Tak dipungkiri artikel opini di media Kompas Edisi Jawa Tengah ini merupakan salah satu booster terkenalnya purwarupa hanacaraka font. Artikel opini yang sebenarnya hanya untuk membalas artikel opini edisi sebelumnya dengan judul "Bahasa Jawa Tidak Cuma Hanacaraka" yang isinya tentang keprihatinan tentang penggunaan bahasa Jawa di masyarakat tetapi penulis juga menyampaikan sikap pesimisnya tentang aksara Hanacaraka.
Tertantang karena baru saja menyelesaikan disain Hanacaraka font yang masih prematur, akhirnya memberanikan diri untuk membalas artikel opini tersebut dengan argumen dan karya nyata berupa purwarupa Hanacaraka Font untuk penulisan aksara Jawa di komputer.
Bak jamur yang tumbuh di musim hujan, maka gairah menghidupkan kembali aksara jawa melalui media komputer semakin menggelora. Para pembaca "Kompas" pun banyak yang memberikan dukungan dengan beramai-ramai menggunakan Hanacaraka font di komputer pribadi mereka yang berkas dapat diundhuh gratis disitus yang kami cantumkan di artikel opini balasan tersebut..
Kompas Edisi Jawa Tengah, 30 Juli 2004