakah kamu rela melepas masa depan yang cerah dengan hidup yang penuh penyesalan hanya karena takut saat ini menakutkan? Jelas Saya jawab tidak pada narkotika.
Daftar Pustaka
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. (2023). Laporan Tahunan BNN RI 2023. [https://bnn.go.id](https://bnn.go.id) (Diakses 25 September 2025).
CNN Indonesia. (2023, 26 Juni). BNN: 3,6 Juta Penduduk Indonesia Gunakan Narkoba, Mayoritas Remaja. [https://www.cnnindonesia.com/nasional/bnn-36-juta-pengguna-narkoba](https://www.cnnindonesia.com/nasional/bnn-36-juta-pengguna-narkoba) (Diakses 25 September 2025).
Kompas. (2023, 30 Juni). Mengapa Remaja Rentan Terjerat Narkoba?. [https://www.kompas.com/edukasi/remaja-rentan-narkoba](https://www.kompas.com/edukasi/remaja-rentan-narkoba) (Diakses 26 September 2025).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kontributor: M. Arkananta Fadhlurrohman [X-1]
Kakak pendamping : Dona Artasari R.