BERITA - TERBARU - Rabu, 3 September 2025
“Deep Learning & Kurikulum Berbasis Cinta, Formula Baru MI Hidayatul Mubtadi’in untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan”
Diposting : Burhan
Rembang,– Upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah terus digencarkan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan In House Training yang diselenggarakan di MI Hidayatul Mubtadiin Pragen pada Rabu (3/9/2025). Kegiatan ini menghadirkan Pengawas Pembina, Burhan Effendi, M.Pd., dengan materi utama “Pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta”.
Acara berlangsung di ruang pertemuan madrasah dengan suasana penuh antusias. Kepala MI Hidayatul Mubtadiin Pragen, Ashivul Faizin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru dan menumbuhkan budaya belajar yang berkelanjutan.
“Kami ingin guru-guru di MI Hidayatul Mubtadiin tidak hanya sekadar mengajar, tetapi mampu membimbing siswa dengan hati, penuh cinta, dan strategi pembelajaran yang tepat. Karena itu, IHT ini sangat relevan dengan kebutuhan guru di era sekarang,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Dalam paparannya, Burhan Effendi, M.Pd., menekankan pentingnya penerapan deep learning dalam proses pembelajaran. Menurutnya, deep learning bukan hanya istilah dalam teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga sebuah pendekatan dalam dunia pendidikan yang berorientasi pada pendalaman konsep, keterhubungan antar materi, serta pembentukan karakter berpikir kritis siswa.
“Selama ini, banyak guru terjebak pada pola pembelajaran surface learning, yaitu pembelajaran di permukaan yang hanya mengejar target kurikulum dan hafalan. Padahal, anak-anak kita butuh pembelajaran bermakna yang menyentuh akal sekaligus hati mereka. Di sinilah deep learning hadir untuk menjawab tantangan itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, guru perlu mendorong siswa untuk memahami konsep secara mendalam, mengaitkannya dengan kehidupan nyata, serta memupuk kemampuan reflektif. Dengan begitu, siswa tidak hanya pintar secara kognitif, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi yang menjadi bekal menghadapi perubahan zaman.
Selain deep learning, materi yang tak kalah menarik adalah kurikulum berbasis cinta. Burhan menjelaskan bahwa kurikulum seharusnya tidak sekadar kumpulan mata pelajaran dan target nilai, melainkan sebuah panduan yang dilandasi oleh cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap potensi unik setiap anak.
Dalam Kurikulum berbasis cinta diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang cinta kepada Alloh dan Rosulnya, Cinta Kepada Ilmu Pengetahuan, Cinta lingkungan, Cinta kepada diri sendiri dan sesama manusia, Cinta kepada Tanah Air dan bangsa.
“Anak-anak kita membutuhkan pendidikan yang menumbuhkan kebahagiaan, bukan tekanan. Kurikulum berbasis cinta menempatkan guru sebagai teladan yang membimbing dengan ketulusan, bukan sekadar penyampai materi,” tuturnya.
“Maka dari itu tumbuhkanlah kecintaan siswa kepada Alloh dan Rosulnya, Cinta Kepada Ilmu Pengetahuan, Cinta lingkungan, Cinta kepada diri sendiri dan sesama manusia, Cinta kepada Tanah Air dan bangsa” terangnya lagi
Ia mencontohkan, pembelajaran berbasis cinta dapat diwujudkan melalui kegiatan yang menumbuhkan empati, kerja sama, penghargaan terhadap keberagaman, serta pembiasaan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, pendidikan madrasah akan melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual.
Kegiatan IHT ini diikuti oleh seluruh dewan guru MI Hidayatul Mubtadiin Pragen. Para peserta tampak serius menyimak materi dan aktif dalam sesi diskusi. Beberapa guru menyampaikan pertanyaan seputar cara praktis menerapkan deep learning dalam mata pelajaran yang mereka ampu, serta strategi menghadirkan suasana kelas yang penuh kasih sayang.
Kepala MI Hidayatul Mubtadiin Pragen, Ashivul Faizin, M.Pd., berharap agar IHT ini menjadi awal yang baik untuk mengubah paradigma pembelajaran di madrasahnya. Ia menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung guru-guru agar terus berkembang.
“Madrasah ini lahir dari semangat mencerdaskan anak bangsa dengan nilai-nilai Islami. Dengan bekal deep learning dan kurikulum berbasis cinta, kami yakin guru-guru akan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna,” katanya.
Dengan terselenggaranya IHT ini, MI Hidayatul Mubtadiin Pragen diharapkan mampu menjadi madrasah yang unggul, inovatif, serta humanis. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas guru, tetapi juga menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang berakar pada cinta dan keikhlasan. (Pen)
.