PERIODE 2023/2024
PERIODE 2023/2024
Murtadho Ali Habshi
Ketua Umum Jurnalistik DOEA
@murtadhoalihabshi
Biancha Oligarchy A.R.
Wakil Ketua Jurnalistik DOEA
@bianchaoar
Achmad Farchan Zainudin
Sekretaris 1
@zain_frchn
Adelia Ayu Meliartha
Sekretaris 2
-
Siti Candra Iliyyin
Bendahara 1
@yah_oyah
Hawa Nada Salsabila
Bendahara 2
@bailanuds
Halo, semuanya
Ini ketuamu periode 2023/2024, Murtadho Ali Habshi.
Saya ingin menceritakan pengalaman saya selama menjabat ketua umum jurnalistik DOEA. Orang - orang menyebut saya sebagai penyelamat ekskul jurnalistik, ketua yang mengubah jurnalisik DOEA dari masa keruntuhan menjadi masa kejayaan atau saya lebih suka menyebutnya sebagai the golden age Jurnalistik DOEA. Kenapa bisa seperti itu? Saya harus menjelaskan dari awal, sangat awal. Yaitu, awal saya masuk ke ekskul Jurnalistik DOEA.
Bulan Juli 2022, awal masuk menjadi siswa baru di SMAN 2 Pasuruan. Saya memutuskan untuk bergabung dalam ekskul Jurnalistik DOEA dengan alasan ingin mengembangkan skill kemampuan gambar saya. Karena saat saya lihat pamflet open recruitment terdapat divisi ilustrasi, tanpa pikir panjang saya langsung join ekskul ini. Pada awal pertemuan, banyak sekali yang mendaftar. Namun, karena waktu itu kurangnya fasilitas yang diberikan sekolah dan cara mengajar kakak kelas(Periode 2022/2023) waktu itu yang terkesan monoton. Banyak yang mengundurkan diri. Dan yang masih bertahan dapat dihitung tangan sekitar 4 atau 5. Dan perlu diingat itu hanya angkatan saya saja, dari angkatan saya cuma 5 orang saja yang ikut ekskul jurnalistik. Dan waktu itu kakak kelas hanya 9 saja. Jumlah anggota yang sangatt sedikit bagi sebuah ekskul.
Keakraban waktu itu sangat dekat antara adik kelas maupun kakak kelas. Diawal kita canggung bangett, tapi setelah beberapa pertemuan kita sudah mulai terbuka dan sudah akrab satu sama lain. Ketua waktu itu, Kak Sinta. Beliau merupakan ketua yang sangat hebat. Dengan penuh hormat, saya suka cara dia mengembangkan ekskul jurnalistik agar tidak monoton. Salah satu perubahan di zaman periode 22/23 ialah pengembangan website jurnalistik DOEA. Hampir setiap pertemuan kita selalu kumpul di ruangan multimedia, menggunakan komputer sekolah dan belajar tentang website. Dan pembina waktu itu, dapat dikatakan tidak peduli tentang ekskul jurnalistik DOEA. Oleh sebab itu, Kak Sinta berjuang untuk mengembangkan ekskul ini.
Namun, pada bulan ramadhan 2022. Terjadi sebuah konflik, yang berupa kesalahpahaman antara ketua umum, Kak Sinta. Dengan Pembina ekskul jurnalistik. Yang membuat Kak Sinta mengundurkan diri dari jabatan ketuanya. Kemunduruan itu disampaikan saat buka bersama jurnalistik DOEA dan blibliotek. Lebih tepatnya, setelah buka bersama. Kelas 11 waktu itu yang terdiri dari Kak Sinta, Kak Diva, Mas Yusril, Mas Dama, Mas Naufal Dan kelas 10-nya hanya saya saja. Kita bingung siapa yang cocok untuk menggantikan posisi ketua ini. Para kelas 11 menolak untuk menjadi ketua karena alasan tidak bisa mengurus sebuah ekskul. Seharusnya wakil saat itu diangkat jadi ketua. Namun, wakilnya bisa dikatakan "Menghilang". Sehingga kelas 11 menatap ke saya. Saya yang masih kelas 10, dipilih menjadi ketua sementara jurnalistik DOEA.
Di ekskul lain, setiap ketua biasanya menjabat selama satu periode saja (1 tahun). Namun saya menjabat 2 periode (2 tahun). Di saat itu saya tidak memiliki visi misi seperti ketua ekskul lain. Namun saya memiliki satu tujuan waktu itu. "Saya harus memajukan ekskul ini". Ekskul jurnalistik masih belum diperhatikan oleh sekolah, oleh sebab itu saya mencari cara agar sekolah melihat ekskul ini agar mendapatkan bantuan. Dan alhamdulillah, setelah saya resmi menjadi ketua jurnalistik periode 23/24. Ekskul jurnalisitk mendapatkan beberapa bantuan dari sekolah, walaupun bertahap. Yang awalnya tidak ada kamera, mulai diizinkan untuk menggunakan kamera sekolah. Yang tidak ada ruangan jurnal/basecamp, akhirnya diberikan. Serta saya berterima kasih kepada para guru yang telah membantu ekskul ini dapat berkembang.
Secara garis besar itu saja yang dapat saya sampaikan. Sebenarnya masih banyak yang telah terjadi, namun tidak dapat saya sampaikan melalui teks. Lebih baik saat berbincang saja. Intinya untuk ketua jurnalistik di masa yang akan datang, kalian harus bisa mengembangkan ekskul ini. Bersedia meluangkan waktunya untuk ekskul ini. Oleh karena itu, saya sarankan hanya ikut ekskul jurnalisik saja agar tidak susah membagi waktu. Namun jika kalau mau sibuk, silahkan pilih ekskul lain. Yang terpenting adalah lihatlah anggotamu agar mereka dapat membantumu juga. Ketua tanpa anggota, rasanya seperti berjalan sendiri di tempat yang gelap.