Awal tahun 2004 adalah masa-masa dimulainya font hanacaraka ini mulai dirancang dan didisain. Berawal dari sebuah keinginan yang kuat untuk membuat sesuatu yang bermanfaat disela-sela kesibukan sebagai praktisi perbaikan komputer. Hari demi hari hingga menuju bulan akhirnya jadilah font Aksara jawa art. Keputusan mengubah nama menjadi hanacaraka akhirnya dilakukan agar fonta ini mudah dikenali sekaligus mudah untuk digunakan untuk menuliskan aksara jawa.
Hanacaraka adalah kalimat baris pertama dalam susunan abjad aksara Jawa. Sebagaimana diketahui susunan huruf-huruf aksara Jawa memiliki empat baris kalimat yang memliki makna dan filosofi mendalam. Kalimat ini sengaja kami ambil untuk digunakan dalam penamaan font komputer yang kami rancang agar lebih mudah diingat sekaligus mewakili dari fungsi font ini.
Kami tidak akan membahas lebih dalam mengenai filosofi dan maknanya, namun kami lebih fokus untuk menarasikan berbagai macam hal yang berkenaan dengan hanacaraka font itu sendiri. Baik dari cara penggunaannya dan aturan-aturan pengetikannya agar bisa menghasilkan penulisan aksara Jawa yang baik dan benar.
Fonta ini pertamakali didisain menggunakan program fontographer versi 3 yang dikembangkan oleh Adobe Inc. Selanjutnya fonta ini dikembangkan disainnya dengan program Fontlab studio 4 yang juga dikembangkan oleh Adobe Inc.
Rancangan aksara jawa pada hanacaraka font didisain agar mudah diketikkan dan diterapkan. Pilihan menggunakan tataletak aksara latin pada keyboard komputer terutama pada sistem operasi Windows, semata-mata adalah agar aksara jawa mudah dihafal letaknya sehingga pengetikan aksara jawa menjadi semudah mengetikan aksara latin. Pada masa itu tata letak keyboard aksara latin pada codepage Windows 1252 atau yang lebih populer dengan karakter ANSI menjadi keniscayaan yang harus dipilih.
Hanacaraka Unicode adalah versi terkini dari fon hanacaraka yang dirancang dengan standar alamat unicode aksara jawa yang sudah diakui resmi sejak November 2009 pada alamat A980-A9DF.
Contoh penggunaan hanacaraka font pada soal-soal ujian siswa sekolah dasar