Search this site
Embedded Files
FATAL (Fabel Digital)

HOME


FABEL

Fabel adalah dongeng yang bercerita tentang tokoh-tokoh binatang.

Tokoh binatang tersebut memiliki watak seperti manusia yang dapat berpikir, dan berbicara.

Fabel biasanya berisi ajaran-ajaran baik dan pesan moral untuk kita.

Ciri-ciri fabel yaitu:

  1. Tokohnya berupa binatang;

  2. Perilaku tokoh sama seperti manusia;

  3. Masalah dalam cerita diambil dari kehidupan manusia;

  4. Ada latar tempat, latar waktu, dan latar suasana;

  5. Menggunakan alur sederhana, biasanya beralur maju;

  6. Ada amanat atau pesan. 

Semut dan Gunung Gula 

Di sebuah hutan yang damai, hiduplah seekor semut kecil bernama Simi. Tubuhnya kecil, dan dia sering dianggap lemah oleh teman-temannya. Mereka berkata, “Simi, kamu terlalu kecil untuk membawa makanan sendiri. Biarkan kami saja yang melakukannya.”

Tapi Simi tidak pernah berkecil hati. Ia percaya bahwa dengan usaha, ia bisa melakukan apa saja. 

Suatu hari, semut-semut mendengar kabar bahwa ada gunung gula yang tertinggal dari piknik manusia di ujung hutan. Semua semut berlari ke sana, termasuk Simi. Tapi saat melihat betapa jauhnya dan besarnya gunung gula itu, banyak semut menyerah.

“Aduh, terlalu jauh!”

"Terlalu berat! Mustahil kita bisa membawa banyak!”

“Mending kita cari remah yang lebih dekat.”

Namun Simi tetap mencoba. Ia mengambil sebutir kecil gula, dan membawanya pulang. Besoknya, ia kembali. Begitu setiap hari  walau hanya bisa membawa sedikit, ia tidak pernah berhenti.

Minggu demi minggu berlalu. Gunung gula itu mulai mengecil. Semut-semut lain terkejut saat melihat tumpukan gula besar di dekat sarang.

“Siapa yang membawa semua ini?”

Dengan senyum lelah, Simi berkata, “Aku hanya membawa sedikit setiap hari. Tapi aku tak pernah berhenti.”

Sejak itu, semut-semut belajar dari Simi bahwa usaha yang konsisten lebih berharga dari kekuatan besar yang tak digunakan.





Pesan Moral:

Jangan menyerah hanya karena tantangan terlihat besar. Dengan usaha terus-menerus, hal kecil bisa menjadi luar biasa. 


RAHASIA KAKI ITIK

Ketika berjalan ke kolam, itik bertemu kawanan bangau. 

“Itik si kaki pendek dan kasar!” ejek bangau. 

“Lihatlah kaki kami yang ramping dan bersih!” 

Itik merasa sedih, tetapi hanya diam 

Tak lama kemudian, itik bertemu elang. 

Elang menggeleng iba. 

“Cara jalanmu aneh karena kakimu berselaput.” 

Itik melirik kaki elang. 

Kaki elang kokoh, kuat, dan berkuku tajam. 

Di tepi kolam, itik menatap kakinya. 

“Mengapa kakiku tidak indah?” keluhnya sambil menangis. 

Beberapa ayam asyik bermain di tepi kolam. 

Salah satunya terpeleset dan tercebur. 

“Tolong!” teriak ayam itu. 

Itik segera melompat ke kolam. 

Kakinya mengayuh dengan kuat. 

Itik berhasil menyelamatkan ayam. 

“Terima kasih, Itik,” ucap ayam. 

“Untung saja kamu punya kaki istimewa.”

Itik sadar kakinya berguna untuk berenang. 

Itulah yang paling penting bagi seekor itik. 

Itik berenang dengan riang. 

Ia berjanji tidak akan lagi merasa minder. 

Pesan Moral:

Kita tidak boleh merasa minder, karena setiap makhluk memiliki kelebihan yang unik. Jangan merasa minder dengan kekurangan fisik, karena hal yang terlihat seperti kelemahan kadang justru menjadi kekuatan yang membuat kita istimewa. Terimalah diri sendiri apa adanya, dan syukuri kelebihan yang kita punya.

KOSAKATA BARU :

Kawanan : Sekumpulan atau Sekelompok

Iba : Rasa Kasihan

Minder : Kurang Percaya Diri


Google Sites
Report abuse
Page details
Page updated
Google Sites
Report abuse