Konggres Bahasa Jawa atau biasa disingkat KBJ merupakan salah satu momen terbesar lima tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat pecinta, peminat, pelaku dan praktisi budaya Jawa untuk bertemu, bertemu sekaligus bermusyawarah untuk membahas mengenai budaya-budaya Jawa. Aksara Jawa merupakan salah satu menu khusus yang hampir setiap KBJ pasti dibicarakan dan diputuskan kebijakan-kebijakannya.
Gelaran lima tahunan ini diselenggarakan bersama-sama oleh 3 provinsi besar di Jawa yang mayoritas masyarakatnya adalah pengguna dan pelaku bahasa Jawa. Tiga provinsi itu adalah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur.
Tak kalah serunya pada gelaran KBJ ke VI di Semarang tahun 2006, Hanacaraka Font hadir melalui makalah "Komputerisasi Aksara Jawa Sebagai Media Pembelajaran Membaca dan Menulis Aksara Jawa". Hadir sebagai wakil perorangan tanpa diembel-embeli instansi tentu membawa berkah tersendiri bagi Kami. Mempresentasikan makalah dengan menggunakan bahasa Ibu bahasa Banyumasan (karena oleh panitia KBJ dan moderator dianjurkan menggunakan bahasa Jawa atau bahasa Ibu yang dikuasai) tentu menjadi tantangan tersendiri apalagi materi yang dibawakan adalah materi yang lumayan berat karena membahas tentang komputerisasi aksara Jawa yang pada masa itu masih merupakan barang yang langka dan unik. Tidak mudah memang memresentasikan materi ini, apalagi selama ini bahasa Banyumasan terlanjur distereotipkan dengan bahasanya para babu dan pembantu.
Keberhasilan Hanacaraka font menembus proposal pilihan yang dipresentasikan di KBJ merupakn puncak dari fenomena komputerisasi aksara Jawa saat itu. Dipresentasikan di komisi Pendidikan Formal mengakibatkan kebanyakan peserta adalah dari para guru dan pendidik, juga dari para pemangku pawiyatan luhur ikut memantau jalannya presentasi Komputerisasi aksara Jawa ini.
Sesi tanya jawab yang berjalan lancar dan menarik, mengakibatkan waktu yang berjalan terasa begitu singkat. Namun kemeriahan dalam sesi tanya jawab ini, sedikit banyak mengobati kedahagaan para praktisi pendidikan bahasa Jawa yang sangat mengidamkan hadirnya inovasi baru yang menarik dalam pembelajaran bahasa dan budaya Jawa.
Untuk materi makalahnya silakan undhuh di tautan di bawah ini.
Bersama Rombongan Dosen FIB Universitas Indonesia