Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia, Hubungan Industri, General Afairs dan Legal di Industri
Human Resources , Industri Relation, General Affairs & Legal Industri
Herry Setiawan, S.H
Dukungan Mengintegrasikan teknologi AI,
"AI dapat memecahkan masalah, tetapi hanya manusia yang dapat mendefinisikan apa yang layak untuk dipecahkan."
Menyatukan Strategi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hasil Bisnis dalam Hubungan Industrial adalah kunci untuk mencapai kesuksesan organisasi yang berkelanjutan, dan saling terkait erat; strategi SDM yang kuat akan mendorong hasil bisnis yang positif, dan hubungan industrial yang harmonis akan menjadi fondasi yang kokoh bagi keduanya.
Sama halnya dengan penerapan awal ISO 9001:2015 :
ISO 9001:2015 adalah versi terbaru dari standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System - QMS) yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) pada tahun 2015. Standar ini berisi persyaratan yang harus dipenuhi oleh organisasi untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan sistem manajemen mutunya.
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Visi Misi dan penerapannya
Visi Misi
Visi adalah gambaran masa depan yang inspiratif dan ideal yang ingin dicapai oleh sebuah organisasi
Misi adalah pernyataan mengenai tujuan utama atau alasan keberadaan sebuah organisasi saat ini untuk berkelanjutan mewujudkan Visi
Struktur Organisasi kerangka kerja yang menjelaskan bagaimana tugas-tugas dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan dalam sebuah organisasi menunjukkan jalur komunikasi, hierarki wewenang, dan tanggung jawab antar individu dan departemen. Struktur organisasi membantu dalam mengalokasikan sumber daya, mendelegasikan tugas, dan memastikan kelancaran operasional.
Pentingnya Struktur Organisasi:
Menentukan siapa yang bertanggung jawab atas apa.
Memfasilitasi koordinasi antar unit.
Membantu dalam pengambilan keputusan.
Menciptakan alur kerja yang efisien.
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Desain Organisasi MSDM
Human Resource Planning
Merumuskan dan Mengimplementasikan Strategi HR
Akuisisi Talenta (Talent Acquisition)
Pengembangan dan Manajemen Talenta
Manajemen Kompensasi dan Tunjangan
Hubungan Karyawan dan Budaya Perusahaan
Data dan Analisis HR
Peran Strategis dan Kepemimpinan
Kebijkan dalam mengambil keputusan
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Proses Perencanaan & Pengembangan Sumber Daya Manusia Analisis Komprehensif
KPI perencanaan SDM, Recruitmen, Evalusai, Pengembangan
Kerangka kerja sumber daya manusia (SDM) ini pendekatan yang sangat terstruktur dan terintegrasi untuk manajemen sumber daya manusia, yang berpusat pada Pengembangan Sumber Daya Manusia, Modal Manusia, dan peran Mitra Bisnis SDM (HRBP). Kerangka ini secara sistematis menguraikan siklus pekerja melalui empat pilar utama:
Pengembangan Organisasi (OD),
Rekrutmen,
Pelatihan & Pengembangan, serta ,
Kompensasi & Tunjangan (C&B),
Evaluasi dan Action.
Penekanan yang kuat pada Prosedur Operasi Standar (SOP) dan integrasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (HRIS) di seluruh proses komitmen terhadap standardisasi, efisiensi, dan pengambilan keputusan berbasis data serta berpotensi besar untuk mendorong fungsi SDM yang strategis dan berorientasi pada hasil, memastikan bahwa pengelolaan modal manusia selaras dengan tujuan bisnis organisasi secara keseluruhan.
🙋
Pertanyaan Audit untuk Manpower Planning dan Recruitment
Bagaimana proses perencanaan kebutuhan SDM dilakukan?
Apakah jumlah kebutuhan pekerja sudah pas dengan tuntutan pekerjaan?
Bagaimana proses rekrutmen dan seleksi dilakukan?
Apakah prosesnya telah berhasil merekrut kandidat terbaik?
Bagaimana mengukur bahwa kandidat terbaik yang berhasil direkrut?
Berapa lama proses rekrutmen dan seleksi dilakukan hingga tuntas?
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda? 👇
🙋
Pertanyaan Audit untuk Training and Development
Apakah perusahaan telah memiliki matriks training plan yang jelas untuk setiap jenjang Bagaimana bentuknya?
Bagaimana proses analisa kebutuhan training dilakukan?
Bagaimana kegiatan pelatihan diselenggarakan?
Apakaha setiap kegiatan training selalu disertai dengan proses monitoring yang sistematis?
Bagaimana evaluasi efektivitas training dilakukan? Apakah pengukuran dampak training terjadap kinerja karyawan juga dilakukan? Bagaimana prosesnya?
Job Desription Analisis
Job Description (Deskripsi Pekerjaan) adalah dokumen formal yang merinci tugas, tanggung jawab, kualifikasi, dan kondisi kerja yang terkait dengan posisi pekerjaan tertentu di dalam sebuah organisasi. Ini adalah suatu pekerjaan, memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang diharapkan dari seseorang yang menduduki posisi tersebut, sesuaikah dengan penerpan ISO 9001-2015?
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Apakah sudah sesuai dengan penjelasannya dan bentuk format serta desainnya?
Menerapkan Seperti ISO 9001
Analisis
Standart Operational Prosedur
Dokumen tertulis yang berisi serangkaian instruksi langkah demi langkah yang jelas dan terperinci mengenai cara melakukan suatu tugas atau proses rutin tertentu dalam sebuah organisasi. SOP berfungsi sebagai panduan resmi yang harus diikuti oleh karyawan untuk memastikan konsistensi, efisiensi, kualitas, dan keamanan dalam pelaksanaan pekerjaan, sesuaikah dengan penerpan ISO 9001-2015?
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Apakah sudah sesuai dengan penjelasannya dan bentuk format serta desainnya?
Menerapkan Seperti ISO 9001
Menerapkan Seperti ISO 9001
TNA (Training Needs Analysis):
Analisis Kebutuhan Pelatihan adalah fondasi untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan dan area pengembangan.
Talent Management Program - MDP (Management Development Program):
Program spesifik untuk talenta berpotensi tinggi atau manajerial.
Trainee Monitoring Program:
Pengawasan dan pengembangan berkelanjutan untuk peserta.
Job Competencies-based Need Analysis
Job Competencies-based Need Analysis adalah analisa kebutuhan pelatihan yang didasarkan pada profil kompetensi yang dipersyaratkan untuk setiap posisi / jabatan
👆Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Training Needs Analysis
(Analisa Kebutuhan Pelatihan)
Proses sistematis untuk mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dimiliki karyawan saat ini dengan yang dibutuhkan untuk kinerja kerja yang optimal dan pencapaian tujuan organisasi.
🙋
Pertanyaan Audit untuk Training Needs Analysis / TNA
Apa yang dibutuhkan organisasi untuk mencapai tujuannya?
Apa yang sudah dimiliki karyawan saat ini?
Apa kesenjangannya?
Apakah pelatihan adalah solusi terbaik untuk menutup kesenjangan tersebut?
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Siklus Performance Appraisal
(Penilian Kinerja)
🙋
Pertanyaan Audit untuk Manajemen Kinerja dan Perencanaan Karir
Bagaimana bentuk sistem manajemen kinerja di perusahaan? Apakah telah mencakup elemen kompetensi dan KPI?
Bagaimana KPI dan target KPI ditetapkan? Bagaimana proses review kinerja dilakukan?
Apakah perusahaan telah memiliki kebijakan karir yang jelas dan terpadu? Bagaimana hasil kinerja karyawan dan proses pengembangan dikaikan dengan pola karir karyawan?
Apakah perusahaan telah menyediakan career resource center bagi karyawan? Bagaimana bentuknya?
Key Performance Indicator Plaining
HR Information System
HRIS sebagai “one stop information service” dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya manusianya, meningkatkan efisiensi operasional, dan fokus pada inisiatif HR yang lebih strategis, yang harus sesuai dengan data dan pelaksanaannya
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Legal & General Affairs
Legal / legalitas Aspek sebagai payung hukum perusahaan, memastikan bahwa segala aktivitas dan keputusan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta melindungi kepentingan hukum perusahaan.
General Affairs berfokus pada penyediaan dan pengelolaan aset perusahaan, fasilitas, layanan, dan dukungan umum yang dibutuhkan sehari-hari perusahaan bertujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, aman, dan efisien bagi seluruh karyawan.
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Industrial Relations
Perusahaan, Pekerja / (Serikat Pekerja), Pemerintah
Industrial Relations berperan vital dalam menciptakan stabilitas dan harmoni di tempat kerja, yang pada akhirnya mendukung keberlanjutan dan kesuksesan jangka panjang suatu Perusahaan.
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Turnover karyawan adalah pergantian atau perputaran karyawan yang keluar dan masuk dari suatu perusahaan, Fenomena ini bisa menjadi indikator penting bagi kesehatan organisasi.
Tingkat turnover yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memiliki dampak negatif, namun sebelum memahami dampaknya penting untuk mengenal jenis-jenis turnover itu sendiri dan cara strategi-strategi kunci untuk mengelola turnover karyawan.
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Data Siklus Prilaku Pekerja
Adakan Konsultasi / Konseling Kesenjangan Pekerja
Komunikasi yang terstruktur antara seorang pemimpin (manajer, supervisor, atau HR) dengan karyawan, yang bertujuan untuk membantu karyawan mengatasi masalah pribadi atau pekerjaan yang memengaruhi kinerja, Konseling yang efektif tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga membangun kepercayaan, meningkatkan moral, dan mendukung pengembangan karyawan terhadap perusahaan.
Konseling karyawan bukanlah tugas yang mudah, namun merupakan investasi berharga bagi kesehatan organisasi, dengan pendekatan yang tepat, empati, dan keterampilan komunikasi yang baik, peran HR dapat membantu karyawan melewati masa sulit, meningkatkan kinerja mereka, dan membangun lingkungan kerja yang lebih positif dan produktif.
Modul Melakukan Konseling Terhadap Karyawan :
Situasi yang Memerlukan Konseling
Langkah-Langkah Melakukan Sesi Konseling yang Efektif
Keterampilan Penting dalam Konseling
Etika dan Batasan dalam Konseling
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik di Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk mempermudah, mempercepat, dan menyederhanakan proses perizinan usaha bagi para pelaku usaha.
Platform digital yang dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyediakan data berkala serta informasi terkait sektor industri secara nasional.
Dokumen Internal
Hubungan industrial atau Industrial Relations (IR) memegang peran yang sangat krusial dalam suatu perusahaan atau organisasi, secara umum mengelola dinamika hubungan antara manajemen perusahaan, karyawan (termasuk serikat pekerja), dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti pemerintah) untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan adil.
Ini bukan hanya tentang menyelesaikan masalah, tetapi juga tentang membangun hubungan yang kuat dan saling menguntungkan untuk keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Ada 5 (lima) dan 46 halaman peran penting utama dari Industrial Relations
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
Komunikasi dan Negosiasi / Penanganan Keluhan dan Sengketa
Bagaimana prosedur penanganan keluhan permasalahan karyawan / serikat pekerja (jika ada) dan dirancang untuk menyelesaikan masalah secara adil, cepat, dan efektif? Apakah prosedur ini terdokumentasi sesuai ISO 9001?
Bagaimana Anda mengelola sengketa industrial untuk meminimalkan dampaknya terhadap operasional perusahaan dan menjaga hubungan baik dengan karyawan?
Bagaimana Anda melacak dan menganalisis tren keluhan karyawan untuk mengidentifikasi area yang perlu perbaikan dan temuan?
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
I. Industrial Human Resources (Sumber Daya Manusia Industri)
Industrial Human Resources (HR), yang berfokus pada pengelolaan hubungan antara manajemen dan karyawan, terutama dalam lingkungan industri atau manufaktur. Ini mencakup aspek kolektif dari hubungan kerja, perjanjian kerja bersama, dan penyelesaian perselisihan, di samping fungsi HR yang lebih luas yang disesuaikan dengan lingkungan industri.
Aspek kunci dan tanggung jawab meliputi:
Perencanaan Tenaga Kerja: Mengatasi kebutuhan staf yang spesifik untuk operasi industri, termasuk rekrutmen, pelatihan, dan retensi tenaga kerja terampil.
Kompensasi dan Manfaat: Merancang dan mengelola struktur gaji dan paket tunjangan yang kompetitif dan sesuai dengan perjanjian kerja serta peraturan yang berlaku.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3): Berkolaborasi dengan departemen K3 untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat, serta mengatasi potensi bahaya di lingkungan industri.
Manajemen Kinerja: Menerapkan sistem untuk mengevaluasi kinerja karyawan dalam konteks industri, seringkali terkait dengan standar produktivitas dan kualitas.
Kepatuhan Hukum Ketenagakerjaan: Memastikan organisasi mematuhi semua undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, seperti UU Ketenagakerjaan, peraturan upah minimum, jam kerja, keselamatan kerja, dan prosedur pemutusan hubungan kerja (PHK).
Peran krusial dalam menjaga hubungan kerja yang harmonis dan produktif di pabrik, kawasan industri, dan lingkungan kerja industri lainnya, menyeimbangkan kepentingan perusahaan dengan kepentingan tenaga kerja.
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
II. General Legal Consultant (Konsultan Hukum Umum)
General Legal Consultant atau Konsultan Hukum Umum profesional hukum yang memberikan nasihat dan panduan hukum, bukan hanya satu spesialisasi tertentu, kontak pertama bagi individu atau perusahaan yang mencegah dan menghadapi masalah hukum.
Peran utama meliputi:
Memberi Nasihat Hukum: memberikan opini dan rekomendasi tentang berbagai isu hukum yang mungkin dihadapi perusahan, dari masalah kontrak hingga kepatuhan regulasi.
Menyusun dan Meninjau Dokumen Hukum: Membantu dalam pembuatan atau peninjauan kontrak, perjanjian, kebijakan perusahaan, dan dokumen hukum lainnya untuk memastikan validitas dan perlindungan kepentingan perusahaan.
Kepatuhan Hukum (Compliance): Memastikan bahwa Perusahaan mematuhi semua undang-undang, peraturan, dan standar industri yang berlaku di Indonesia. Ini sangat penting mengingat kompleksitas regulasi bisnis.
Manajemen Risiko Hukum: Mengidentifikasi potensi risiko hukum yang bisa dihadapi perusahaan dan mengembangkan strategi untuk memitigasinya.
Penyelesaian Sengketa: Memberikan panduan tentang cara menyelesaikan perselisihan, baik melalui negosiasi, mediasi, atau persiapan untuk litigasi (mewakili perusahaan di pengadilan dalam hal Hubungan Industri / Industri Relation yang biasanya adalah seorang advokat).
Harus memiliki pemahaman luas tentang sistem hukum Indonesia, kemampuan analisis yang kuat, dan keahlian untuk mengomunikasikan konsep hukum yang kompleks dengan jelas kepada perusaan adalah satu dibidang Hubungan Industrial.
👆 Bagaimana penerapannya saat ini di perusahaaan Anda?
--------------------
Best Practices for Industrial Relation / IR
(Praktik terbaik untuk Hubungan Industrial / Industri Relation / IR)
Hubungan Industrial (sering disebut juga Industrial Relations atau Employment Relations) adalah sistem kompleks yang mencakup interaksi, kebijakan, dan praktik antara manajemen (Pengusaha), Karyawan (pekerja), dan perwakilan mereka (jika ada Serikat Pekerja), serta peran pemerintah dan lembaga terkait lainnya, dalam konteks pekerjaan.
Perusahaan memiliki perjanjian kerja atau status pekerja yang selalu direview.
Memiliki Peraturan Perusahaan / PKB yang diimplementasikan secara konsisten.
Memiliki hubungan yang harmonis dengan karyawan dan juga dengan serikat pekerja.
Pengelolaan atas konflik ataupun pelanggaran disiplin yang terjadi selalu diselesaikan berdasar ketentuan yang berlaku.
Karyawan merasa puas dan senang bekerja di perusahaan.
Key Stages dalam Roadmap HR 2016 - 2019 ;
Industrial Relations
Membangun hubungan yang sinergis dan produktif antara pegawai dengan manajemen.
Strenghtening HR Foundation 2016
Menyiapkan dan menuntaskan tools dan instrumen pada semua fungsi HR; untuk menjadikan HR Division sebagai Strategic Partner
Dokumen Internal
Team SDM, Umum, & Legal Perusahaan
Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia industri kerja sebagai pelaku team leader di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Hubungan Industri, Urusan Umum (General Affairs), dan Legal, Team Senior adalah seorang profesional yang ahli dalam memberikan solusi manajemen yang komprehensif dan terintegrasi, Keahlian didukung oleh penerapan Sistem Manajemen Mutu sesuai standar ISO 9001:2015, Social Audit, Factory Audit dan memastikan setiap strategi yang dirancang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Sepanjang karier telah membuktikan kompetensinya dalam mengelola SDM secara menyeluruh, mulai dari pengembangan struktur organisasi hingga hubungan industrial. Beliau memiliki pemahaman mendalam dalam:
Pengembangan SDM: Membangun siklus Sumber Daya Manusia secara Komperhensif, Jobdes (Job Descriptions), menyusun SOP (Standard Operating Procedures) kebijakan aturan perusahaan dan ketenagakerjaan yang selaras dengan perusahaan, dan merancang sistem HRIS (Human Resources Information Systems) yang efisien untuk mendukung operasional perusahaan berkelanjutan.
Hubungan Industrial: Mengelola hubungan yang harmonis dan produktif dengan seluruh para pekerja, serikat pekerja (jika ada) atau perwakilan pekerja serta menjalin komunikasi yang efektif dengan berbagai unsur pemerintah dan pemangku lainnya.
Legal dan Umum: Menguasai urusan Hukum, Management Aset, Management pemeliaharaan fasilitas umum, pengelolaannya dan operasional umum perusahaan industri, memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Dengan latar belakang yang solid ini untuk membantu perusahaan-perusahaan mengoptimalkan fungsi SDM, Hubungan Industri, Urusan Umum (General Affairs), dan Legal. Layanan yang ditawarkan berfokus pada pembangunan fondasi bisnis yang kokoh dan menyelaraskan perusahaan untuk berkelanjutan, serta berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.
People Operations / Legal Industri / General Affairs)
Talent Acquisition Specialist
Employee Relations
Learning & Development / People Development
Compensation & Benefits
HR Business Partner (HRBP):
HR Generalist
HR Specialist
Strategic HR (HR Business Partner, CHRO)
Operational HR (HR Admin, HR Staff)
Human Capital dan Human Resources (HR)
Industrial Relations - (IR)
"Bertanggung jawab penuh atas strategi dan operasional Human Resources (HR), Pengendalian Urusan Umum dan Industri Relation (IR)"
Semangat dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas inofatif untuk menerpakan Manajemen Sumber Daya Manusia
🕗 Talent Acquisition
🕣 Interview
🕘 Onboarding Karyawan
🕤 Retensi Karyawan
🕙 Manajemen Kerja Remote
🕥 Review Kerja
🕚 Manajemen Konflik
🕦 Offboarding