Senin, 10-12-2018

Pameran bertema: “Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan” digelar mulai 8-10 Desember 2018 di Gedung Sate Bandung

Ada 103 booth pameran dengan jumlah 90 peserta. Terdiri dari 33 SKPD Provinsi yang membidangi Perkebunan, booth Kementerian Pertanian, Asosiasi, Dewan Komoditas, Perusahaan Swasta, Yayasan dan Pemangku Kepentingan lain terkait Perkebunan dari seluruh Indonesia

Sambutan Sekda Pemprov Jawa Barat Iwa Karniwa yang mewakili Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Sekda Pemprov Jawa Barat, Iwa Karniwa yang mewakili Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di acara peringatan Hari Perkebunan di Gedung Sate, Senin (10/12/2018).

Iwa Karniwa mengatakan bahwa munculnya varietas tembakau di Jawa Barat berdasarkan hasil penelitian,

"Hari ini kami meluncurkan varietas tembakau Jawa Barat. Ini membuktikan bahwa unit pengembangan dan penelitian industri perkebunan berhasil," kata Iwa Karniwa.

Iwa Karniwa menyadari industri tembakau memunculkan pro dan kontra, hal ini tidak lepas dari dampak yang timbul pada kesehatan akibat produk olahan tembakau, semisal rokok.

Seperti diketahui, dalam berbagai kemasan rokok, ada peringatan bahwa rokok menyebabkan berbagai penyakit semisal kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin.

"Tembakau masih kontroversi dari sisi kesehatan, tapi info Kementerian Perindustrian, tembakau itu industri masyarakat yang memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan sektor industri"

Selain itu industri tembakau juga dapat menyerap banyak tenaga kerja serta meningkatkan pendapatan negara melalui cukai, sehingga tembakau dianggap menjadi satu di antara komoditas penting untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani.

PENYERAHAN BENIH KOPI OLEH DINAS PERKEBUNAN JAWA BARAT DAN PENGUMUMAN 11 VARIETAS JAWA BARAT YANG BARU DILEPAS

Iwa Karniwa secara simbolis memberikan benih kopi bersertifikat kepada tiga kelompok tani, pemberian bantuan dua juta bibit kopi tersebut dilakukan secara bertahap ke 11 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat

Iwa Karniwa

Perkebunan masih menjadi sektor strategis untuk mempercepat kesejahteraan serta meningkatkan ekonomi Masyarakat Jawa barat.

Alhamdulillah dalam kesempatan peringatan Hari Perkebunan ke-61, Pemprov Jabar sendiri mendapatkan sertifikasi dan penghargaan dari Kementerian Pertanian sebagai Pemerintah Provinsi yang punya kontribusi terbesar dalam sektor perkebunan termasuk salah satunya membesarkan sektor kopi. Tak hanya itu, Pemprov Jabar juga memperoleh sertifikasi hasil penelitian khususnya untuk tembakau.

Untuk mendorong sektor perkebunan, Pemprov Jabar akan memberikan bantuan bibit 2 juta benih kopi. Saya berharap dengan adanya bantuan ini standar kopi yang ada di Jabar semakin meningkat dan semakin memiliki daya saing hingga ke dunia luar.

PENYERAHAN TANDA DAFTAR MASUK VARIETAS TEMBAKAU UNGGUL LOKAL


Provinsi Jawa Barat Bagikan Dua Juta Benih Kopi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga saat ini sudah membagikan enam juta benih kopi bersertifikat kepada warga yang tergabung dalam Kelompok Tani sebagai satu upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi di Provinsi Jawa Barat.

"Total benih kopi yang sudah dibagikan tempo hari empat juta, sekarang dua juta, jadi enam juta benih kopi" kata Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa usai menghadiri Puncak Acara Hari Perkebunan Ke-61 meluncurkan bantuan 2 juta benih kopi dan varietas tembakau unggul Jabar.

Dinas Perkebunan Jabar akan bertanggung jawab atau mengawasi Program Pemberian Bantuan Bibit Kopi bersertifikat tersebut dan pihaknya berharap benih kopi yang dibagikan tersebut bisa dioptimalkan oleh masyarakat.

Peringatan Hari Perkebunan ke 61 yang mengambil tema "Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan Nasional" sejalan juga dengan apa yang Pemprov Jawa Barat usahakan dalam program-program yang dikembangkan dalam rangka kolaborasi dan inovasi.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Indonesia saat ini berada di Peringkat ke-4 Produsen kopi dunia dengan jumlah produksi sebesar 600.000 ton atau sekitar 6,6 persen dari produksi kopi dunia.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Jawa Barat pada acara Pembukaan Puncak Hari Perkebunan di Gedung Sate Bandung Jawa Barat mengatakan : "Jumlah ini masih kalah dari Vietnam yang menduduki Peringkat ke-2 produsen kopi dunia dengan produksi 1,53 juta ton atau sekitar 16 persen dari Produksi kopi dunia," .

Oleh karena itu potensi kopi Indonesia harus terus-menerus dikembangkan, Jawa Barat sendiri termasuk salah satu Produsen kopi terbesar yang dalam beberapa tahun terakhir dan meraih penghargaan bergengsi di Dunia. Salah satunya, kopi Jawa Barat meraih skor tertinggi dalam acara Festival kopi di Atlanta Amerika Serikat dua tahun lalu.

Prestasi tersebut menurut Beliau mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk secara aktif membantu memperkenalkan kopi di antaranya melalui acara Ngopi Saraosna.

"Kegiatan pertemuan bisnis di lingkungan perkebunan yang diinisiasi oleh Dinas Perkebunan Jawa Barat kiranya mampu menjembatani kebutuhan antar Produsen dan pasar,"

Pihaknya memiliki keyakinan bahwa industri perkebunan di Jawa Barat khususnya kopi masih akan terus berkembang secara kasat mata, terlihat dari perkembangan bisnis kafe khususnya kopi di setiap sudut Kota.

Saya mendukung bantuan bibit dua juta benih kopi ini. Semoga dengan adanya bantuan ini standar kopi yang ada di Jabar bisa meningkat dan selanjutnya yang kita perlukan adalah membantu akses pasarnya. Tetapi harus kita jaga ketika produksi melimpah tidak menyebabkan harga komoditas ini jadi jatuh'.

Kolaborasi dan inovasi tersebut di antaranya adalah kegiatan bantuan dua juta benih kopi ke 11 kabupaten/kota dan meluncurkan varietas tembakau unggul lokal Jabar

Galeri Foto

Galeri Video