Asal-usul:
Ranku Alu berasal dari Nusa Tenggara Timur, tepatnya dari masyarakat Manggarai, Flores. Awalnya permainan ini dilakukan oleh para petani sebagai bentuk latihan kerja sama saat menumbuk padi menggunakan alu (alat penumbuk dari bambu). Kini, Ranku Alu juga dikenal sebagai bagian dari tari tradisional.
Manfaat:
Melatih kelincahan, ritme, dan refleks.
Meningkatkan kekompakan dan kerja sama tim.
Mengasah kepekaan terhadap irama dan koordinasi gerak.
Cara Main:
Dua orang duduk berhadapan sambil memegang dua batang bambu panjang di tanah. Mereka menggerakkan bambu secara ritmis (membuka dan menutup) sesuai irama lagu. Pemain lain melompat di antara bambu dengan irama yang sesuai. Bila salah langkah dan terjepit, pemain berganti posisi.