Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyerang semua orang dan dapat mengakibatkan kematian, terutama pada anak. Penyakit ini juga sering menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah (Ambarwarti dan Nasution, 2012)
Keluhan utama: Demam Tinggi dan Lemah
Gejala klinik: Demam tinggi mendadak 2 sampai 7 hari (38-40°C) , manifestasi perdarahan dengan bentuk : uji tourniquet positif, ptekie (bintik merah pada kulit), purpura (pendarahan kecil di dalam kulit), ekimosis, perdarahan konjungtiva (perdarahan mata), perdarahan gusi, hematemesis (muntah darah), melena (bab darah) dan hematuria (adanya darah dalam urin), perdarahan pada hidung., rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah, pembesaran hati (hepatomegali), rejan (syok), tekanan nadi menurun menjadi 20 mmhg atau kurang, tekanan sistolik sampai 80 mmhg atau lebih rendah.
Gejala klinik lainnya yang sering menyertai yaitu anoreksia (hilangnya nafsu makan, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare dan sakit kepala.
Intervensi Keperawatan Hipertermia
Manajemen Hipertermia
Observasi
- Identifikasi penyebab hipertermia (mis. dehidrasi, terpapar lingkungan panas, penggunaan inkubator)
- Monitor suhu tubuh
- Monitor kadar elektrolit
- Monitor haluaran urine
- Monitor komplikasi akibat hipertermia
Terapeutik
- Sediakan lingkungan yang dingin.
- Longgarkan atau lepaskan pakaian.
- Basahi dan kipasi permukaan tubuh.
- Berikan cairan oral.
- Ganti linen setiap hari atau lebih sering jika mengalami hiperhidrosis (keringat berlebihan).
- Lakukan pendinginan eksternal (mis: selimut hipotermia atau kompres dingin pada dahi, leher, dada, abdomen, aksila)
- Hindari pemberian antipiretik atau aspirin.
- Berika oksigen, jika perlu.
Edukasi
- Anjurkan tirah baring
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit intravena, jika perlu
Intervensi Keperawatan Hipovolemia
Manajemen Hipovolemia
Observasi
- Periksa tanda dan gejala hipovolemia (mis. frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urine menurun, hematokrit meningkat, haus, lemah)
- Monitor intake dan output cairan
Terapeutik
- Hitung kebutuhan cairan
- Berikan posisi modified trendelenburg
- Berikan asupan cairan oral
Edukasi
- Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
- Anjurkan menghindari perubahan posisi mendadak
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian cairan IV isotonis (mis. NaCl, RL)
- Kolaborasi pemberian cairan IV hipotonis (mis. Glukosa 2,5%, NaCl 0,4%)
- Kolaborasi pemberian cairan koloid (mis. Albumin, Plasmanate)
- Kolaborasi pemberian produk darah
Intervensi Keperawatan Defisit Nutrisi
Manajemen Nutrisi
Observasi
- Identifikasi status nutrisi
- Identifikasi alergi dan intoleransi makanan
- Identifikasi makanan yang disukai
- Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrien
- Identifikasi perlunya penggunaan selang neogastrik
- Monitor asupan makanan
- Monitor berat badan
- Monitor hasil pemeriksaan laboratprium
Terapeutik
- Lakukan oral hygiene sebelum makan, jika perlu
- Fasilitasi menentukan pedoman diet (mis. piramida makanan)
- Sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai
- Berikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi
- Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein
- Berikan suplemen makanan, jika perlu
- Hentikan pemberian makan melalui selang nasogastrik jika asupan oral dapat di toleransi
Edukasi
- Anjurkan posisi duduk, jika mampu
- Ajarkan diet yang diprogramkan
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian medikasi sebelum makan (mis. pereda nyeri, antiemetik), jika perlu
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrien yang dibutuhkan, jika perlu
1. Intervensi Keperawatan Risiko Perdarahan
Pencegahan perdarahan
Observasi
- Monitor tanda dan gejala perdarahan
- Monitor nilai hematocrit/ hemoglobin sebelum dan setelah kehilangan darah
- Monitor tanda- tanda vital ortostatik
- Monitor koagulasi (mis. Prothrombin tipe {pt}, partial thromboplastin time {ptt}, fibrinogen, degradasi fibrin dan/ atau platelet)
Terapeutik
- Pertahankan bed rest selama perdarahan
- Batasi tindakan invasif, jika perlu
- Gunakan kasur pencegah dekubitus
- Hindari pengukuran suhu rektal
Edukasi
- Jelaskan tanda dan gejala perdarahan
- Anjurkan menggunakan kaus kaki saat ambulasi
- Anjurkan meningkatkan asupan cairan untuk menghindari konstipasi
- Anjurkan menghindari aspirin atau antikoagulan
- Anjurkan meningkatkan asupan makanan dan vitamin K
- Anjurkan segera melapor jika terjadi perdarahan
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian obat pengontrol perdarahan, jika perlu
- Kolaborasii pemberian produk darah, jika perlu
- Kolaborasi pemberian pelunak tinja, jika perlu
Intervensi keperawatan Risiko Syok
Pencegahan Syok
Observasi
- Monitor status kardiopulmonal (frekuensi dan kekuatan nadi, frekuansi napas, TD, MAP)
- Monitor status oksigenasi (oksimetri nadi, AGD)
- Monitor status cairan (masukan dan haluaran, turgor kulit, CRT)
- Monitor tingkat kesadaran dan respon pupil
- Periksa riwayat alergi
Terapeutik
- Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen >94%
- Persiapkan intubasi dan ventilasi mekanis, jika perlu
- Pasang jalur IV, jika perlu
- Pasang kateter urine untuk menilai produksi urine, jika perlu
- Lakukan skin test untuk mencegah reaksi alregi
Edukasi
- Jelaskan penyebab/faktor risiko syok
- Jelaskan tanda dan gejala awal syok
- Anjurkan melapor jika menemukan/merasakan tanda dan gejala awal syok
- Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
- Anjurkan menghindari alergen
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian IV, jika perlu
- Kolaborasi pemberian transfusi darah, jika perlu
- Kolaborasi pemberian antiinflamasi, jika perlu
Kriteria Hasil Termoregulasi
Menurun
- Menggigil
- Kulit Merah
- Kejang
- Akrosianosis
- Konsumsi Oksigen
- Pilioereksi
- Vasokontriksi Perifer
- Kutis Memorata
- Pucat
- Takikardi
- Takipnea
- Bradikardi
- Dasar Kuku Sianotik
- Hipoksia
Membaik
- Suhu Tubuh
- Suhu Kulit
- Kadar Glukosa Darah
- Pengisihan Kapiler
- Ventilasi
- Tekanan Darah
1. Kriteria hasil Status Cairan
Meningkat
- Kekuatan nadi
- Turgor kulit
- Output urin
- Pengisian vena
Menurun
- Ortopnea
- Dispnea
- Paroxismal Nocturnal Dyspnea (PND)
- Edema anasarka
- Edema perifer
- Distensi vena jugularis
- Suara napas tambahan
- Kongestif paru
- Perasaan lemah
- Keluhan haus
- Konsentrasi urin
Membaik
- Frekuensi nadi
- Tekanan darah
- Tekanan nadi
- Membran mukosa
- Jugular venous pressure (JVP)
- Kadar Hb
- Kadar Ht
- Sentral venous pressure
- Refluks hepatojugular
- Berat badan
- Hepatomegali
- Oliguria
- Intake cairan
- Status mental
- Suhu tubuh
Kriteria Hasil Status Nutrisi
Meningkat
- Porsi makanan yang dihabiskan
- Kekuatan otot pengunyah
- Kekuatan otot menelan
- Serum albumin
- Verbalisasi keinginan untuk meningkatkan nutrisi
- Pengetahuan tentang pilihan makanan yang sehat
- Pengetahuan tentang standar asupan nutrisi yang tepat
- Penyiapan dari penyimpanan makanan yang aman
- Penyiapan dan penyimpanan minuman yang aman
- Sujao terhadap makanan/minuman sesuai dengan tujuan kesehatan
Menurun
- Perasaan cepat kenyang
- Nyeri abdomen
- Sariawan
- Rambut rontok
- Diare
Membaik
- Berat badan
- Indeks Massa Tubuh (IMT)
- Frekuensi makan
- Nafsu makan
- Bising usus
- Tebal lipatan kulit trisep
Kriteria Hasil Tingkat Perdarahan
Meningkat
- Membran mukosa lembab
- Kelembapan kulit
- Kognitif
Menurun
- Hemoptisis
- Hematemesis
- Hemeturia
- Perdarahan anus
- Distensi abdomen
- Perdarahan pasca pengambilan darah
Membaik
- Hemoglobin
- Hematokrit
- Tekanan darah
- Suhu tubuh
Kriteria Hasil Tingkat Syok
Meningkat
- Kekuatan nadi
- Output urin
- Tingkat kesadaran
- Saturasi Oksigen
Menenurun
- Akral Dingin
- Pucat
- Rasa haus
- Konfusi
- Letargi
- Asidosis metabolik
Membaik
- Tekanan arteri rata-rata
- Tekanan darah sistolik
- Tekanan darah diastolik
- Tekanan nadi
- Pengisian kapiler
- Frekuensi nadi
- Frekuensi napas
Subkomite Mutu Keperawatan
Ambarwati, Fitri Respati dan Nita Nasution. 2012. Buku Pintar Asuhan Keperawatan Bayi dan Balita. Yogyakarta : Cakrawala Ilmu
PPNI (2016). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia: Definisi da Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI
PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.