Pernahkah kamu mendengar kata manga?, Apa sih Manga itu, dan kenapa manga bisa populer di seluruh dunia termasuk salah satunya Indonesia, mulai dari perkembangan di negara nya sendiri hingga ke luar negeri. Bagaimana bisa manga yang memiliki budaya yang kental dapat populer?, Mari kita ulas dan bahas secara cukup lengkap (kayaknya) disini.
Pada awalnya akan kita bahas dari arti kata "Manga". Manga (bahasa Jepang: 漫画), mengutip dari situs Wikipedia, manga adalah komik atau novel grafik yang dibuat di Jepang atau menggunakan bahasa Jepang, sesuai dengan gaya yang dikembangkan di sana pada akhir abad ke-19. Manga memiliki sejarah awal yang panjang dan kompleks dalam seni Jepang terdahulu. Istilah manga (kanji: 漫画; hiragana: まんが; katakana: マンガ; bahasa Inggris: /ˈmæŋɡə/ atau /ˈmɑːŋɡə/) di Jepang adalah kata yang digunakan untuk merujuk kepada komik dan kartun. Di luar Jepang, kata "manga" digunakan untuk merujuk pada komik yang aslinya diterbitkan di Jepang. Kenapa rata-rata manga berwarna hitam putih?, hal ini merupakan salah satu efek perang dunia 2 (PD2). Pada saat itu harga kertas memang menjadi naik dan dalam percetakan, kertas merupakan bahan baku yang sangat penting. Kan gak mungkin gak makan demi beli kertas, maka kertas yang dipakai ialah kertas murah yang bernama "Insatsu sen ka kami" atau yang disebut kertas cetak berkualitas rendah, yang dimana untuk mengimbanginya adalah dengan menggunakan warna hitam putih. Namun sekarang juga sudah ada manga yang memiliki warna (lebih colorful).
Buku majalah Shonen Jump, biasanya komik terkenal dimuat disini
Di Jepang, manga biasanya dimuat berseri dalam majalah manga populer—sering kali berisi banyak cerita, dan masing-masing manga dimuat dalam satu bab dan bersambung ke edisi berikutnya. Bab-bab yang dibundel biasanya diterbitkan ulang dalam bentuk volume tankōbon, dan terkadang dalam bentuk buku bersampul tipis. Seorang ilustrator manga (mangaka dalam bahasa Jepang) biasanya bekerja dibantu beberapa asisten di sebuah studio kecil dan berhubungan dengan editor kreatif dari perusahaan penerbit komersial. Jika sebuah seri manga cukup populer, manga itu bisa dijadikan anime setelah ceritanya tamat atau selama masih berlanjut. Terkadang, sebuah manga dibuat berdasarkan dari film laga hidup (live–action) atau film animasi lain. (sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Manga).
Gaya manga sendiri berhasil memengaruhi banyak komik dari negara lain contohnya adalah di negara Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan dengan sebutan "Manhua", dan di korea dengan sebutan "Manhwa". Hal ini bisa diakibatkan oleh gaya gambar manga yang dapat diterima dengan baik, kita tidak perlu tahu darimana sebuah karakter berasal, kita bisa langsung menyukai nya tanpa alasan. Hal inilah salah satu alasan yang dapat membuat manga populer di banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia banyak manga yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara resmi dan berizin, misalnya Naruto, Boruto, Dragon Ball, Doraemon, dan lainnya yang saya malas sebutkan disini. Dikarenakan hal ini juga populasi wibu stress bau bawang semakin banyak di Indonesia dimana rata-rata warganya malas membaca dan lebih suka melihat gambar, dan menjadi salah satu pasar yang besar bagi industri manga.
Tahukah kamu beberapa orang yang sangat berjasa pada dunia industri manga dan anime?, ada beberapa diantaranya. Yang pertama adalah Kitazawa Yasuji atau yang lebih dikenal dengan nama pena Kitazawa Rakuten adalah orang yang menyebut kata manga untuk karya-karya tersebut dan ia juga yang mengubah seni manga lebih ke arah yang modern dan menjadikannya disebut sebagai "the father of modern manga".
Dan selanjutnya adalah seseorang yang sangat terkenal dan juga pembuat karakter Astro Boy, karakter yang masuk ke 50 karakter terbaik sepanjang sejarah versi majalah Empire, dialah Osamu Tezuka yang dikenal oleh penggemar pop-culture jepang sebagai "The Father of Manga and God Father of Anime", dia juga lah guru dari beberapa mangaka terkenal lainnya contohnya adalah Fujiko F. Fujio sebagai mangaka Doraemon, Shotaro Ishinomori sebagai mangaka Super Sentai dan Kamen Rider, dan juga Yoshihiro Tatsumi sebagai pencetus Gekiga.
Doujinshi atau fan fiction atau komik atau serita buatan fans, biasanya dijual di event. Salah satunya Comiket
Lama berselang mulai banyak orang yang menjadi mangaka dan akhirnya muncullah doujinshi (同人誌, sering ditransliterasi menjadi doujinshi) yang berarti istilah Jepang untuk karya-karya yang diterbitkan sendiri, biasanya berupa majalah, manga, atau novel. Dōjinshi sering kali merupakan karya amatir, walaupun beberapa seniman profesional juga berikut serta dalam membuat dōjinshi sebagai cara untuk menerbitkan materi tanpa melalui jalur industri reguler.
Jadi secara tidak langsung banyak juga para komikus luar jepang yang terinspirasi dan menggunakan inspirasi dari manga untuk membuat desain komiknya. Itulah sebabnya banyak komik yang kita lihat sekarang ini memiliki gaya gambar seperti manga jepang dan juga banyaknya wibu gak sehat di banyak negara. Sekian Informasi yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian. Terima kasih.