Asal-usul:
Permainan Bentengan sudah dikenal sejak masa kolonial Belanda dan sangat populer di wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Kata “benteng” diambil dari istilah pertahanan dalam peperangan. Konon, permainan ini terinspirasi dari strategi perang antara dua kelompok yang saling menyerang dan mempertahankan wilayahnya. Karena itu, permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih taktik, kekompakan, dan keberanian anak-anak di masa lalu. Hingga kini, Bentengan sering dimainkan dalam lomba 17 Agustus dan kegiatan pramuka sebagai simbol semangat juang dan nasionalisme.
Asal-usul:
Melatih strategi, kerja sama tim, dan kemampuan memimpin.
Mengasah kecepatan, kelincahan, serta refleks tubuh.
Menumbuhkan sportivitas, tanggung jawab, dan rasa solidaritas antaranggota kelompok.
Mengajarkan nilai perjuangan dan pantang menyerah, seperti semangat para pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan.
Asal-usul:
Dua tim saling berhadapan, masing-masing memiliki “benteng” (biasanya tiang atau dinding tertentu). Tujuannya adalah menyentuh benteng lawan tanpa tertangkap. Pemain yang tertangkap akan “ditawan” dan bisa dibebaskan oleh temannya dengan cara disentuh.