Klenteng
Hari Raya Imlek
Kitab Suci : Sishu Wujing
Nama Pembawa : Kong Hu Cu
Tempat Ibadah : Klenteng
Hari Besar : 1. Imlek
2. Cap Go Meh
3. Cheng Beng
Pemuka Agama : Zhang Lao, Xue Shi, Wen Shi, Jiao Sheng
Pemuka Agama Konghucu
Kitab Wujing
Ajaran Konfusius atau Konfusianisme yang kemudian berubah menjadi Khonghucu seperti yang kita ketahui sekarang pertama kali muncul di Indonesia terjadi pada abad ke 17, dimana salah satu buktinya terdapat bangunan tua di Pontianak yang digunakan sebagai tempat pemujaan bagi para penganut ajaran tersebut.
Agama Khonghucu memiliki dua kitab utama, yaitu Kitab Si Shu dan Kitab Wu Jing yang terbagi lagi menjadi beberapa bagian.
Kitab Si Shu yang secara langsung bersumber dari Nabi Khongcu hingga Meng Zi memiliki beberapa bab, yaitu:
Kitab Ajaran Besar atau yang disebut dengan Da Xue / Thai Hak
Kitab Tengah Sempurna atau yang disebut dengan Zhong Yong / Tiong Yong
Kitab Sabda Suci atau yang disebut dengan Lun Gi / Lun Yu
Dan yang terakhir, Kitab Bingcu atau yang disebut dengan Meng Zi / Bing Cu
Kitab Wu Jing yang bersumber dari para Nabi Purba dan Raja Suci terdiri dari:
Kitab Sajak atau yang disebut dengan Shi Jing
Kitab Hikayat atau yang disebut dengan Shu Jing
Kitab Perubahan atau yang disebut dengan Yi Jing
Kitab Kesusilaan atau yang disebut dengan Li Jing
Kitab Chun Chiu atau yang disebut dengan Chun Qiu Jing
Hari Besar Agama Konghucu
Tahun Baru Imlek yang jatuh setiap tanggal satu bulan satu imlek. Dalam melakukan perayaan ini biasanya orang yang lebih muda memberikan salam kepada yang lebih tua.
Cap Go Meh merupakan hari raya yang diperingati dengan melakukan upacaya sembahyang yang jatuh pada tanggal 15 bulan satu imlek sebagai bentuk ucapan terimakasih dan memulai kehidupan baru kepada Tuhan.
Cheng Beng yang jatuh pada bulan ketiga imlek merupakan kegiatan membersihkan makam dan menaka makam yang rusak.