Variasi penulisan sandhangan wignyan
Slot unicode Aksara Jawa berjumlah 96 karakter, namun yang digunakan adalah 91 karakter dengan 5 slot karakter sebagai cadangan aksara Jawa. Dengan kondisi sekarang sebenarnya sudah sangat cukup dan memadai untuk menampilkan atau menuliskan aksara-aksara jawa yang sekarang diajarkan di sekolah-sekolah dan populer digunakan oleh para praktisi pendidikan, pengguna medsos milenial dan penggiat aksara jawa.
Pada Unicode versi 13 tahun 2020, ada sesuatu yang menarik yang berkaitan dengan aksara Jawa. Setelah bertahun-tahun (11 tahun) lamanya ‘aksara tolong’ menjadi aksara utama sebagai representasi sandhangan vokal o bagi aksara jawa, sekarang keberadaannya hanya dijadikan sebagai aksara varian saja bagi sandangan tarung. Artinya aksara ini bukanlah aksara utama, padahal biasanya aksara varian tidak permlu memiliki slot tersendiri. Dan dalam teknis penulisan unicode, aksara jawa tidak memiliki sandhangan vokal o (miring) yang tercantum dalam daftar aksara. Keberadaan sandhangan vokal o (aksara tolong dan juga taling tarung) hanya ada dalam wewaton aksara jawa.
Sebenarnya aksara varian juga merupakan bagian yang sangat penting dalam kelengkapan aksara terutama pada tata tulis aksara-aksara tradisional di dunia yang sangat banyak jumlahnya. Salah satu pemilik aksara varian yang memiliki slot sendiri dan banyak jumlahnya adalah aksara Arab.
Saya pribadi bahkan meyakini, perkembangan aksara Jawa selanjutnya baik yang berupa revisi aksara, langgam bahkan simbol aksara baru akan lebih mudah dilakukan pada tingkat aksara-aksara variannya saja, tidak perlu memaksakan diri untuk mengajukan revisi bahkan mengajukan karakter-karakter baru.
Aksara varian ini sangat banyak fungsinya, ia bisa berubah bentuk, beradaptasi sesuai dengan berbagai macam urutan dan konteks input karakternya (character sequence) tetapi masih dalam jangkauan unicode alamat aksara tersebut.
Sebagai contoh dalam aksara Jawa, aksara pasangan adalah salah satu bentuk aksara Varian. Ia tidak memiliki slot unicode tersendiri tetapi ia tetap bisa berfungsi untuk mewakili aksara utamanya dengan menghasilkan bunyi/arti sebagaimana aksara utamanya.
aksara ka ꦏ memiliki aksara varian ꦏ꧀ꦏ yang juga berbunyi 'ka'
Untuk menampilkan aksara Varian bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya:
Pengetikan langsung, jika aksara varian itu memiliki alamat unicode tersendiri. Contoh: pengetikan aksara Tolong (A9B5).
Mengetikan urutan kode tertentu dengan memanfaatkan karakter yang sudah disepakati sebagai dead key. Aksara pangkon (virama) adalah dead key bagi aksara Jawa. Contoh: Untuk menampilkan pasangan aksara ka digunakan urutan kode A9C0 A98F (membutuhkan fonta pintar agar aksara pasangan tampil dengan benar).
Mengetikan urutan kode tertentu dengan memanfaatkan karakter unicode yang berfungsi sebagai variation key, seperti spasi, ZWSP, ZWNJ, ZWJ dan Variation Selectors (FE00-FE0F). (membutuhkan fonta pintar agar aksara varian tampil dengan benar)
Mengetikan kombinasi aksara-aksara yang memiliki slot karakter sendiri, tetapi hasil akhir tampilan glif bukan merupakan urutan dari karakter-karakternya. Contoh: untuk menampilkan sandhangan taling tarung diperlukan urutan pengetikan [aksara] + [taling] + [tarung] tapi hasil yang ditampilkan adalah [aksara] + [glif_taling] + [tarung]. (membutuhkan fonta pintar agar aksara varian tampil dengan benar)
Pengajuan aksara jawa ke unicode agar memiliki slot dan nama tersendiri memerlukan biaya yang lumayan besar dan menyita waktu. Kalau tidak dilakukan oleh para pemangku kepentingan lembaga resmi tentu sangatlah sulit untuk dilakukan. Penambahan aksara baru atau sekedar revisi tentu memerlukan waktu dan tenaga.
ꦗꦼꦂꦧꦱꦸꦏꦶꦩꦮꦧꦺꦪ
Mengingat hal ini, merekayasa aksara-aksara jawa kemudian digunakan dalam hal dan keperluan tertentu menjadi sebuah kemungkinan yang mudah dilakukan. Namun semuanya masih dalam koridor unicode seperti penjelasan kami tentang aksara varian diatas. Beberapa rekayasa aksara Jawa yang berpeluang menjadi aksara varian Jawa baru di masa datang:
Rekayasa aksara Nglegena dan pasangannya sebagai pengganti spasi pada wewaton simplified.
Rekayasa sandhangan sebagai pengganti spasi pemisah kata
Rekayasa wilangan agar berbeda dengan aksara nglegenanya
Rekayasa wilangan sebagai penulisan notasi tembang
Rekayasa aksara pasangan untuk pembelajar pemula Aksara Jawa
Rekayasa sandhangan taling tarung sebagai sandhangan vokal o
Aksara jawa untuk menuliskan alfabet latin X
Kenapa aksara rekan Fa dan Va tidak dibedakan simbolnya?
Variasi sandhangan agar aksara tidak monoton
Standarisasi character sequence sebagai input dan data aksara-aksara varian aksara Jawa.