Home>Tulisan
Mengapa Gen Z Lebih Memilih Curhat ke Chat GPT
Penulis : Eldika - 25 Juli 2026
Sumber : pinterest/@ArtificialIntelligence+
Fenomena
Belakangan ini, semakin banyak konten di media sosial khususnya Tiktok, X, dan Threads yang menunjukkan Gen z sekarang lebih memilih curhat ke Chat GPT dibandingkan dengan teman atau keluarga mereka. Banyak topik yang dibicarakan mulai dari masalah kuliah, pekerjaan, hubungan, hingga kesehatan mental, AI dianggap sebagai teman yang selalu siap 24 jam/hari mendengarkan keluh kesah mereka.
Sebenarnya peristiwa ini sudah ada sejakĀ beberapa tahun terakhir, sejak banyak aplikasi AI yang diluncurkan dengan fitur chatbot AI, tapi lebih populer lagi dalam 2 tahun terakhir, karena setiap perusahaan AI sudah meningkatakan fitur kecanggihan dari platform mereka yang membuat setiap penggunanya seolah olah berinteraksi dengan manusia pada umumnya tanpa terasa kaku sama sekali.
Gambar 2 : Tangkapan layar Komentar di Tiktok
Berbagai komentar di media sosial menunjukkan bahwa sebagian pengguna merasa lebih nyaman bercerita kepada chat GPT dibandingkan kepada orang lain.Alasan yang paling sering muncul adalah ketika AI dianggap lebih bisa mendengarkan keluh kesah mereka tanpa merasa dihakimi, memberika respon yang menenangkan, lembut, serta tersedia kapanpun dan dimanapun ketika dibutuhkan, berbeda dengan manusia pada umumnya yang langsung menghakimi ketika baru curhat, ada juga alasan seperti adu nasib , jadi mereka merasa lebih baik curhat ke AI daripada teman atau keluraga mereka sendiri. Beberapa pengguna bahkan mengatakan bahwa mereka kerapa menceritakan massalah mental, kekeluargaan kepada chat GPT, dimana itu termasuk kedalam ranah yang sangat privat, hingga tekanan emosional yang sedang mereka alami.
Meskipun komentar-komentar tersebut tidak dapat mewakili seluruh pengguna,tapi bisa dilihat dengan adanya peristiwa ini sudah menunjukkan perubahan cara sebagian masyarakat terutama gen Z dalam mencari dukungan emosional. Bagi sebagian orang AI tidak hanya alat untuk mencari informasi, tapi menjadi ruang untuk mengekspresika diri mereka yang sulit untuk diterima orang-orang disekitar mereka.
Bagaimana pendapat ahli?
Menurut salah satu Psikolog yang bernama Indah SJ, M.Psi., menjelaskan bahwa meskipun chat GPT mampu memberikan saran dan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna, AI tetap tidak dapat menggantikan peran manusia, karena balik lagi chat GPT adalah sebuah tools atau alat yang didesain oleh manusia dengan cara menyusun respon berdasarkan pola data yang diambil dari internet, Beliaumenegaskan bahwa setiap manusia itu berbeda perlakuanya, walaupun mereka menghadapi masalah yang sama, berbeda dengan manusia yang bisa memberikan solusi berdasarkan emosi dan juga empati, sedangkan AI tidak meiliki emosi ataupun empati.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa alasan seseorang bercerita tidak selalu untuk mencari jawaban. Banyak orang hanya ingin didengarkan bercerita dari awal sampai akhir tanpa dipotong, dimengerti bahkan didukung dengan sekedar kata "aku mengerti banget perasaan kamu", sama seperti yang dilakukan oleh chat GPT. Disinilah letak perbedaan antara manusia dengan AI. Memang benar jika AI itu tidak akan menghakimi, tapi balik lagi AI itu diciptakan oleh manusia dengan harapan AI bisa membantu tanpa menggantikan kehadiran emosional yang dimiliki oleh manusia itu sendiri.!!