Iklan Motion graphic sendiri
Iklan Motion graphic sendiri
Beranda>Tulisan
Gen Z Jepang Jadi Generasi Paling Kesepian
Penulis : Eldika - 03 Januari 2025
Foto : Pinterest/video-images vise.com
Biasanya, fenomena kesepian itu sering terjadi di negara dengan populasi lansia yang banyak. Tapi di Jepang, justru yang paling kesepian malah anak muda, terutama Gen Z, sob!
Kenapa sih Gen Z Jepang bisa disebut sebagai generasi paling kesepian?
Biasanya kita santai aja kalau ada orang yang lebih suka menyendiri atau mengurung diri, tapi belakangan ini banyak negara mulai memperhatikan masalah ini. Contohnya, Inggris yang pada 2018 menunjuk Menteri Kesepian pertama di dunia. Diikuti Jepang yang pada 2021 juga menunjuk Menteri Kesepian, karena makin banyak orang, terutama anak muda di Jepang, yang merasa kesepian. Kesepian di sini beda dari Hikikomori, ya, lebih ke kesepian komunal.
Menurut The Japan News, sekitar 40% orang Jepang merasa kesepian setidaknya sesekali, menurut survei nasional terbaru soal kesepian dan isolasi. Survei ini melibatkan 20.000 orang berusia 16 tahun ke atas. Hasilnya, 4,9% merasa kesepian terus, 15,8% kadang-kadang, dan 19,6% merasa sesekali. Gabungin semua, totalnya hampir 40%. Ini naik 3,9% dibanding survei sebelumnya.
Sumber : The japan news
Kesepian ini lebih banyak dialami oleh generasi muda. Kalau dibiarkan, bisa berdampak buruk, bahkan berisiko menyebabkan kematian. Apalagi ini juga terkait dengan tingginya angka bunuh diri di Jepang. Banyak kasus bunuh diri yang ternyata bukan karena masalah ekonomi, tapi lebih karena kesepian dan minimnya interaksi sosial. Di Indonesia, kalau keluar rumah aja, udah ditanyain “Mau ke mana, Dek?” beda banget, kan, sob? bisa dilihat chart tingginya angka bundir di jepang per tahun 2023
Sumber: statista.com
Menurut Psychology Today, ada tiga jenis kesepian yang bisa dialami seseorang:
1. Kesepian Eksistensial: Merasa nggak berguna bagi masyarakat.
2. Kesepian Emosional: Kurangnya hubungan emosional yang mendalam.
3. Kesepian Sosial: Kekurangan interaksi sosial yang berkualitas.
Lalu menurut Channel News Asia, ada beberapa alasan kenapa banyak anak muda Jepang yang merasa kesepian. Salah satunya karena mereka terlalu fokus kerja, sampai nggak ada waktu untuk bersosialisasi. Ada juga yang merasa berteman itu malah bikin repot dan berisiko. Banyak yang mikir, kalau punya teman itu bisa bikin stres, apalagi kalau temannya banyak drama atau sering minjem duit. Jadi, mereka lebih memilih untuk sendirian aja. Padahal, tanpa mereka sadari, kebiasaan ini malah jadi pemicu kesepian. Karena, walaupun kita introvert, sebagai manusia kita tetap butuh berinteraksi dengan orang lain.
Walaupun kelihatannya sepele, kesepian ini tuh masalah serius. Akhirnya, buat ngatasin hal ini, The Mainichi melaporkan kalau sejak April 2024, pemerintah Jepang memasukkan masalah kesepian dan isolasi sebagai isu sosial yang harus diselesaikan. Setiap daerah diwajibkan menyediakan layanan untuk mendukung orang-orang yang merasa kesepian. Jadi, ada layanan konsultasi gratis yang bisa membantu orang yang merasa terisolasi. Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan LSM untuk mengadakan kegiatan sosial agar orang yang kesepian bisa kembali terhubung dengan masyarakat.
Meskipun inisiatif ini terdengar bagus, ada juga yang meragukan apakah itu cukup efektif. Masalahnya, orang yang sudah memilih mengurung diri biasanya enggan mencari bantuan. Jadi, beberapa pihak berpendapat bahwa solusi yang lebih tepat adalah mengatasi akar masalah kesepian itu sendiri. Tapi, meski itu sulit, setidaknya orang yang merasa kesepian bisa tahu ke mana mereka harus mencari bantuan. Dan menurut saya, itu udah langkah yang baik.
Selain Jepang, banyak juga negara lain yang menghadapi masalah serupa. Makanya, di tahun 2023, WHO akhirnya mengakui kesepian sebagai ancaman kesehatan global. Kesepian jadi salah satu prioritas global yang harus segera diselesaikan. Jadi, emang serius ya masalah kesepian ini, sampai masuk dalam agenda global.
Kira-kira di Indonesia ini bisa jadi maslah serius nggak sihkk, sob? tulis jawaban mu di comment section.
OK segitu aja sob sampai jumpa di artikel berikutnya!!😄😄