Asal-usul:
Permainan ini dikenal hampir di seluruh Indonesia dengan nama berbeda seperti “Taplak Gunung”, “Pek Ular”, atau “Cipak Gunung”. Asalnya berasal dari kebiasaan anak-anak menggambar pola kotak di tanah, yang kemungkinan diadaptasi dari permainan kuno India atau Belanda pada masa kolonial.
Manfaat:
Melatih keseimbangan tubuh dan ketangkasan.
Mengasah fokus dan koordinasi gerak.
Mengembangkan kemampuan berhitung dan strategi.
Menumbuhkan nilai sportivitas dan kejujuran.
Cara Main:
Tanah digambar menjadi beberapa petak bernomor. Pemain melempar “gaco” (keping kecil dari batu atau pecahan genting) ke kotak pertama, lalu melompat dengan satu kaki melewati semua kotak tanpa menginjak kotak tempat gaco berada. Pemain melanjutkan ke kotak berikutnya hingga semua nomor selesai. Siapa yang berhasil tanpa kesalahan dinyatakan menang.