(Puisi Luapan Terdalam sudah dibukukan di buku Antologi Puisi "Teruntuk Rindu yang Tak Pernah Redup")
Luapan Terdalam
Yusril Muzakky
Riwayat itu tak sudahi pilu
Memberitahu akan suatu
Itu dalangnya siapa? Merupalah udara
Lalu, udara-udara mulai merupa...
Menjadi aku di luap berat paling rana
Beban lalu tangisan
Rindu-rindu mulai berjatuhan
Pisah-temu tak berkesudahan
Apa yang diharap? Sepucuk takdir berkelanjutan?
Rindu menguap, bersama waktu mengikis perasaan
Biar sedu-sedan semesta, tetaplah aku merindu selamanya
Biar tetapku menjalan, biar dunia tenang
Tempat Terdalam, 23 Maret 2022
(Puisi Kakak dan Adik sudah dibukukan di buku Antologi Puisi "Aku Terbawa Arah Mata Takdir")
Kakak dan Adik
Yusril Muzakky
Anak-anak itu bermain, orang tuanya bekerja.
Sang Bapak mencari kerikil di dalam suatu danau
Sang Ibu membuat patung dari tumpukan paku
Itu dua saudara, kakak-beradik, anak bapak-ibu.
Kakak yang selalu menjaga dan merawat adiknya;
mungkin dari serangan nyamuk pada adik bayinya yang tertidur,
mungkin dari terjatuhnya adik itu karena mulai bisa berjalan,
mungkin dari sudah kakak lepaskan adiknya itu untuk berlari.
Adik-kakak itu si anak-anak
Bersama-sama hirup-napas udara yang mirip
Bersama-sama bermain dengan waktu
Dibesarkan oleh kehidupan
Anak-anak itu terus bermain, tiada lelah banting,
Mungkin perihal akhirnya, ditentukan takdir masing-masing.
TKP-Takdir. 28 Januari, 2022.
(Puisi Gugurku Ber-Tuan sudah dibukukan di buku Antologi Puisi "Gugur Untuk Kembali Utuh")
Gugurku Ber-Tuan
Yusril Muzakky
Musim itu, daun rontok. Seperti rambutku saja. Atau mungkin aku sendirinya begitu juga?
Daun rontok yang tak pernah dijamah, berarti pula tiada sapa pemunya. Aku adalah daun rontok itu.
Digugurkan dari entah kenapa dan siapa, lalu disapu oleh tuan baru.
Aku
berontok, berjatuhan, berguguran diri.
Sudah saja seperti daun pada musim itu.
Musim gugur mungkin kata orang?
Aku
adalah daun gugur yang sudah difasihkan. Mungkin tersiapkan untuk tuan baruku tersebut pula.
Relaku disapu, dipungut, entah mau diapakan. Mungkin tentang ikhlasku bisa membawa berkah terhadap tuan baruku juga.
(Tempat beringin musim gugur datang, 19 November 2021)
Nailatul Karimah
Dunia kini menjadi sepi
Isak tangis pun menyelimuti
Tak ada yang dapat di salahkan
Karena ini adalah ujian
Dunia kini di selimuti oleh duka
Tak ada yang tahu kapan berakhirnya
Namun, perjuangan tidak boleh dilalaikan
Diiringi doa serta ketulusan
Manusia tak akan di beri cobaan
Melibihi batas kemampuannnya
Pejuang garda depan
Selalu setia menunggu dan membantu
Mengorbankan setiap tetes keringatnya
Tenaga, waktu, harta, benda
Jiwa, raga bahkan keluarganya
Mereka penuh dengan kesabaran
Rasa lelah tak mereka hiraukan
Keselamatan orang ia utamakan
Pejuan garda depan mati-matian
Di tengah virus yang membahayakan
Khiska Meisinta Putri Wardhani
Aku adalah doa,
Yang menyampaikan selamat untukmu SMADAKU
Di hari lahirmu,
Kini ku hentakkan kemeriahan yang menggema
Aku adalah doa,
Yang mengantar pesan untukmu SMADAKU
Di hari lahirmu,
Kesenangan hatiku tidak bisa mencapai batasannya
Dirgahayu SMADAKU,
Sorak seantero insan dalam gelanggang lapangan sekolah
Beridiri gagah,
menghadap sang obor yang kian menyala deras.
Langit euforia saat itu,
Bersama paruh waktu yang cukup lama
Berdiri kokoh dan megah dijalan Pangsud,
Secuil yang dapat diceritakan dalam tulisan cantik di tiap larik
SMADAKU sekolahku,
Tempat dimana tokoh-tokoh hebat dilahirkan
Para murid yang lulus,
Menjadi layaknya tokoh utama dalam lakon tertentu
SMADAKU yang memang telah menua,
Dinding yang mulai bernoda
Dan di besi-besi yang telah berkarat,
Pada antero sudut-sudut ruang
Yang mempunyai kisah
Dibalik telunjuk yang ku tunjukkan
“Itu perpus buku, itu kelasku yang di sana temanku”
“Itu sekolahku. 43 Tahun telah lahir"
Pada hari yang mulia ini,
Kami mempersembahkan cinta kami
Suka cita kami,
Yang akan kami lontarkan dalam semangat perjuangan
Dalam lapangnya halaman rumput,
Ku menemukan bintik-bintik keagungan
Keagungan di setiap genting, meja dan kursi,
Yang membangun insan cendekia
Jika kami harus membuka mata,
Maka akan kami buka mata selebar sayap
Jika kami harus memimpin,
Maka Kamilah yang menjadi pemimpin mimpi
Banyak ucapan dan kalimat,
Yang sanggup ku lontarkan
Bak batu yang tidak akan tergores oleh api,
Disitulah merahnya semangatku tetap membara
Bagai hitamnya malam,
Dan merahnya darah
Nama yang tetap suci,
Akan memancarkan kesuciannya
Murid yang memiliki semangat,
Belajar dan menuntut ilmu di SMADA
Bagaikan pahlawan pejuang negara,
Tiada hentinya semangat mereka
Biru nya warna spandukmu,
Putihnya warna lambangmu
Menggambarkan semangat,
Serta bersihnya tempatmu
Jika aku adalah bunga,
Maka Engkau-lah daunku
Jika aku adalah sebuah ruangan,
Maka Engkau-lah lampu pelita
Jika harus kugambarkan sebagai insan,
Bentuknya tinggi dan gagah
Dengan otak yang cemerlang,
Serta fisik yang sehat dan sempurna
SMADA yang dulu rindang menjadi gersang,
Banyak burung yang kehilangan rumahnya
Tapi itu tidak mematahkan semangat,
Para murid SMADA
Hinggapnya kupu-kupu didahan,
Sejuknya embun pagi
SMADAKU engkau bagaikan kupu-kupu yang menghiaskan keindahan,
Dan seperti embun yang menyejukkan hawa
SMADAKU
Murtadho Ali Habsi
Ku tak pandai merangkai kata - kata
tetap, kan kutulis semua yang ku rasakan
Saat aku pertama kali masuk ke sini
sebagai murid baru, aku terpukau dengan sekolah ini
ada banyak hal aku dapatkan dari sekolah ini
pertemanan, Ilmu pelajaran yang diberikan oleh para guru, percintaan, kekompakkan dan sebuah semangat yang sangat kuat tuk menuntut ilmu
26 september merupakan hari anniversary SMADA
banner - banner telah dipasang sepanjang lorong sekolah dan tempat konser
ada yang kecil, ada juga yang besar, beragam – ragam desainnya
tak sabar apa saja kegiatan dan keseruan yang ada saat anniversary nanti
khususnya para murid baru yang tidak sabar menunggu
semoga pada saat anniversary nanti tidak ada masalah yang menghajar kita
kami disini untukmu SMADAKU
teruslah jaya, berprestasi, dan berkarakter
SELAMAT ULANG TAHUN SMAN 2 PASURUAN
A. Farchan.Z
Dirgahayu smadaku
43 tahun usiamu
Ku ucapkan terima kasih atas jasamu
Membantuku disaat aku menuntut ilmu
Dirgahayu smada
Tak terasa tahun telah berganti
Meskipun karena pandemi
Kau tetap menuntunku
Mataku terbangun sebelum pagi
Menanti mentari pada jendela subuh
Ceria hati menyambut hari yang dinanti
Hari dimana aku kan berjumpa guru dan kawanku
Disinilah tempat yang banyak menggoreskan kenangan
Disinilah istana rumah kedua bagiku
Canda, tawa, tangis, kesal semua kurasakan
Semua berkat engkau smadaku
Saat ini kau beranjak bertambah satu tahun usiamu
Doaku kan kupanjatkan selalu
Agar jayalah smadaku
Dirgahayu sekolahku SMAN 2 Pasuruan tercinta
Untuk Smadaku
Qurnia Nikmatan Nurcholis
Waktu terus berputar....
Sembilan jamku
Aku habiskan dengan mu
Menuntut ilmu tiada bosan
Diiringi tanda tawa dan semangat
Smada kau alasanku untuk bermimpi
Bermimpi menjujung dan mengharumkan namamu
Menjadi siswi yang berprestasi.
Kau sangat berbeda dari yang lain.
Puji Syukur Tuhan Selamat hari ulang tahun yang ke 43.
Teruslah menjadi yang paling maju dan unggul.
Karena kau.... smada CJDW
BORN SMADA
Diva Oktarianti
Pada hari ini,
hatiku tak kuasa menahan kegembiraan
Saat aku tahu,
hari dimana SMADA bersinar bagai bintang
Bintang paling terang
Semangat yang membara
Api yang berkobar
Semua adalah bagian SMADA
Senang nya hatiku,
karna SMADA bersinar terang di hari itu
Bahagia nya diriku,
hingga tidak bisa di katakan
Kembang kempis semangat ku
Bagaikan bunga yang bermekaran
SMADA tempat dan rumahku
SMADA tempat perjuanganku
Huru hara orang berbincang,
kalau SMADA adalah SMA terbaik,
SMA terhebat,
dan SMA berprestasi.
Murid yang memiliki semangat
Belajar dan menuntut ilmu di SMADA
Bagaikan pahlawan memperjuangkan negara
Tidak ada hentinya semangat mereka
Semua murid SMADA yang semangat
Tak kalah dengan semua guru SMADA
Guru yang memberi ilmu
Dan murid yang mendapat ilmu
Guru yang tak henti-hentinya memberi ilmu
Bagai ibu burung yang mengasihi anaknya
Bagai air yang terus mengalir
Bagai kupu kupu yang tak lelah berterbangan
Dalam lapangan halaman rumput,
ku menemukan bintik-bintik keagungan
Keagungan di setiap genting, meja, kursi.
Yang membangun insan cendekia
Di tengah lapangan SMADA
Di sinari sinar matahari
Di lewati angin sepoi sepoi
Ku merasa nyaman dan tenang
Sedihnya hatiku saat melihat SMADA
Dulu SMADA yang asri
Berubah menjadi gersang
Semua pohon di tebang
SMADA yang dulu rindang menjadi gersang
Banyak burung yang kehilangan rumahnya
Tapi itu tidak mematahkan semangat murid-murid SMADA
Murid SMADA yang tiada hentinya,
Membuat prestasi di SMADA
Membawa pulang piala dan penghargaan
Membuat SMADA semakin di kenal
Smada ku sesekolahku
tempat dimana tokoh tokoh hebat lahir
Menjadi layaknya tokoh utama,
dalam lakon tertentu
Di pinggir lapangan aku melamun
Membayangkan aku bisa membuat prestasi
Membanggakan SMADA dengan prestasi ku
Menaruh salah satu piagam di SMADA
Bertemu teman
Bertemu guru
Bertemu semua yang aku suka
Membuat aku lebih semangat belajar
SMADA Jaya
Anugra heni Rizky Nurul Qur'ani
43 tahun
Waktunya menapak lebih tinggi
Bersama iringan swara lokananta yang membahana
Bersama semesta membuka renjana terkasih
43 tahun
Meraih sebuket warna mimpi bak pelangi yang bersinar
Yang tergenggam di lubuk rasa terdalam
Untuk disemai wujudkan asa yang telah lama diimpikan
43 tahun
Bersemi murnikan jejak-jejak langkah
Bergelayut penuhi nadir hati yang bergejolak
Mengukir rindu dalam torehan makna yang berarti
43 tahun
Saatnya kepakkan sayap melebar
Jernihkan netra sambut arunika jiwa
Menghantar mesra pada setangkup cita
Ungkapan untuk Ulang Tahun Sekolahku
Ria
Berbagai generasi kau besarkan
Menempuh berbagai rintangan
Macam macam kebodohan kau hapuskan
Kau lah yang selalu ku banggakan
Menjaga nama baik mu adalah sebuah janji
Meski jalan yang kau tujukan berduri
Tetesan ilmu dari setiap duri sangat berarti
Untuk masa depan kami nanti
Semua tujuan yang akan kami capai
Pasti berhasil Berkat ilmu yang kau berikan
Ku persembahkan ucapan ulang tahun padamu
Sekolahku
Dirgahayu
Mayla
Waktu berlalu…
Tak terasa bertambah umurmu
Beriring tangis dan menyusuri indah dunia..
Maaf, aku tak bisa kasih hadiah apa-apa
Selain doa yang aku lantunkan setiap malam
Tak ada Intan atau permata yang bisa aku berikan
Dan tak ada indah atau puisi penuh makna yang aku ucapkan
Kecuali sepenggal kata…
Dirgahayu Smadaku.
Nailatul Karimah
Dunia kini menjadi sepi
Isak tangis pun menyelimuti
Tak ada yang dapat di salahkan
Karena ini adalah ujian
Dunia kini di selimuti oleh duka
Tak ada yang tahu kapan berakhirnya
Namun, perjuangan tidak boleh dilalaikan
Diiringi doa serta ketulusan
Manusia tak akan di beri cobaan
Melibihi batas kemampuannnya
Pejuang garda depan
Selalu setia menunggu dan membantu
Mengorbankan setiap tetes keringatnya
Tenaga, waktu, harta, benda
Jiwa, raga bahkan keluarganya
Mereka penuh dengan kesabaran
Rasa lelah tak mereka hiraukan
Keselamatan orang ia utamakan
Pejuan garda depan mati-matian
Di tengah virus yang membahayakan
Anugraheni Rizky Nurul Qur'ani
Katanya, cinta itu membutakan
Katanya, cinta itu butuh perasaan
Tapi kemanakah perasaanmu itu,
yang selalu merindukanmu di saat itu juga?
Sajak rasa yang selalu kubacakan ini,
selalu melekat di hatiku.
Ingin kulepaskan saja rasa ini,
tetapi hati berkata tidak.
Ada beberapa bab yang menyakitkan
Ada juga yang membuatku
Tapi aku teringat pada satu hal,
"Cinta ini ada di tangan kalian berdua."
Selembar demi selembar kita lewati bersama
Hati kecilku sudah tak kuat,
menahan setiap perkataan kasarmu itu
Sampai jumpa kembali, di sajak rasaku yang baru ini.