Penerapan Model ATIK untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Anak Usia Dini
Penulis : Husnul Khatimah - 29 Mei 2024
Sumber : https://unsplash.com/
Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dalam dunia Pendidikan Anak Usia Dini ada berbagai macam model pendekatan yang bisa dilakukan oleh guru dalam mengembangkan kemampuan anak. Salah satunya menggunakan model pendekatan ATIK. Model Pendekatan ATIK adalah model pendekatan yang Model pembelajaran ATIK (Aktif, Taktis, Interaktif, Kreatif) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.
Dalam konteks anak usia dini, model ini dapat diadaptasi agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan anak-anak tersebut. Model pembelajaran ATIK dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk memfasilitasi pembelajaran yang menyenangkan dan berarti bagi anak usia dini, sambil tetap mengembangkan keterampilan kognitif, sosial, dan emosional mereka.
Apasih Literasi Numerasi bagi Anak Usia Dini Itu??
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Dr Muhammad Hasbi menegaskan bahwa literasi dan numerasi merupakan hal esensial yang perlu diberikan kepada anak usia dini sebagai pondasi yang kuat dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi di jenjang pendidikan berikutnya, sehingga diharapkan dengàn mempersiapkan literasi dan numerasi sejak usia dini dapat meningkatkan angka atau skor PISSA yang mengukur erat kemampuan matematika dan membaca siswa di dunia.
Berikut adalah beberapa contoh permainan yang dapat meningkatkan literasi dan numerasi pada nak usia dini:
Literasi:
Permainan Kata:
"I Spy": Anak mencari objek di sekitarnya yang dimulai dengan huruf tertentu.
"Kata Perangkap": Salah satu anak memilih kata, sementara yang lain menebak huruf-hurufnya secara berurutan.
"Cerita Kelompok": Anak-anak secara bergantian menambahkan bagian cerita berdasarkan kata atau kalimat sebelumnya.
Puzzle Kata:
Membuat puzzle kata sederhana dengan menggunakan kartu huruf dan meminta anak menyusun kata-kata.
Menggunakan puzzle kata dengan gambar, di mana anak harus mencocokkan kata dengan gambar yang sesuai.
Membaca Buku Interaktif:
Buku dengan fitur interaktif seperti suara, pop-up, atau flaps yang mengundang anak untuk berpartisipasi aktif dalam cerita.
Numerasi:
Permainan Papan Matematika:
Permainan papan sederhana yang mengajarkan konsep penjumlahan, pengurangan, atau pola-pola sederhana.
Permainan papan yang melibatkan penghitungan jumlah langkah, koin, atau objek-objek kecil.
Permainan Menghitung:
"Memancing Jumlah": Anak melempar dadu, dan mereka harus menambahkan atau mengurangkan jumlah yang mereka dapatkan dengan jumlah lainnya untuk menentukan jumlah yang mereka butuhkan untuk menangkap ikan.
"Tebak Jumlah": Anak menebak berapa banyak objek yang disembunyikan dalam kotak atau di bawah wadah.
Penggunaan Alat Manipulatif:
Menggunakan blok bangunan atau koin untuk menunjukkan konsep-konsep matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian.
Menggunakan jarum jam mainan untuk membantu anak memahami konsep waktu, seperti jam berapa mereka harus makan siang atau berapa lama mereka harus beristirahat.
Permainan Aktif:
"Loncat Bilangan": Anak melompat ke bilangan-bilangan tertentu di lantai sesuai dengan instruksi yang diberikan.
"Berburu Angka": Anak mencari angka-angka tertentu yang tersembunyi di sekitar ruangan atau halaman dengan menggunakan daftar angka.
Dengan mengintegrasikan permainan seperti ini dalam pengalaman belajar sehari-hari, anak usia dini dapat mengembangkan keterampilan literasi dan numerasi mereka sambil bersenang-senang. Pengembangan literasi dan numerasi pada anak usia dini memiliki banyak manfaat penting dalam perkembangan mereka.
Berikut adalah beberapa manfaat utama dari literasi dan numerasi pada anak usia dini:
Literasi :
Keterampilan Bahasa: Meningkatkan kemampuan anak untuk memahami dan menggunakan bahasa dengan lebih baik, baik lisan maupun tulisan, yang penting untuk komunikasi sehari-hari.
Kemampuan Membaca: Memperkenalkan anak pada dunia tulisan dan membaca membuka pintu untuk pengetahuan baru, imajinasi, dan pengalaman yang lebih luas.
Pemahaman Dunia: Melalui membaca cerita dan buku, anak-anak dapat memperluas pemahaman mereka tentang dunia, termasuk tentang budaya, nilai, dan konsep-konsep abstrak.
Kemampuan Berpikir Kritis: Literasi membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, serta kemampuan untuk mengevaluasi informasi yang diterima.
Kemampuan Mengekspresikan Diri: Literasi memberi anak-anak cara untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan pengalaman mereka dengan lebih baik melalui kata-kata.
Numerasi :
Kemampuan Berhitung: Memperkenalkan anak pada konsep-konsep matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, yang penting untuk kemampuan berhitung sehari-hari.
Pemecahan Masalah: Numerasi membantu anak-anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, termasuk kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, merencanakan solusi, dan mengevaluasi hasilnya.
Pemahaman Ruang dan Bentuk: Melalui kegiatan numerasi, anak-anak dapat memperluas pemahaman mereka tentang konsep ruang, bentuk, dan pola.
Kemampuan Berpikir Logis: Keterampilan matematika mengajarkan anak-anak untuk berpikir secara logis dan sistematis, yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks.
Peningkatan Kemandirian: Kemampuan berhitung yang kuat membantu anak-anak menjadi lebih mandiri dalam mengelola keuangan, waktu, dan tugas-tugas sehari-hari mereka.
Dengan memperkuat literasi dan numerasi pada usia dini, anak-anak akan memiliki fondasi yang kuat untuk pembelajaran selanjutnya di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ini adalah investasi yang penting dalam masa depan perkembangan mereka.