Kecamatan Mirit menjadi gerbang pesisir paling timur di Kabupaten Kebumen, berbatasan langsung dengan Kabupaten Purworejo. Jika perjalanan menyusuri pantai selatan Kebumen dimulai dari tebing karang yang gagah di ujung barat, maka Kecamatan Mirit adalah penutup yang manis dengan lanskap ekowisata yang tenang, perpaduan muara sungai yang memukau, serta fenomena alam yang langka.
Di Mirit, pesona laut selatan tidak hanya sekadar ombak dan pasir, melainkan sebuah ekosistem kompleks yang mengundang decak kagum.
Pusat gravitasi pariwisata di Kecamatan Mirit berada di Desa Lembupurwo. Destinasi ini menghadirkan bentang alam pesisir yang sangat berbeda dan kaya akan keanekaragaman hayati.
Pantai Laguna Lembupurwo: Daya tarik utama kawasan ini bukanlah laut lepasnya, melainkan keberadaan laguna air payau yang memisahkan area daratan utama dengan bibir pantai. Laguna alami ini dikelilingi oleh rimbunnya hutan mangrove (bakau). Wisatawan dapat menyusuri keindahan laguna ini melintasi jembatan bambu gantung yang ikonik dan sangat Instagramable, menjadikannya spot fotografi favorit, terutama saat matahari terbenam.
Eksplorasi Hutan Mangrove: Kawasan bakau di Lembupurwo tidak hanya berfungsi sebagai sabuk ekologis pencegah abrasi, tetapi juga menjadi wahana ekowisata. Pengunjung bisa menyewa perahu nelayan untuk berkeliling menyusuri celah-celah pepohonan bakau, menikmati ketenangan alam, dan mengamati berbagai jenis burung pesisir yang menjadikannya habitat alami.
Selain laguna, Kecamatan Mirit menyimpan pesona bentang alam yang menyerupai miniatur padang pasir.
Gumuk Pasir Lembupurwo: Ini adalah salah satu fenomena geologis yang cukup langka di pesisir selatan Jawa Tengah. Hembusan angin laut selama ribuan tahun telah membentuk gundukan-gundukan pasir (gumuk) yang bergelombang estetik. Kawasan gumuk pasir ini sering dijadikan lokasi pemotretan karena menawarkan lanskap yang seolah membawa pengunjung ke padang gurun yang eksotis.
Hutan Cemara Laut (Cemara Sewu): Mengimbangi teriknya gumuk pasir, kawasan pantai di Mirit diteduhi oleh ribuan pohon cemara laut yang ditanam rapat di sepanjang pesisir. Greenbelt ini menciptakan lorong-lorong hijau yang sejuk, sangat ideal untuk tempat berkemah (camping ground), piknik keluarga, atau sekadar menggelar tikar sambil menikmati angin laut.
Pariwisata di Mirit juga sangat lekat dengan nilai edukasi lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat pesisir.
Pusat Konservasi Penyu: Pesisir Mirit merupakan salah satu titik pendaratan penyu laut untuk bertelur. Kelompok masyarakat setempat dengan penuh kesadaran mengelola tempat penangkaran telur penyu. Pada musim-musim tertentu, wisatawan dapat berpartisipasi dalam wisata edukasi melepaskan tukik (anak penyu) kembali ke laut lepas, sebuah pengalaman yang sangat membekas bagi anak-anak.
Agrowisata Urut Sewu: Sama seperti kecamatan pesisir timur lainnya, masyarakat Mirit sangat piawai mengelola lahan pasir menjadi area pertanian yang produktif. Sepanjang pesisir ini, wisatawan akan disuguhi hamparan kebun semangka, melon, cabai, dan sayuran. Berinteraksi dengan para petani lokal dan membeli hasil panen langsung dari kebun menjadi daya tarik agrowisata yang menghidupkan ekonomi warga.
Kecamatan Mirit adalah representasi sempurna dari pariwisata yang merawat bumi. Di ujung timur Kebumen ini, wisatawan tidak hanya diajak untuk bersenang-senang, tetapi juga meresapi ketenangan laguna, mensyukuri rindangnya mangrove dan cemara, serta belajar tentang pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan kehidupan liar yang ada di dalamnya.