Beberapa asmaul husna Allah SWT sebagai berikut:
As Samad
Nama As Samad yang dimiliki Allah SWT memiliki makna yang Maha dibutuhkan (tempat meminta). Yakni Allah adalah tempat sebaik-baiknya meminta sesuatu dan tempat bergantung.
Beberapa contoh perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat As Samad adalah:
Menjadikan Allah SWT sebagai tempat meminta yang utama dalam sebuah keinginan yang baik
Berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari
Berusaha membantu teman di sekolah atau pun di rumah dengan tenaga, pikiran, dan tutur kata yang santun.
2. Al Muqtadir
Allah SWT memiliki nama Al Muqtadir. Allah SWT memiliki nama Al Muqtadir yang memiliki makna yang Maha berkuasa atau yang memiliki kehendak. Nama Al Muqtadir yang dimiliki Allah SWT maksudnya adalah Allah SWT maha bekuasa dan tidak ada sesuatu pun didunia ini yang bisa terjadi selain karena kehendaknya.
Beberapa contoh perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat Al Muqtadir adalah:
Menjadikan Allah SWT sebagai tempat berlindung
Berlomba-lomba mengamalkan kebaikan dalam kehidupan, karena manusia tidak tahu kapan ajal akan datang.
3. Al Muqaddim
Allah SWT memiliki nama Al Muqaddim yang bermakna yang Maha dahulu. Yakni Allah SWT adalah zat yang telah ada sebelum makhluk ciptaan-Nya ada.
Beberapa contoh perilaku yang menunjukkan keyakinan bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat Al Muqaddim adalah:
Dalam berbuat kebaikan hendaknya kita lebih dahulu mengamalkannya daripada orang lain
Mengerjakan sesuatu yang bermanfaat untuk masa depan
Tidak mengerjakan perbuatan yang sia-sia dan merugikan orang lain
Tidak menunda-nunda pekerjaan, terutama belajar
Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan diri sendiri
4. Al Baqi
Allah SWT memiliki nama Al Baqi. Nama Al Baqi bagai Allah SWT berarti Maha kekal. Allah SWT adalah zat yang kekal dan tidak akan mati.
Beberapa contoh perilaku yang menunjukkan keyakinan bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat Al Baqi adalah:
Berusaha mengerjakan amala saleh karena hidup manusia tidak kekal
Berusaha memperbanyak ibadah sebagai bekal ketika sewaktu-waktu ajal menjemput
Selalu mengingat kematian agar tidak terjerumus melakukan sesuatu yang tercela.